Bloody Marriage Contract

Bloody Marriage Contract
Eps. 166 Wabah Menyebar


__ADS_3

“Baiklah jangan keluar rumah dan terkena air selama tiga hari ke depan. Perbanyak minum air putih juga makan daging merah beserta kacang merah.” Vaska memberikan nasehat juga resep pada pasien yang merupakan seorang anak lelaki. “Baik dokter Vaska, terimakasih.”


Mereka segera keluar dari ruang praktek dan menyerahkan resep untuk mengambil obat.


Pasien berikutnya yang masuk ternyata juga seorang anak kecil.


“Benar-benar Matheos itu makin serakah saja dari hari ke hari.” Vaska mengumpat kesal dalam hati karena pasien berusia anak-anak yang periksa di tempatnya semakin bertambah banyak saja.


Vaska memberikan nasehat pada pasien sebelum meninggalkan ruangannya dan harus menghindari apa saja agar segera sembuh.


“Kuharap pasien berikutnya bukan anak-anak.” Vaska menunggu pasien berikutnya dan ternyata harapannya tidak terwujud. Pasien yang datang adalah seorang anak kecil. “Ini adalah pasien ke-15 hari ini.” Vaska merasa resah melihat pasien yang masuk juga merupakan seorang anak.


Siang hari anak-anak yang sudah berobat di tempat pengobatan Vaska terlihat sedang beristirahat setelah meminum obat.

__ADS_1


Salah satu pasien di rumah warga tiba-tiba merasa seluruh badannya panas.


“Ibu... tolong kemari.” panggil seorang anak perempuan dari dalam kamar setelah bangun tidur. “Cory ada apa ?” sang Ibu segera berlari dan masuk ke kamar putrinya.


Anak perempuan itu kemudian turun dari tempat tidur dan menghampiri ibunya.


“Ibu lihat ini...” anak perempuan tadi menunjukkan bintik merah di tangannya semakin membesar dan berisi air. “Rasanya gatal sekali dan perih ibu.” keluh sang putri.


“Coba ibu lihat.” sang ibu memegang tangan putrinya dan menyentuh bintik merah yang ada di sana. “Dosh !” bintik merah berisi cairan itu kemudian pecah.


“Sekarang tidurlah, besok luka mu akan kering.” sang ibu mengantar kembali putrinya ke tempat tidur.


Sore harinya ibu tadi tiba-tiba merasa badannya gerah dan kulitnya terlihat merah tanpa sebab.

__ADS_1


“Kenapa kulitku tiba-tiba memerah ?” gumamnya saat bercermin sehabis keluar dari kamar mandi. “Mungkin aku demam.” ia pun pergi ke kotak obat dan mengambil obat penurun panas kemudian meminumnya.


Malam harinya


“Oh... sekarang aku merasakan seluruh tubuhku gatal.” ibu tadi melihat tangannya yang mulai timbul bintik merah dan terasa gatal sekali. “Ini... mirip sekali dengan sakit Cory.” terpekik kaget mengidap penyakit yang sama dengan putrinya.


“Ibu, makan malamnya mana ?” panggil ayah yang berada di ruang makan menunggu hidangan makan malam. “Sebentar, ayah.” sang ibu kemudian mengambil hidangan masakan yang sudah matang dan membawanya ke meja.


“Ayo kita makan.” ibu tadi mengabaikan nasi untuk suaminya dan tak sengaja tangannya yang terdapat bintik merah menyentuh tangan suaminya.


Keesokan paginya


Ayahnya Cory bangun karena merasa tubuhnya tak enak.

__ADS_1


“Tubuh ku rasanya aneh sekali.” pria itu turun dari tempat tidur Kemudian menuju ke depan cermin. “Argh... kenapa aku ?” ia terkejut sekali saat melihat mukanya saat ini memerah dan juga di tangannya mulai tumbal bintik merah berair.


Yah dalam sekejap saja tak hanya satu rumah saja yang terjangkit penyakit itu namun di rumah lain warga juga terjadi hal yang sama. Di setiap rumah yang terdapat anak yang sakit maka satu keluarga ikut tertular


__ADS_2