Bloody Marriage Contract

Bloody Marriage Contract
Eps. 15 Memancing Emosi


__ADS_3

Beberapa hari kemudian Judith terlihat semakin pucat karena setiap harinya harus mendonorkan darah pada Vaska, lagi tempat kerja maupun di rumah lelaki itu.


Suatu pagi saat Judith duduk di kursinya dia melihat di mejanya ada cokelat dan juga daging.


“Dari siapa ini ? Tak biasanya aku mendapatkan kiriman seperti ini di meja ku.”batin Judith merasa aneh dan baru pertama kali ini mendapatkan kiriman di mejanya.


Judith kemudian mengambil coklat yang ada di mejanya dan membukanya. Di dalamnya ada sebuah note berbentuk bintang berwarna ungu.


“Gadis kecil, makanlah ini dan juga dagingnya. Kau butuh nutrisi untuk menyuplai darah mu agar selalu segar dan manis.”batin Judith membaca tulisan yang tertera di sana.


Gadis itu pun akhirnya tahu siapa yang mengirimkan itu padanya.


“Dasar lelaki itu... kenapa dia peduli dengan kesehatan ku ? Apa dia takut jika aku mati kehabisan darah ?”batin Judith kembali sambil tersenyum kecil dan merasa tindakan Vaska itu konyol.


Judith mengambil note di dalam kotak coklat tadi dan segera membuangnya ke tempat sampah.


Judith mengambil satu dua butir coklat dan memakannya. Dia memperhatikan sekitar dan juga menatap Maria yang duduk di sampingnya, membuatnya tidak enak memakannya sendiri saja.


“Maria apa kau mau coklat ini ?”ucap Judith menawarkan itu pada temannya dan menyodorkan coklat itu pada Maria.


“Ya tentu terima kasih.”jawab Maria kemudian mengambil beberapa butir coklat dan memakannya.


Teman yang lain melihatnya termasuk Kylie yang merasa iri Judith mendapatkan coklat.


“Apa kalian juga mau coklatnya ?”ucap Judith pada temannya yang lain dan menggeser kotak coklatnya ke tengah karena merasa tak enak makan hanya berdua dengan Maria.


“Bolehkah kami mengambil satu saja ?” ucap seorang staf di ruangan itu.


“Boleh, ambil berapapun boleh.”jawab Judith singkatan tersenyum kecil menatap teman-temannya di ruangan.


Saat yang lain mengambil dan memakan beberapa butir coklat dari Judith, Kylie hanya menatap dan terlihat tidak senang melihatnya.


“Gadis itu mencoba pamer pada yang lainnya rupanya. Hanya mendapat coklat begitu saja bangga.”batin Kylie kemudian mengalihkan pandangan dan beralih menatap monitor di depannya.


Siang harinya saat jam istirahat dan semua staf keluar dari ruangan termasuk Judith, Maria yang sebelumnya berada di toilet dan sengaja menunggu ruangan itu sepi keluar dari sana dan kembali ke ruangan tempatnya bekerja.

__ADS_1


Di dalam ruangan itu hanya ada dirinya seorang. Dia kemudian segera menuju ke meja Judith.


Kylie melihat dokumen yang ditumpuk di meja dengan rapi dan mengambilnya beberapa, kemudian mencari dokumen penting.


“Ini dia dokumen pentingnya. Bagaimana jadinya jika salah satu dokumennya rusak ?”gumam Kylie tersenyum lebar penuh kelicikan.


Gadis itu kemudian mengambil sebuah spidol dari meja dan mencoret-coret dokumen Judith.


Setelah dia selesai merusak dokumen penting milik Judith, Kylie pun mengembalikan dokumen itu kemeja Judith.


“Tap... tap... tap...”Kylie segera keluar dari ruangan itu sebelum ada yang masuk dan melihatnya melakukan semua itu.


Satu jam terlalu dan istirahat mereka sudah selesai. satu persatu stabil ada di sana kembali masuk ke ruangan termasuk Judith.


Gadis itu duduk di kursinya lalu melihat ada sebuah dokumen di mejanya yang terlihat aneh dan mengambilnya.


