
Judith setelah pergi dan kembali ke tempat duduknya. Di kursi dia diam dan memikirkan kejadian barusan. “Aku merasa ada bagian tubuh CEO Vaska mengeras, tadi saat aku duduk di sana.”pipinya memerah memikirkannya.
“Tidak-tidak.... apa yang kupikirkan. Itu tidak mungkin terjadi.”batin Judith menghapus pikiran kotor yang terlintas begitu saja. Ia pun tak mau melanjutkan pikiran itu dan mengalihkan pikirannya pada pekerjaannya saat ini.
Vaska diam, sesekali dia menatap punggung Judith. “Apa yang terjadi padaku barusan ? Kenapa aku tiba-tiba berhasrat seperti itu pada Judith ?” pikirnya merasa aneh pada dirinya sendiri. Betapa tidak, selama ini sampai umurnya 500 tahun tak satupun ada satu wanita yang bisa membuatnya bergetar dan membangkitkan nafsunya seperti ini, bahkan pada para wanita vampir juga para istri kontraknya. Secara, Judith memang manis namun tidak lebih manis dari para istri kontraknya dan wanita vampir.
“Pasti ini hanya kebetulan saja. Aku tidak mungkin punya perasaan pada manusia, apalagi Judith.” Vaska tiba-tiba berdiri dari tempat duduknya, keluar dari kantor.
“Ada apa dengan CEO, apa aku melakukan kesalahan ?”Judith melihat CEO itu mencuri pandang padanya dan terlihat sedikit salah tingkah saat dia menatapnya kembali.
“Judith jika ada yang mencari ku bilang saja aku pulang.” Vaska berhenti sebentar menatap gadis kecil itu lalu kembali melanjutkan langkahnya.
“Baik tuan.” jawabnya singkat meskipun dia merasa aneh karena tak pernah sebelumnya CEO meninggalkan kerja.
__ADS_1
Sore hari sepulang kerja Judith membersihkan diri dan bersiap untuk pergi ke rumah Vaska.
“Masih dua jam lagi.”Judith menatap jam dinding yang menunjukkan masih sore hari dan belum saatnya dia berangkat.
Ia tiba-tiba berdiri jadi tempat duduknya menuju ke kotak obat dan mengambil beberapa butir pil penambah darah dan juga mengambil segelas air.
“Aku harus rutin minum pil penambah darah ini. Jika tidak, mungkin aku sudah masuk ke rumah sakit lagi.”Judith segera meminum tiga butir pil penambah darah yang di ambilnya dari kotak obat. Gadis itu sudah satu bulan semenjak keluar dari rumah sakit belum masuk lagi ke rumah sakit hingga saat ini akibat defisiensi darah.
Dua jam kemudian Judith tiba di depan rumah Vaska. Ia masuk seperti biasa ke rumah itu.
“Tuan Vaska...”Judith menyapa pria itu dan berhenti di sampingnya.
“Kau duduk saja di sana.”Vaska menunjuk sebuah kursi.
__ADS_1
“Ya tuan.”
Judith duduk di kursi yang ditunjuk oleh Vaska, sedangkan pria itu tetap berdiri di tempatnya saat ini.
“Kenapa dia hanya menyuruhku duduk di sini sedari tadi ?”batin Judith karena sudah satu jam berlalu dan tak ada percakapan di antara mereka.
“Ehm... Judith ikut aku sekarang.”Vaska berjalan ke belakang tiga puluh menit kemudian selamat berpikir apa tindakan yang akan diambil selanjutnya.
Judith mengikuti lelaki itu berjalan dan mereka berhenti di ruang makan. “Peter bawakan minuman untuk nona Judith ke sini.”
“Ya tuan.”dalam hitungan menit pelayan Vaska kembali dengan membawakan minuman untuk Judith.
“Minumlah... ini hanya sebuah jus.”Vaska mengambil gelas dan menuangkan minuman berwarna orange ke dalamnya lalu. “Ya tuan.”
__ADS_1
“bugh....”setelah menghabiskan satu gelas jus, Judith ambruk. Vaska segera menangkapnya kemudian menggendongnya dan membawanya masuk ke kamar.