
Judith dan Vaska kembali ke tenda dengan membawa itu keranjang penuh jamur.
“Aku akan mengolahnya sekarang.” Judith mempersiapkan bahan dan peralatan yang akan ia gunakan untuk mengolah jamur menjadi masakan yang lezat. “Biar aku yang membuat apinya.” Vaska menghampiri Judith dan duduk berjongkok di sebelahnya kemudian membuat api dengan menjentikkan jarinya dan mengeluarkan sedikit saja kekuatannya.
“Terimakasih.” Judith tersenyum kecil melihat api yang sudah menyala. Ia segera memasukkan semua bahan yang ada dan mengolahnya. “Bagaimana apakah kita akan membangun rumah di sini atau di lain tempat ?” tiba-tiba pikirkan pada ucapan Vaska sebelumnya.
“Aku sudah menemukan lahan yang pas untuk dihuni dan saat ini Peter sedang membangun nya.” Vaska menjelaskan. “Bagaimana jika aku kembali ke lahan untuk melihat Peter ?” menatap intens Judith yang masih fokus memasak. “Ya, tentu saja kau boleh ke sana. Nanti saat masakannya sudah matang aku akan memanggilmu dari sini.” Judith mengangguk memberikan izin pada pria itu.
Vaska kemudian berdiri dan berjalan dengan pelan sambil beberapa kali menoleh ke belakang menatap Judith sebelum benar-benar menghilang dari sana.
__ADS_1
“Peter apa ada kendala dalam pengerjaan pembangunan rumah ini ?” Vaska muncul kembali tepat di lahan tempat ia membangun rumah dan langsung menghampiri Peter. “Tuan Vaska...” Peter berbalik dan menatap tuannya itu. “Seperti yang tuan lihat, proses pembangunan sedang berjalan dan saat ini belum ada kendala.” Peter menjelaskan.
Vaska kemudian kembali berjalan dan melihat pembangunan rumahnya lebih dekat lagi. Dengan adanya 50 pasukan vampir tentu saja pembangunan itu berjalan dengan cepat dan sudah terlihat 30% dalam tahap pembangunan.
Satu jam kemudian
Asap mengepul dari tempat Judith berada.
“Sayang... masakan ku sudah selesai.” Judith memanggil Vaska setelah ia menyiapkan masakan tadi dan menatanya peralatan makan dan membawanya masuk ke tenda.
__ADS_1
“Peter... Judith bilang sarapan pagi sudah siap.” Vaska mendengar panggilan kekasihnya kemudian memberitahukan pada pelayannya. “Baik tuan, tuan sarapan terlebih dulu baru nanti aku akan menyusul kemudian.” balas pelayan itu mengutamakan tuannya terlebih dulu. “Nanti dulu.” Vaska menolak karena ingin melihat proses pembangunan lebih dulu sambil menunggu masakan agar hangat.
Judith duduk di luar tenda menunggu kedatangan Vaska kembali setelah selesai menyiapkan sarapan pagi untuk mereka.
“Kenapa dia belum kembali juga ?” Judith menoleh ke arah jalanan tempat Vaska tadi pergi dan belum melihat pria itu kembali dari sana. “Mungkin dia masih menunggu pembangunan dan akan kembali beberapa menit lagi.”
“Lalu bagaimana dengan masakan ini ?” Judith melihat satu panci lain yang masih penuh. “Jika sudah dingin akan mengurangi rasanya. Apa sebaiknya masakan ini aku antarkan ke rumah warga sebentar saja dan langsung kembali ke sini ?” Judith memutuskan untuk mengantar masakannya sambil menunggu Vaska datang.
Judith membagi masakan tadi ke beberapa wadah kemudian membawanya menuju ke rumah warga.
__ADS_1
“Judith...” Sepuluh menit kemudian Vaska kembali ke tenda namun tak melihat kekasihnya. “Judith...” kembali memanggil dan mencarinya di luar tenda juga di sekitarnya namun tak ada di sana. “Kemana dia ?” Seketika bingung sekaligus khawatir. “Gadis itu kenapa akhir-akhir ini suka menghilang ?” berjalan mencari Judith.