
Judith terlihat takut dan gemetar melihat perubahan yang terjadi pada Vaska. Dia masih tak percaya dengan apa yang dilihatnya dan mengira itu semua mimpi.
“Ini bukan mimpi, aku harus menyelamatkan diriku sebelum sesuatu yang buruk terjadi padaku.”batin Judith meyakinkan dirinya sendiri jika semua ini adalah nyata.
“Ada apa dengan tuan Vaska ? kenapa dia tiba-tiba berubah seperti ini ? Apakah dia monster ? Atau alien ? Ataukah di vampir ?”batin Judith menatap mata merah Vaska dengan gemetar karena takut mungkin saja orang lagi itu akan memangsanya atau lebih parah lagi menjadikan dirinya seperti Vaska.
Vaska seketika terkejut saat melihat Judith ternyata tidak pingsan setelah dia mengeluarkan gas bius.
“Gadis ini... kenapa dia pingsan seperti biasanya ? Gawat dia sudah melihat jati diriku yang sebenarnya. Bagaimana ini ?”batin Vaska yang tak kalah terkejut melihat Judith masih membuka matanya.
Selama ini tak ada yang mengetahui jati dirinya, bahkan para wanita yang menjadi istri kontraknya pun baru mengetahui identitasnya saat ajal menjemput mereka.
“Semuanya sudah terlanjur, aku tidak yakin jika aku menghapus ingatannya,itu akan bekerja atau tidak.”batin Vaska berniat menghapus ingatan Judith tapi melihat kekuatan gadis itu yang masih tetap sadar sepertinya hal itu tak akan berpengaruh banyak padanya.
Judith mundur pelan, satu langkah, dua langkah ke belakang. Namun Vaska tak melepaskannya begitu saja. Lelaki itu segera menarik pinggang Judith maju dan memegangnya dengan erat, dekat dengan dirinya.
“Tolong.... lepaskan aku... jangan mangsa aku.”ucap Judith merinding ketakutan setengah mati dan berusaha melepaskan diri darinya meskipun susah sekali.
“Aku tidak akan memangsa mu... aku hanya akan...”balas Vaska memegang leher Judith dan menciumnya.
“Tidak tuan Vaska tolong berhenti aku tidak mau mati.”ucap Judith setengah memohon bercampur dengan rasa takut.
“Aku hanya menginginkan sedikit darahmu saja.”balas Vaska dan langsung mengeluarkan taringnya kembali dan mulai menghisap darah Judith.
“Argh.... hentikan tuan Vaska !”teriak Judith merasa sakit saat lelaki itu menghisap darahnya.
“Kenapa lelaki ini menghisap darahku apakah dia...”batin Judith berpikir.
“Vampir... kau adalah vampir.”ucap Judith gemetar dan merinding.
__ADS_1
Vaska mencabut gigi taringnya dan ada yang menatap gadis itu sambil menyentuh kedua pipinya.
“Ja-jadi tuan Va-Vaska adalah vampir ? Bukankah itu hanya sebuah makhluk dari dongeng saja ?”ucap Judith masih tak percaya dengan apa yang dilihatnya.
Setelah menghisap darah Judith, Vaska kembali berubah menjadi wujud manusia. Namun dia masih menyentuh pipi Judith.
“Tak ada yang mengetahui wujud asliku di sini selain dirimu selama tiga ratus tahun ini. Jika sampai ada yang mengetahui jati diriku maka berarti itu pasti kau yang menyebarkan berita.”jawab Vaska dengan tatapan mata yang berubah menjadi tatapan mengancam.
“Ti-tidak tuan Vaska... aku tidak akan memberitahukan hal ini pada siapapun juga.”balas Judit terlihat takut dengan ancaman lelaki itu.
Vaska kemudian melepaskan dan menarik tangannya dari wajah Judith dan masih menatap gadis kecil di depannya itu.
“Kau masih terikat kontrak denganku sampai enam bulan ke depan, ingat itu.”ucap Vaska kembali memperingatkan Gadis itu jika masa kontraknya dengan dirinya belum berakhir.
