Bloody Marriage Contract

Bloody Marriage Contract
Eps. 12 Minuman Pemulih Stamina


__ADS_3

Hari berganti menjadi malam. Judith menetap jam dinding yang terus berputar pada membuatnya enggan untuk keluar dari rumahnya.


“Saatnya pergi ke rumah tuan Vaska sekarang.”gumam Judith memaksakan dirinya untuk berdiri dan berjalan melangkah keluar dari rumahnya walaupun Sebenarnya dia malas keluar dan pergi ke rumah Vaska setelah mengetahui identitas aslinya sebagai seorang vampir.


“tap... tap... tap...”Judith berhenti di depan gerbang pintu rumah Vaska.


Dia kemudian mengamati laki-laki yang menjaga pintu gerbang rumah Vaska.


“Apakah dia juga seorang vampir atau hanya tuan Vaska saja vampir di dunia ini ?”batin Judith terus menatap penjaga gerbang.


Penjaga gerbang rumah kemudian segera membuka pagar dan membiarkan gadis itu masuk


“Kenapa kau diam saja dan tidak segera masuk ?”ucap penjaga pintu gerbang karena melihat Judith masih diam di tempatnya meskipun dia sudah membuka pintu gerbangnya.


“Aah... ya... terima kasih.”jawab Judith sedikit saja dan segala berjalan masuk.


Penjaga pintu gerbang tadi menatap kepergian Judit.


“Kenapa gadis kecil itu melihat ku seperti itu ? Apa dia mengira ku sebagai hantu ?”gumam penjaga pintu gerbang hati kemudian berbalik dan segera menutup pintu gerbangnya kembali.


Judith menoleh ke belakang sebelum masuk ke rumah, kembali menatap penjaga pintu gerbang.


“Sepertinya dia bukan vampir, karena wajahnya tidaklah pucat.”batin Judith menyimpulkan sendiri kemudian berjalan melangkah masuk ke rumah.


Judith menyusuri jalan dan dia belum melihat Vaska meskipun dia sudah berjalan sampai ke tengah rumah.


“Tidak biasanya lelaki itu menghilang seperti ini. Kemana dia sebenarnya ? Apakah repot, atau ada urusan lain yang mendedak. Jangan-jangan dia sakit !”pekik Judith merasa khawatir jika sesuatu terjadi padanya.


Entah kenapa gadis itu tiba-tiba merasa khawatir di tengah ketakutannya di saat dia berimajinasi membayangkan Vaska menghisap darahnya.


“Tac.. tac..”Judith berlari dan yang ada di pikirannya saat ini adalah kamar Vaska saja yang terbayang di benaknya.


Judith akhirnya tiba di depan kamar Vaska. Dia membuka pintu kamar dan masuk ke ruangan.


Di dalam kamar terdapat Vaska yang sedang berbaring di tempat tidur dengan mata terpejam.


“Tuan Vaska... apa dia baik-baik saja ?”batin Judith melihat wajah lelaki itu yang terlihat pucat, bahkan lebih pucat dari biasanya.


Karena khawatir, Judith kemudian menyentuh dahi Vaska dan membacanya apakah dia memang demam.


“Aku tidak tahu dia demam atau tidak tapi tubuhnya terasa dingin seperti ini sejak awal.”gumam gadis itu kemudian menarik tangannya dari dahi Vaska.

__ADS_1


“Ada apa ya... kenapa tuan Vaska tertidur seperti ini ?”gumam Judith kembali berpikir. Dia yang awalnya berjongkok di tepi tempat tidur Vaska, kembali berdiri.


Namun hal yang mengejutkan terjadi begitu saja. Tiba-tiba Vaska membuka matanya dan mengulurkan tangannya lalu dengan cepat menarik tubuh Judith ke sisinya.


Vaska kemudian berguling dan beralih menindih tubuh Judith sambil memegang tangannya dengan erat agar gadis itu tak kembali lepas darinya.


“Tu-tuan Vaska... aku kira kau sakit.”ucap Judith menatap mata Vaska.


“Tidak, aku tidak sakit tapi hanya kelelahan saja.”balas Vaska menjelaskan kondisinya saat ini dan tak perlu mengkhawatirkan dirinya.


“Kontrak kita belum selesai.”ucap Vaska.


Tanpa menunggu jawaban dari Judith, dia pun segera mencium leher gadis itu dan mulai menghisap darah Judith.


“Tu-tuan Vaska tolong hentikan.”ucap Judith dengan memohon karena dia baru merasakan tubuhnya enak hari ini.”jawab Judith dengan tubuh yang gemetar.


