Bloody Marriage Contract

Bloody Marriage Contract
Eps. 93 Kembali Bertemu


__ADS_3

Siang hari terlihat Judith duduk di kursinya. Ia diam termenung memikirkan Vaska.


“Kenapa tuan Vaska tiba-tiba memutuskan kontrak ? Padahal masih kurang dua bulan lagi.” Judith menatap kosong monitor yang ada di depannya. “Apa aku melakukan kesalahan padanya ?” terlihat kembali sedih saat memikirkannya.


“Judith dokumen yang aku minta apa sudah siap ?” ucap Manager Abel dari ruang sebelah. “Ya manager Abel, dokumen itu akan siap dalam 5 menit ke depan.” Judith tersadar dari lamarannya karena panggilan yang menggema di telinga.


Ia pun segera mengerjakan dokumen yang diminta oleh Manajer Abel.


“Ini Manajer Abel dokumen yang anda minta.” Judith menyerahkan dokumen yang baru saja selesai ia kerjakan pada sang manager.


Siang hari di jam istirahat


Judith yang masih kecewa dengan pertemuannya bersama Vaska tidak seperti yang ia harapkan, memutuskan untuk tidak masuk ke kantin hari ini.


“Mungkin saja tuan Vaska ada di kantin saat ini seperti dulu. Dan aku tidak ingin bertemu dengannya.” Judith melewati kantin dan hampir sampai kurang 10 langkah saja, namun ia berhenti kemudian berbalik dan pergi ke kantin yang ada di luar kantor.

__ADS_1


“Sepertinya di sini lumayan juga. Sekalian ganti suasana.” Judith masuk ke sebuah kantin dan memesan menu makanan, duduk di kursi kosong seorang diri.


Sementara di kantin perusahaan.


Vaska yang tahu biasanya Judith suka makan siang di kantin, pergi ke sana meskipun ia tidak makan dan hanya minum saja.


“Dimana Judith ?” Vaska masuk ke kantin 3 menit setelah Judith keluar dari kantor dan duduk di kursi kosong. Ia menetapkan sekitar untuk mencari keberadaan Judith, namun ia tidak menemukannya juga setelah duduk lebih dari 10 menit.


Dari luar kantin masuklah CEO Marvell. Ia berhenti di tengah jalan dan mengedarkan pandangan ke sekitar mencari keberadaan seseorang.


“Siang CEO Marvell, silakan duduk sini bersama kami.” ucap seorang gadis yang menatap pria itu dan masih ada satu kursi kosong yang tersisa.


“Di sini juga ada kursi kosong, CEO Marvell jika bersedia.” ucap gadis lain yang juga memberikan tawaran pada pria itu.


“Oh tidak terimakasih.” CEO Marvell menolak keduanya dan terus berjalan mencari kursi kosong sendiri.

__ADS_1


Tepat di saat Vaska berdiri dari tempat duduknya dan akan keluar dari kantin, ia berpapasan dengan CEO Marvell yang berjalan ke arahnya.


“Pangeran ke-21 ? Bagaimana dia bisa ada di sini ?” CEO Marvell berhenti dan terkejut menatap pria yang juga berhenti di depannya. “Bukankah dia sudah di hukum mati ? Kenapa dia masih hidup ?” CEO Marvell kembali heran saja karena menurut kabar yang didengarnya, Vaska sudah meninggal.


“Pria ini... si violet itu kan ? Kenapa dia kemari ?” Vaska menatap pria di depannya dengan tatapan tajam.


“Kau--” Vaska menatapnya dengan tatapan membunuh.


“Kau pasti CEO Vaska yang baru kembali dari luar negeri seperti yang diceritakan oleh para staf di sini bukan ?” CEO Marvell memotong ucapan Vaska. “Dan kau pasti tidak mengenal ku, aku baru di sini. Aku Marvell.” pria itu perkenalkan dirinya dan menjabat tangan Vaska.


Vaska diam dan tak membalas jabatan tangan dari Marvell.


“Baik Marvell aku akan mengingat namamu. Jangan sampai aku melihat mu mengambil sesuatu yang seharusnya menjadi milik ku.” balasnya seolah mengancam dan kemudian segera berlalu meninggalkan pria itu.


“Ha... menarik sekali.” CEO Marvell tersenyum kecil dan berbalik menatap Vaska yang sudah keluar dari kantin.

__ADS_1


__ADS_2