“Ba-baik tuan Vaska, aku tahu itu. Jadi-jadi... alasan kenapa aku masuk rumah sakit dan terkena anemia berat itu karena kau...”ucap Judith belum selesai bicara namun Vaska menutup bibirnya dengan jari telunjuknya.
Judith memegang tangan Vaska dan menarik tangan lelaki itu menyingkirkan dari bibirnya.
Vaska menatap mata Judith dalam-dalam. Dia juga terkejut Kenapa nggak di situ bisa sampai tahu masalah istri kontrak nya juga peti mati.
“Apa yang kau lihat ? Apa yang kau ketahui lagi ? Apa kau menemukan sesuatu di rumahku ?”tanya lelaki itu menyelidik dengan tatapan mata tajam.
Judith kembali berjalan mundur hingga merapat ke dinding.
“Tidak... aku sama sekali tidak melihat apapun di sini dan aku juga tidak mengetahui apapun tentangmu.”jawab Judith bohong untuk menyelamatkan dirinya sendiri dari amarah lelaki itu.
Vaska merasa lega mendengar jawaban dari gadis itu. Dan dia melepaskan Judith.
“Tuan Vaska apakah aku boleh pulang sekarang ?”ucap Judith bertanya karena tak ada lagi yang bisa dia lakukan untuk Vaska di sana.
__ADS_1
“Ya pulanglah... tapi besok kau harus kembali datang ke sini hingga kontrakmu berakhir.”balas Vaska singkat dan tegas.
“Baik tuan Vaska.”jawab Judith.
Gadis itu kemudian berjalan dengan cepat keluar dari rumah Vaska menuju ke rumahnya.
Di rumah Judith tak langsung tidur, dia berdiri di depan cermin dan melihat bekas lehernya yang terasa sakit setelah digigit oleh Vaska.
“Ternyata bekas gigitan yang kukira gigitan serangga ini adalah gigitan tuan Vaska ?!”ucap gadis itu sambil menyentuh bekas gigitan di lehernya.
“Ugh... kepala ku terasa pusing sekarang.”gumam gadis itu merasakan kepalanya berat.
Dia pun berjalan menuju ke kotak obat dan mengambil obat penambah darah di sana dan meminumnya, baru setelah itu dia merebahkan diri di kasur karena sudah tak tahan lagi merasakan pusing hebat yang menderanya.
Keesokan paginya Judith kembali bekerja seperti biasa. Wajahnya kembali terlihat pucat dan dia sedikit pusing.
“Judith... wajah mu sedikit pucat. Apa kau baik-baik saja ?”tanya Maria saat melihat Judith yang duduk di sebelahnya.
“Oh benarkah ? Ku rasa mungkin karena aku belum memakai make up.”jawab Judith sambil tersenyum kecil. Dia kemudian mengeluarkan cermin rias dari tasnya dan memoles wajahnya yang masih polos dan bersih dengan make up.
“Wajah ku memang terlihat pucat mungkin karena darahku di ambil. Apa aku perlu minum obat tambah darah lagi, setiap harinya juga makan daging atau sesuatu yang bisa menambah darah ku ?”batin Judith setelah selesai memakai make up.
Tanpa sepengetahuan yang lainnya dia pun meminum obat penambah darah untuk menjaga kondisinya sendiri.
Sore hari gadis itu keluar kantor dan pulang menuju ke rumah. Di rumah dia duduk sejenak sambil menunggu malam tiba.
“Darimana datangnya vampir ? Kenapa vampir hidup dan bercampur dengan manusia ? Lalu selain dia apa ada vampire lain ?”gumam Judith penasaran tentang keberadaan dan identitas vampir di dunia ini setelah melihat Vaska.
Gadis itu kemudian berpikir bagaimana jadinya jika selama enam bulan ke depan setiap hari dia harus menyerahkan darahnya pada Vampir, apakah dia akan bisa tetap hidup ataukah dia akan menjadi calon mayat seperti istri kontrak Vaska yang lainnya ?
__ADS_1
Judith duduk menatap jam dinding di depannya sambil menggoyangkan kakinya terus menerus karena merasa tidak tenang.
BERSAMBUNG....