
Judith semakin menangis jadi-jadinya melihat Vaska menghembuskan nafas terakhirnya dalam pangkuannya sambil menyentuh pipinya dengan tersenyum.
“Tuan Vaska...” isaknya dengan kesedihan mendalam.
Betapa tidak dalam waktu dekat ia melihat kematian ibunya yang sangat memukul dirinya dan kini ditambah dengan kematian Vaska yang juga membuatnya lebih terpukul lagi, karena hanya pria itu satu-satunya alasannya masih hidup di dunia ini.
“Tuan... aku akan membawa mu pergi sekarang.” Judith masih memeluk Vaska yang sudah tak bernafas dan akan berdiri membawa tubuhnya.
Raja Ernesto masih menutup matanya dan berbalik karena tak kuasa menahan putranya sendiri dieksekusi di depan matanya.
“Cepat bawa tubuh pangeran ke-21 sekarang juga sebelum yang lain menyadarinya.” Raja Ernesto mengutus pengawal kepercayaannya yang sebelumnya sudah ia tugaskan untuk mengurus tubuh putra kesayangannya.
__ADS_1
Pengawal kepercayaan Raja tadi segera bergerak dan menghampiri Judith yang membawa tubuh Vaska.
“Hai manusia berikan padaku tubuh pangeran kami.” menyentuh tubuh Vaska sekaligus untuk memeriksa keadaannya. “Sesuai dengan perintah yang mulia pedang ini tidak membunuhnya tapi hanya membuatnya terluka parah.” menyentuh tangan Judith dan menyingkirkannya dari tubuh Vaska.
“Tidak tolong jangan ambil tubuh tuan Vaska. Ia berpesan padaku untuk mengebumikannya di dunia manusia.” Judith merebut kembali Vaska dari pengawal kerajaan. “Tidak bisa, kau sama sekali tidak punya hak untuk membawa jenazahnya.” pengawal membantah perkataan Judith dan segera membawa tubuh tuannya pergi dari sana sebelum warga lain menyadarinya.
“Tidak.... !” Judith berteriak, ia kemudian mengejar sang pengawal untuk mendapatkan kembali tubuh Vaska. “Manusia kau keras kepala sekali !” pengawal tadi kemudian terpaksa memukul Judith dan membuatnya pingsan.
Ia kemudian membawa tubuh pangeran dan Judith ke sebuah hutan yang merupakan perbatasan antara dunia vampir dengan manusia.
“Gadis ini merepotkan sekali !” pengawal menatap Judith yang pingsan di samping Vaska. “Terbukalah !” setelah berteriak tiba-tiba terbuka dunia lain di depan pengawal tadi. “whoosh.” ia pun melemparkan tubuh Judith kembali ke tempatnya. Dan setelahnya dunia itu kembali tertutup.
__ADS_1
Ia kemudian berbalik dan menatap Vaska.
“Pangeran semoga ada seseorang yang menemukanmu dan merawat mu hingga sembuh.” pengawal tadi mengambil beberapa dedaunan untuk menutupi tubuh Vaska agar tak ada mampir yang menemukannya. Terakhir ia memasang pelindung di seluruh tubuh Vaska untuk melindungi tubuhnya dari serangan binatang buas yang mungkin saja akan memangsanya.
“Selamat tinggal pangeran hanya ini yang bisa kulakukan untuk membantu mu.” pengawal tadi berikan penghormatan untuk yang terakhir kali kemudian pergi meninggalkannya dengan cepat sebelum ada vampir lain yang melihatnya.
Tiga jam di dunia manusia. Judith yang sudah kembali ke rumahnya tergeletak di lantai ruang tengah.
“Ohh.... kepala ku pusing.” gadis itu membuka mata dan melihat ke sekitar dan menempati tempat yang familiar baginya. “Aku ada di rumah ?” pekiknya terkejut kemudian duduk. “Bagaimana bisa aku ada di sini ?” bingung dan mengingat semua kejadian yang barusan ia lewati.
Ia melihat tangannya yang masih berlumuran darah dan juga bajunya yang berwarna merah terkena darah Vaska.
__ADS_1
“Tuan Vaska... oh tidak dimana tuan Vaska ?” pekik gadis itu terkejut setelah melihat bekas darah di seluruh tubuhnya.
Ia pun berlari keluar untuk mencari Vaksa. “Dimana aku harus mencari tuan ?” berlari tanpa tujuan di jalanan dengan bertelanjang kaki.