Bloody Marriage Contract

Bloody Marriage Contract
Eps. 58 Tanah Kosong


__ADS_3

Judith terus berlari ke sembarang arah. Ia masih tak percaya dengan ucapan yang ia dengar dari Kyle. “Tuan Vaska kenapa semua orang di sini melupakan dirimu ? mereka sama sekali tak mengingat tentang dirimu ?” masih tak percaya dengan kenyataan yang ada.


Ia tidak masuk ke ruangan namun masuk ke ruangan absen. Di sana ada petugas absen yang mempunyai rekapan data semua karyawan yang bekerja di sana.


“Tuan maaf apa aku bisa melihat semua absen staf di sini selama satu minggu kemarin ?” Judith menghampiri petugas absensi yang duduk dan mereka tetap absensi hari ini. “Ya boleh, tunggu dulu.”


Petugas absensi kemudian mencari rekapan data absensi semua karyawan tujuh hari yang lalu dan menyerahkannya pada Judith.


“Terimakasih.” jawabnya tidak sabar dan segera melihat daftar absensi di tangannya. “Oh My God... nama tuan Vaska bahkan tidak terlampir di sini.” pekiknya terkejut karena pria itu benar-benar bukan staf di perusahaan ini. “Ini tuan, terimakasih.” Judith mengembalikan daftar absensi itu pada petugas absensi.

__ADS_1


“Tuan Vaska... sebenarnya ada apa ini ?” Judith keluar dari ruang absensi dan kembali berjalan menuju ke ruangannya dengan langkah kaki yang gontai. Tanpa ia sadari, ia pun menitik kan air matanya untuk Vaska.


Ia pun akhirnya kembali masuk ke ruangan kerjanya. Di sana ia terlihat tak bersemangat mengerjakan semua tugasnya.


Sore hari sepulang kerja. Judith tidak langsung pulang ke rumah tapi ia menuju ke rumah Vaska. Setelah 30 menit berjalan ia pun tiba di sana.


“Apa ? Kenapa di sini hanya tanah kosong saja ?” pekik Judith kembali terkejut saat melihat tak ada bangunan rumah mewah dan megah milik Vaska di sana. Ia mengecek kedua matanya barangkali saja salah melihat dan membuka matanya kembali. “Rumah itu benar-benar menghilang.” melihat tanah kosong dan luas di depannya.


“Tuan... kenapa ini ?” Judith berjalan mengitari Tanah kosong itu dan sama sekali tak menemukan apapun di sana. “Tuan... kemana kau sebenarnya ? Kenapa semuanya menghilang seperti ini ?” Judith berjongkok lalu mengambil tanah dan menatapnya.

__ADS_1


Semua kejadian dan ingatan tentang Vaska muncul satu per satu dalam benaknya, terlebih malam di saat pria itu menyentuh seluruh tubuhnya dengan mata merahnya. “Tuan Vaska... berilah aku petunjuk bagaimana cara untuk menemukan dirimu dan membawamu kembali.” Judith terisak menatap tangannya yang terbuka saat tanah itu kembali jatuh.


Ia berdiri sambil menghapus air matanya. Ia benar-benar tak bisa melupakan pria itu, terlebih ia sudah berjanji padanya akan menjaganya.


“Di sini adalah kamar mu.” Judith berdiri tepat di tanah yang dulunya merupakan kamar Vaska. Ia Teringat semua kejadian di sana bersama pria itu. Bagaimana Vaska menghisap darahnya dan semua hal lainnya yang membuatnya semakin bersedih. “Tuan... aku akan menemukanmu.”


Judith kemudian melangkahkan kakinya pergi dari sana sambil mengusap air matanya yang terus menetes dari kedua pelupuk matanya.


“Kasihan sekali gadis itu.” ucap Peter pelayan Vaska setelah kepergian Judith dari rumah Vaska yang masih berdiri tegak di sana namun ia membuatnya menjadi tak terlihat oleh ras manusia. “Tuan Vaska... aku tidak merasakan sinyal engkau meninggal. Tapi di mana keberadaan mu saat ini ?”

__ADS_1


Peter berbalik dan masuk ke dalam dengan berjalan menunduk dan juga tatapan sedih.


__ADS_2