Bloody Marriage Contract

Bloody Marriage Contract
Eps. 8 Ruangan Terlarang


__ADS_3

Vaska merasa sangat lapar dan menatap Judith yang sudah tergeletak di tempat tidurnya. Lama dia memandangi gadis itu dan bingung apa yang harus dilakukannya. Jika dia memaksakan diri menghisap darahnya yang tidak segar saat ini pasti akan berimbas pada dirinya juga, tapi dia tak bisa menahan rasa dahaganya.


“Apakah aku terpaksa harus melakukan itu ?”gumam Vaska terdesak karena tak ada cara lain untuk melepas dahaganya.


Dikisahkan rasa haus seorang vampir bisa di atasi dengan menghisap darah atau meniduri seorang wanita.


“huft... aku sebenarnya tak bermaksud melakukannya. Karena bukan sembarangan orang yang bisa melakukan itu dengan ku.”gumam Vaska kembali menatap Judith yang masih belum sadar.


Vaska pun memejamkan mata sebentar dan membuka matanya kembali lalu menyentuh tangan Judith dan beralih memegang tubuhnya.


“krak... !”Vaska memiringkan tubuh Judith dan membuka resleting bajunya.


Saat dia akan melepas bajunya Judith dia kembali berhenti karena sebenarnya tak ingin melakukannya.


Namun rasa hausnya lebih mendominasi daripada perasaannya yang membuatnya memeluk gadis itu lalu mencium lehernya.


“Bangun...bangun...”Judith seperti mendengar suara seseorang entah siapa itu mencoba untuk membangunkan dirinya di tengah kesadarannya.


“Ugh... siapa itu yang memanggil ku, kenapa rasanya berat sekali membuka mataku ?”batin Judith mencoba membuka matanya.


“Apa ini yang terasa berat menindih tubuh ku ?”batin Judith lagi di tengah kesadarannya.


“Hiss... rasa apa ini... siapa yang menyentuh leherku ?”batin Judith lagi saat merasa ada yang mencium lehernya.


Dia mencoba untuk tenang dan mengingat hal terakhir yang dilakukannya.


“Bukankah aku sebelumnya ada di rumah tuan Vaska dan menemaninya bermain billiard ? Lalu apa yang terjadi padaku saat ini ? Apakah aku masih di rumah tuan Vaska ?”batin gadis itu lagi setelah teringat.


Judith kemudian berusaha keras membuka matanya. Dan dia terkejut sekali melihat Vaska ada di atas tubuhnya dan sedang mencumbunya.


“Aaah... tidak... lepas-lepaskan aku.”ucap Judith sambil mendorong Vaska menjauh dari tubuhnya.


Vaska berhenti kemudian duduk. Dia terkejut melihat Judith yang sudah bangun.


“Bagaimana dia bisa bangun ? Apakah bius ku kurang kuat ?”batin Vaska menatap Judith yang terlihat gemetar.


Judith ketakutan saat melihat mata lelaki itu berubah menjadi merah.

__ADS_1


“Ada apa ini... apa yang dilakukan oleh tuan Vaska pada ku ? Hal seperti ini tak ada di perjanjian kontrak.”batin Judith masih menatap lelaki di depannya dengan ketakutan.


Karena sudah terlanjur memulai maka lelaki itu tak bisa berhenti. Vaska memegang erat kedua tangan Judith dan mengunci nya.


“Tuan Vaska... tolong lepaskan aku. Aku bersedia melakukan apapun untukmu tapi tidak yang satu ini.”ucap Judith memohon dan hampir menangis.


Vaska ingin berhenti karena merasa kasihan pada gadis itu tapi dia tak bisa mengendalikan dirinya sendiri.


“Tidak... aku tidak mau seperti ini. apapun caranya aku harus bebas terlepas dari lelaki ini malam ini.”batin Judith.


Dia pun mengumpulkan segenap kekuatan dan keberaniannya. Karena kedua tangannya dikunci gadis itu pun menggunakan kakinya yang masih bebas tak di kunci.


“bugh.... !”Judith menendang bagian tubuh Vaska yang paling sensitif.


“Auwh.... kau.... !”pekik Vaska mengerang kesakitan dan langsung melepas kedua tangan Judith sambil memegang area di tubuhnya yang sakit.


“Maaf... aku-aku tidak bermaksud melakukannya, aku terpaksa melakukan ini.”ucap Judith merasa bersalah.


Gadis itu pun segera bergerak cepat dan memanfaatkan kesempatan yang ada untuk kabur sebelum kekuatan lelaki itu kembali boleh dan menangkapnya kembali.


