Bloody Marriage Contract

Bloody Marriage Contract
Eps. 204 Perjalanan Dimulai


__ADS_3

Judith mengembalikan buku yang dilihatnya pada Vaska karena ya tak ingin melihat sosok vampir yang menurutnya mengerikan itu lagi.


“Jadi apa kau akan menemui sosok vampir itu ?” tanya Judith penasaran. “Ya, tentu saja tapi mungkin tidak sekarang dan Mungkin aku akan ke sana di saat praktek pengobatan ini libur.” Vaska berdiri setelah menutup buku tadi dan memegang dagu Judith.


“Jika ingin menemuinya tak perlu menunggu libur dulu bukan ? Bisa menutupnya lebih awal seperti sebelumnya.”


“Apakah kau sangat tidak sabar dan ingin segera melihatku berubah menjadi manusia ?” Vaska menatap intens gadisnya. “Oh tidak sayang bukan seperti itu maksudku. Biasanya kau sangat bersemangat sekali.” Judith mencoba menjelaskan agar tidak terjadi kesalahpahaman di antara mereka.


“Baiklah jika kau bilang begitu maka aku akan pergi ke Armstrong di akhir pekan ini.” Vaska menimpali karena jujur ia pun sebenarnya berat untuk merubah dirinya menjadi seorang manusia. Namun ia benar-benar ingin hidup bersama gadis pujaannya sampai ujung waktu dan oleh karena itu ia pun harus mempersiapkan mental dan fisiknya dulu baru berangkat ke sana.


“Peter sudah menyiapkan sarapan pagi untuk kita berdua.” Judith mengalihkan topik pembicaraan mereka. “Ayo kita keluar dari sini.” ucapnya menambahkan untuk mengajaknya makan bersama.

__ADS_1


“Ya... aku akan kembalikan buku ini ke tempatnya dulu.” Vaska mengambil sebuah buku yang ada di meja kemudian mengembalikan ke rak buku tempat ia mengambilnya tadi, kemudian menuju ke ruang makan bersama Judith.


Beberapa hari kemudian tepat di akhir pekan. Hari ini tempat praktek pengobatan Vaska tutup. Terlihat pria itu sedang bersiap sendiri tadi dan baru selesai.


“Sayang... aku sudah memakai jaket tebal bahkan lebih tebal daripada sebelumnya yang pernah aku pakai saat kita keluar bersama mencari Selachipmorpha.” Judith keluar dari ruang ganti dan menghampiri Vaska yang baru keluar dari sebuah ruangan.


Vaska menghampiri Judith dan mengajaknya duduk sebentar untuk bicara.


“Kenapa aku tak boleh ikut denganmu ?” Judith tak mengerti alasannya dan minta penjelasan dari pria itu.


“Jangan salah paham dulu bukannya aku tak mau mengajakmu tapi karena aku lebih memikirkan keselamatan mu. Selain itu sebelumnya kau bilang ngeri melihat sosok Ropalochera.” Vaska menjelaskan panjang lebar alasannya melarang gadisnya ikut bersamanya.

__ADS_1


“Ya, tapi aku sudah tidak takut lagi dan ingin menemanimu ke sana.” Judith terus mendesak meskipun sebenarnya ia masih takut melihat sosok Ropalochera.


“Tidak... tidak... aku tidak tahu ada apa di sana dan aku tidak ingin sesuatu terjadi padamu.” Vaska juga bersikeras pada pendiriannya, tetap tidak mengizinkan Judith ikut bersamanya. “Baik aku tidak akan ikut denganmu tapi setidaknya kau harus membawa seseorang untuk menemanimu.” balas Judith yang juga mengkhawatirkan kondisi Vaska.


Vaska diam saja dan berpikir mencari Jalan tengahnya.


“Jika begitu aku akan mengajak Peter saja.” Judith mengangguk setuju maka Vaska pun kemudian memanggil pelayannya itu untuk menemaninya pergi ke Armstrong.


Karena Vaska juga khawatir pada keselamatan Judith di rumah, maka ia pun menempatkan satu pelayan lagi di rumah untuk menjaga gadisnya.


“Kami berangkat dulu.” Vaska berpamitan pada Judith yang mengantarnya sampai keluar rumah. “Cepatlah kembali.” Judith Melambaikan tangan dan merasa berat melepas kepergian kekasihnya itu.

__ADS_1


Vaska dan Peter pun dalam hitungan detik menghilang dari sana dan melakukan perjalanan menuju ke selatan.


__ADS_2