Bloody Marriage Contract

Bloody Marriage Contract
Eps. 216 Judith Merasa Haus


__ADS_3

Keesokan harinya di pagi hari Vaska bangun dalam keadaan yang sudah segar.


“Sayang bagaimana keadaanmu sekarang ?” Judith ikut bangun setelah merasakan Vaska bangun. “Sepertinya aku sudah sembuh.” jawabnya karena merasa tubuhnya sudah enakan dan enteng.


Judith tak percaya begitu saja dan memeriksa sendiri untuk memastikannya.


“Ya sayang, kau benar-benar sudah sembuh. Suhu tubuh mu sudah kembali normal.” Judith beralih menyentuh lengan Vaska yang juga sudah normal suhu tubuhnya, tidak panas lagi. “Aneh sekali... biasanya manusia biasa normalnya akan sembuh dalam 3 hari jika mengalami demam seperti itu. Tapi dia hanya semalam saja sudah sembuh.” merasa ada yang janggal dalam kasus ini.


“Mungkin hanya perasaan ku saja. Dan tak ada apa-apa dengan nya. Tak mungkin dia kembali menjadi vampir.” Judith mengesampingkan dan membuang pikirannya jauh-jauh jika saja mungkin Vaska kembali ke wujud vampir.


“Ada apa Judith kau menatapku seperti itu ?” Vaska bertanya saat Judith melihatnya dengan tatapan yang aneh sembari melamun. “Tak ada apa-apa, sayang. Aku hanya senang sekali kau benar-benar sudah sembuh dengan cepat.” Judith mencoba untuk tersenyum kecil dan bersikap wajar kembali.


Beberapa hari berlalu. Beberapa waktu Vaska kembali merasakan seolah harus darah seperti semasa dirinya masih menjadi vampir.

__ADS_1


Malam hari di rumah Vaska, tepatnya di kamar. Di tengah malam pria itu kembali terbangun dari tidurnya.


“Aah... aku benar-benar haus.” Vaska turun dari tempat tidur dan mengambil air yang ada di meja. Meskipun ia sudah meminum dua gelas sekaligus ternyata itu tak menghapus rasa dahaganya. “Judith...” Vaska kembali ke tempat tidur. Ia pun mencoba memegang leher gadisnya itu dan mencoba menghisap darahnya. “Aneh... aku tak bisa menghisap nya juga tak bisa merasakannya.” melepaskan kembali leher Judith kemudian mencoba memejamkan matanya dan menahan rasa hausnya sambil gadisnya.


Keesokan paginya Vaska bangun terlebih dulu daripada Judith.


“Ternyata rasa haus ku sudah hilang.” Vaska sama sekali tak merasa kehausan lagi dan tentu saja ia merasa lega karenanya.


Satu minggu berlalu namun Vaska sudah tidak merasakan haus darah lagi.


Dua minggu berlalu.


Suatu malam Judith terbangun dari tidurnya di saat Vaska masih tertidur lelap.

__ADS_1


“Kenapa aku merasa tiba-tiba bisa mencium bau darah ?” Judith menatap Vaska dan entah kenapa dia bisa merasakan aliran darah Vaska yang mengalir beredar ke seluruh tubuh hanya dengan melihatnya saja.


Ia mencoba lebih mendekat lagi dan tiba-tiba tanpa bisa ia kendalikan, ia ingin merasakan setetes darah Vaska.


“Hiss...” Judith memegang leher Vaska dan matanya berubah merah saat ia mencoba mencium leher kekasih nya itu lalu mencoba menghisap darahnya.


“Judith ada apa ?” Vaska tiba-tiba terbangun saat merasakan Judith menjilat lehernya. “Oh, tidak ada apa-apa, sayang.” Judith berkedip dan matanya kembali ke warna aslinya, masih memeluk leher Vaska.


“Barusan mata Judith berwarna merah.” Vaska memperhatikan iris Judith yang kembali berwarna coklat. “Mungkin aku hanya salah lihat saja.” tak mempercayai apa yang ia lihat.


Meskipun matanya sudah kembali normal namun entah kenapa Judith masih merasa haus.


“Sayang...” Judith mencium kasar bibir Vaska sambil menarik tali baju kekasihnya itu. “Judith kau...” Vaska membalas ciuman gadisnya itu dengan kasar dan ia pun mengunci tubuh Judith di bawah tubuhnya.

__ADS_1


Beberapa saat setelahnya terlihat kaki mereka menumpuk dari balik selimut di iringi ******* dari Vaska dan Judith yang bergantian.


__ADS_2