Judith turun dari tempat tidur dan keluar dari kamar Vaska lalu berlari dengan cepat di lorong menuju ke pintu keluar.


“Tuan Vaska kenapa ?”ucap pelayan itu bertanya saat melihat tuannya meringis menahan sakit.


“hiiss.... gadis kecil itu kabur. Cepat kejar dan tangkap dia, bawa dia kembali padaku !”jawab Vaska memberi perintah.


“Baik tuan... !”jawab pelayan tadi sambil memberi hormat. Dia pun tiba-tiba berubah menjadi kelelawar hitam dan terbang menyusuri lorong untuk mencari Judith.


“phaak...”seekor kelelawar hitam terbang mengejar Judith yang ada di lorong.


“Kenapa ada kelelawar di rumah semewah ini ?”batin gadis itu saat menatap ke atas dan merasa aneh karenanya.


Kelelawar itu terlihat mengejar Judith kemanapun dia berlari.


“Aku merasa kelelawar ini mengejar ku, tapi kenapa ?”batin Judith lagi. Untuk membuktikan apa yang dipikirkannya benar atau tidaknya dia melakukan tes.


Gadis itu berhenti berlari aku selama beberapa detik dan ternyata kelelawar tadi ikut berhenti dan mengitari tubuhnya. Entah kenapa dia merasa merinding melihat kelelawar itu dan membuatnya berlari lagi tanpa sebab yang jelas.

__ADS_1


“tap... tap... tap...”Vaska yang sudah tidak merasakan sakit lagi di area paling sensitifnya berjalan mencari Judith.


Judith mendengar suara yang dekat langkah kaki dari kejauhan dan semakin lama suaranya semakin dekat dengannya.


“Gawat... itu pasti tuan Vaska yang mengejar ku. Jika aku terus berlari maka sudah pasti dia akan bisa menangkap ku. Jadi sebaiknya aku bersembunyi saja.”gumam Judith berlari sambil mempercepat langkah kakinya.


Di depannya di sisi barat, dia lihat ada sebuah ruangan yang terbuka dan dia pun langsung masuk ke sana.


“klik... !”Judith menutup pintu ruangan itu dan meringkuk bersembunyi di bawah kolong tempat tidur.


“kriek...”pelayan Vaska membuka pintu ruangan tempat Judith bersembunyi lalu masuk ke sana namun di ruangan itu kosong yang membuatnya keluar dari ruangan itu.


Di tengah jalan dia bertemu dengan Vaska dan berhenti menghampirinya.


“Dimana gadis kecil itu ?”tanya Vaska.


“Maaf tuan...gadis itu berhasil kabur.”jawab pelayan itu meminta maaf.


“Argh...”tubuh Vaska tiba-tiba berubah menjadi sesosok vampir sempurna dengan kedua taring giginya yang runcing.


“Gawat... tuan sudah berubah. Aku harus bertindak cepat.”batin pelayan tadi.


“Tuan tolong Ikuti aku.”ucap pelayan tadi pada Vaska kemudian dia kembali berubah menjadi kelelawar hitam dan terbang menuju ke sebuah ruangan yang disegel dan dikunci.


“plof... !”pelayan tadi kembali ke wujud manusia. Dia kemudian membuka segel rantai pintu ruangan itu.


Vaska kemudian segera masuk ke ruangan itu saat pintu ruangan itu terbuka. Sepuluh menit kemudian Vaska keluar dari ruangan itu dan dia sudah berada dalam wujud manusia.


“Nanti biar aku kunci sendiri.”ucap Vaska saat pelayannya mau menyegel kembali tempat itu.


“Baik tuan.”jawab pelayan tadi kemudian pergi dan berlalu meninggalkannya.


Dua jam kemudian Judith ya masih berada di ruangan dan belum keluar dari sana, keluar dari bawah kolong tempat tidur. Dia berjalan mengendap-endap di lorong.


Gadis itu secara tidak sengaja melihat ruangan yang sebelumnya disegel saat ini pintunya sedikit terbuka dan itu membuatnya penasaran.


“Aku hanya akan melihat sebentar saja dan setelah itu segera pergi dari sini.”batin Judith. Dia pun masuk ke ruangan itu dan menetap kembali pintu ruangan.

__ADS_1


Namun Judith terlihat syok berat dan ketakutan sendiri setelah melihat apa yang ada di dalam ruangan itu.


BERSAMBUNG....


__ADS_2