
“Bagaimana jika kita sarapan pagi di sini saja ?” Vaska mengakhiri ciuman dan mengusap pipi Judith dengan lembut. “Kenapa kau tidak bilang saja kalau penat setelah bekerja ?” Judith menanggapi kemudian melepas pelukannya.
“Tapi aku ingin mengusir penat ku bersama mu.” Vaska menggenggam tangan Judith. “Kita ambil sarapan kita dulu lalu kembali lagi ke sini.” berjalan keluar hutan kembali ke rumah bersama Judith.
“Pria di samping gadis itu adalah seorang vampir.” wanita tadi beralih menatap Vaska. “Usianya sama dengan salah satu putra ku. Seandainya saja aku bisa kembali bertemu dengan putriku dan berkumpul dengan mereka semua.” terlihat sedih menatap Vaska karena ingat pada keluarga yang telah ditinggalkannya.
“Emm...” Vaska mencium rambut Judith. “Ada aroma Matheos di sini.” Vaska terkejut sekali saat mencium aroma yang tertinggal di tubuh Judith.
Ia pun berhenti kemudian berjalan cepat mencari Matheos yang mungkin saja ada di sana.
“Sayang kau mau ke mana ?” Judith berbalik saat Vaska pergi meninggalkan dirinya. “Tetap di situ jangan pergi kemanapun. Aku hanya memeriksa sebentar dan akan kembali.” Vaska berbalik untuk menjawab Judith kemudian kembali menyisir lokasi.
__ADS_1
“Dia menyadari keberadaan ku di sini.” wanita tadi melihat Vaska bergerak menuju ke tempatnya berada saat ini. Ia pun terpaku saat melihat wajah Vaska yang terlihat lebih dekat dengannya. “Wajah itu... mengingatkan ku pada Ernesto di masa mudanya.” wanita tadi pun segera menghilang dari sana karena tak ingin tertangkap.
“Sial aku kehilangan jejaknya !” Vaska melihat tempat itu sudah kosong meskipun masih tercium aroma kuat Matheos. “Judith, aku meninggalkannya sendirian !” Vaska teringat pada gadisnya Dan ia pun segera menghilang dari sana kemudian kembali ke tempat Judith berada.
“Sayang, kau kembali.” Judith melihat Vaska datang dan menghampirinya. “Apa tadi kau bertemu dengan burung putih bertanduk ?” Vaska bertanya dengan cemas sambil menyentuh leher Judith dan memeriksanya.
“Ya, tadi aku bertemu dengan burung putih bertanduk, juga burung bertanduk berbulu keemasan yang mengusir burung putih.” Judith menjelaskan pada Vaska sambil berjalan kembali.
Judith mengangguk karena ia mengira itu adalah burung biasa saja seperti pada umumnya.
“Ingat jangan sampai kau mendekati burung itu bila bertemu lagi dengannya. Atau pergi sejauh mungkin saat melihat burung itu datang.” Vaska mengingatkan Judith untuk waspada dan berhati-hati. “Tapi kenapa, burung itu cantik sekali.”
__ADS_1
“Burung itu penyebab anak-anak dan warga di sini sakit.” Vaska memberi penjelasan singkat tanpa memberitahu jika itu sebenarnya adalah vampir. “Ya, sayang.” Judith mengangguk dan terlihat sedikit ketakutan setelah mendengar apa yang barusan diceritakan oleh kekasihnya.
Jauh di dalam hutan
Terlihat semua Matheos berkumpul di sana termasuk raja mereka.
“Ada yang tahu dimana Putri Lily berada ?” tanya Raja Alfonso pada semua warganya yang ada di sana karena tidak melihat keberadaan putrinya.
“Ayah... aku di sini.” sang putri segera muncul di hadapan Raja Alfonso dengan cepat sebelum ada salah satu Matheos yang memberitahukan ke mana ia pergi pada ayahnya.
“Kau dari mana ?” Raja Alfonso menatap sang putri. “Aku hanya berkeliling sebentar di depan ayah.” jawabnya singkat.
__ADS_1
Raja Alfonso kemudian kembali menata semua warganya yang ada di sana dan memberikan pengarahan kepada mereka.