“Astaga... ! Siapa yang melakukan ini semua padaku ?”batin Judith melihat dokumennya sudah rusak dan telah dirusak oleh seseorang entah siapa itu.


Dia menatap santun bersatu temannya yang ada di ruangan untuk mencari tahu siapa pelakunya.


Judith segera memperbaiki dokumen yang rusak itu dan mengerjakannya ulang karena sebentar lagi dia harus menyerahkan semua dokumen termasuk dokumen itu pada CEO.


Dari kejauhan tetlihat Kylie yang diam-diam menatap Judith dan tersenyum puas menatapnya.


“Judith rasakan saja sebentar lagi tuan Vaska pasti akan marah padamu.”batin gadis itu masih menatap Judith dan segera mengalihkan pandangannya saat Judith menatapnya.


“Kenapa Kylie menatapku seperti itu ? Terlihat dia tidak menatapku seperti yang lainnya.”batin Judith merasakan keanehan pada tatapan rekan kerjanya itu.


Tapi Judith tak mau berprasangka buruk pada rekannya itu dan dia pun mengabaikan tatapan yang aneh itu.


“Mungkin hanya perasaanku saja. Tak mungkin Kylie seperti itu.”batin Judith.


Tiba-tiba di tengah-tengah dia mengerjakan tugasnya yang belum selesai itu, telepon di mejanya berdering.


“kring.... kring.... kring...”

__ADS_1


“Halo dengan Judith di sini.”ucap gadis itu menjawab.


“Judith aku butuh dokumen tiga hari yang lalu sudah kuberikan padamu.”ucap seorang lelaki di telepon.


“Ah ya manajer Abel... aku akan membawanya sekarang.”jawab Judith terlihat panik sambil menoleh ke arah dokumen yang rusak yang dia kerjakan saat ini.


Judith menaruh kembali gagang telepon yang ada di depannya. Dia kemudian kembali mengerjakan dokumen yang rusak itu.


Dari ruangan manager terlihat seorang lelaki sedang duduk menunggu kedatangan seseorang ke ruangannya.


“Sudah tujuh menit lewat kenapa Judith belum juga datang kemari ?”gumam lelaki itu menatap jam di depannya dan mencoba bersabar dan menunggu lagi selama beberapa waktu.


Sepuluh menit berlalu, namun Judith sama sekali belum menampakkan batang hidungnya untuk memenuhi panggilannya.


“Kemana gadis itu ? Kenapa dia belum datang juga, sudah lama sekali aku menunggunya.”gumam nya mulai merasa tidak sabar.


Dia pun kembali mengambil data telepon yang ada di depannya dan menelepon.


“kring... kring...”telepon di meja Judith kembali berdering dan Judith segera mengangkatnya.


“Kenapa lama sekali dan kau belum datang juga ke ruanganku tugas yang ku minta pada mu.”ucap suara lelaki yang ada di telepon.


“Ba-baik... Manajer Alben, Aku akan pergi ke ruangan mu saat ini juga.”jawab Judith terlihat panik.


Dia pun segera menutup teleponnya setelah panggilan berakhir dan mengembalikannya ke tempatnya semula.


“Aduh.. bagaimana ini ? dokumen yang ku kerjakan belum selesai dan masih separuh.”batin Judith pemegang berkas yang ada di tangannya dan bermaksud menyelesaikannya. Namun Dia segera berdiri sebelum manajer Abel kembali meneleponnya dan marah padanya.


Judith kemudian keluar dari ruangan dengan membawa dokumen yang belum selesai tadi masuk ke ruangan Manager Abel.


Tak lama kemudian gadis itu tiba di ruangan manajer Abel. Dia pun menyerahkan tugas yang diminta oleh lelaki itu.


“Judith kenapa tugasnya seperti ini dan masih belum selesai padahal aku sudah memberikan waktu tiga hari pada mu.”ucap lagi itu melihat dokumen yang belum selesai ditangannya.


Lelaki itu marah-marah dan mengomel panjang lebar pada Judith. Sedangkan Judith hanya diam dan mendengarkan saja menerima semua omelan manajer untuknya, tak berani mengucapkan sepatah kata pun.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2