Vaska melepaskan Judith dan menatapnya dalam-dalam.


“Sedikit lagi dan aku akan melepas mu.”ucap Vaska dengan mata merah masih memegang leher Judith.


“A-apa ?”jawab Judith terlihat shock.


Vaska kembali memegang leher Judith dan menghisap darahnya kembali.


Vaska kemudian melepaskan Judith yang terlihat sudah lemah. Judith memegang bahu Vaska dan wajahnya terlihat pucat seketika.


“Tuan bolehkah aku pulang setelah ini ?”ucap Judith menarik tubuhnya mundur dan menatap mata Vaska yang sudah kembali berwarna cokelat.


“Temani aku dulu selama dua jam baru kau boleh pulang.”jawab Vaska menatap tepat ke mata Judith.


“Apalagi yang diminta oleh lelaki ini ?”batin Judith merasa kecewa karena tak bisa langsung pulang ke rumahnya.


Vaska kemudian melepaskan Judith. Gadis itu kemudian berdiri dan berjalan keluar kamar mengikuti Vaska.


Vaska berhenti di ruang santai lalu dia duduk di sebuah kursi.


“Duduklah dulu.”ucap Vaska menatap Judith yang masih berdiri menghadap dirinya di tengah jalan.


“Aaah... ya tuan Vaska.”jawab Judith singkat kemudian duduk di kursi berhadapan dengan Vaska.


Vaska melihat Judith yang pucat dan terlihat lemah.

__ADS_1


“Apa aku terlalu banyak menghisap darahnya hari ini ?”batin Vaska sedikit merasa bersalah karena dirinya tak bisa mengontrol diri saat merasakan darah Judith yang benar-benar terasa manis dan sangat berbeda dari wanita manapun yang pernah dia hisap.


Judith hanya diam dan tak berani bertanya Sebenarnya apa yang ingin lelaki itu melakukan padanya.


“prok-prok... Peter !”Vaska bertepuk tangan memanggil nama seseorang.


terdengar suara langkah kaki dari arah dalam dan berhenti tepat di depan Vaska setelahnya.


“Ya tuan Vaska, ada apa tuan memanggil ku ?”jawab seorang pelayan lelaki.


“Ambilkan minuman di lemari kaca nomor dua dari atas untuk nona ini dan ambilkan minumanku biasanya. Bawakan makanan untuk nona ini.”jawab Vaska memberi perintah pada pelayannya.


“Baik tuan Vaska.”jawab pelayan itu kemudian segera berjalan masuk ke belakang mengambilkan apa yang diminta oleh tuannya.


Pelayan itu tiba di tempat penyimpanan minuman, mengambil minuman yang dipesan oleh Vaska.


“Kenapa tuan Vaska memberikan minuman pemulih stamina pada gadis itu ? Tidak biasanya dia perhatian pada istri kontraknya seperti itu.”gumam pelayan itu kemudian mengambil minuman untuk Vaska.


“Tuan Vaska ini minuman pesanan anda.”ucap pelayan tadi tiba di ruang tengah dengan membawa dua botol minuman kemudian menaruhnya ke meja.


“Terima kasih.”ucap Vaska pada pelayan tadi sebelum dia berjalan pergi meninggalkan dirinya.


Judith melihat minuman yang disuguhkan untuk dirinya saat Vaska memintanya untuk meminum.


“Minuman apa ini ? Apa dalam minuman ini dicampurkan sesuatu ?”batin Judith saat memegang gelas minuman dan melihat minuman itu dengan perasaan takut jika dirinya akan mengalami sesuatu setelah meminumnya seperti di bius dan sejenisnya.


“Kenapa tidak segera meminumnya ? Tak ada campuran apapun dalam minuman itu.”ucap Vaska melihat gadis itu ragu dan dia pun segera mengambil minuman di depannya lalu menenggaknya.


Judith pun meminum minuman yang berwarna merah pekat seperti darah dan terasa aneh kemudian menaruhnya kembali ke meja.


Mereka berdua menghabiskan satu botol minuman hingga dua jam ke depan.


“Tuan... apakah aku sudah boleh pulang sekarang ?”ucap Judith sambil menatap jam dinding di ruangan itu yang menunjukkan tempat dua jam berlalu.


“Ya...kau boleh pulang sekarang.”jawab Vaska singkat.


Judith pun berdiri dari tempat duduknya dan berjalan menuju ke pintu keluar. Di tengah jalan dia merasakan kepalanya pusing.


Judith berhenti sebentar dan bersandar ke dinding sambil memegang kepalanya yang semakin terasa berat.


“bugh....”Judith ambruk dan tak sadarkan diri.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2