
Beberapa hari berlalu
Pablo dan Hemisphere lainnya rutin melakukan patroli.
“Sejak saat itu aku tidak pernah melihat kedatangan pasukan pengawal dari kerajaan.” ucap seorang Hemisphere pada Pablo.
“Ya mungkin yang mulia tidak melakukan perintah pencarian lagi.” Pablo menanggapi sambil menatap ke arah perbatasan tempat mereka berpatroli.
Karena kondisi sudah benar aman dan tak ada sesuatu yang mencurigakan di sana mereka pun mengakhiri patroli mereka dan kembali ke rumah masing-masing.
“Pangeran...” sapa Pablo saat masuk ke rumahnya dan melihat Vaska sedang duduk di kursi. “Ada apa Pablo ?” Vaska berdiri dan menatap pria itu.
“Pangeran beberapa waktu ini aku melakukan patroli dan keadaan di sini aman, tak ada pasukan dari kerajaan yang mencari anda.” Pablo menyampaikan berita bagus itu pada Vaska. “Oh benarkah ? Jika begitu maka aku bisa kembali ke rumah ku ?” Vaska tersenyum lebar mendengar berita itu karena memang sudah lama ia ingin sekali kembali ke rumahnya.
Pablo hanya mengangguk saja menanggapi pertanyaan dari Vaska.
“Pablo jika begitu aku akan kembali ke rumahku hari ini.” Vaska menghampiri Pablo. “Terima kasih banyak selama ini kau sudah banyak membantuku. Jika kau perlu sesuatu bilang saja padaku.” menepuk bahu Pablo dan menatapnya dengan rasa persaudaraan yang tinggi.
__ADS_1
“Tak perlu sungkan seperti itu padaku pangeran. Kita semua adalah satu keluarga Hemisphere.”
Sore harinya Vaska berpamitan pada Pablo, pria yang telah menyelamatkan dirinya.
“Sampai jumpa pangeran. Jika butuh bantuan atau sesuatu jangan pernah sungkan untuk mengatakannya padaku atau yang lainnya.” Pablo mengantar kepergian Vaska hingga ke depan rumah.
Beberapa saat setelahnya Vaska benar-benar kembali ke rumahnya.
“Peter membuat rumah ini tak nampak rupanya.” Vaska tiba di lokasi rumahnya di sebuah tanah kosong, namun ia tak bisa melihatnya jika rumah itu hanya disembunyikan saja dari sebagian pandangan oleh Peter.
“Seperti aroma tuan muda, apa benar ia datang ?” Peter merasakan kehadiran Vaska dari dalam rumah.
“Pangeran !” teriak Peter saat melihat benar-benar tuannya yang datang. “Anda benar-benar sudah pulang tuan.” tersenyum lebar menatap Vaska dan merasa lega karena tuannya sudah dalam keadaan sehat.
“Ya Peter, aku benar-benar pulang.” Vaska berjalan masuk ke rumah sambil melihat lihat seluruh isi rumah yang sudah ia rindukan.
“Tuan aku menyembunyikan rumah ini dari mata manusia. Apa sekarang aku kembalikan lagi seperti semula ?” Peter mengikuti Vaska kemanapun dia pergi.
__ADS_1
Vaska diam sejenak dan berpikir.
“Jangan dulu Peter. Aku masih ragu karena kondisi belum sepenuhnya aman. Nanti jika saatnya tiba akan ku kembalikan sendiri.” Vaska berhenti dan berbalik menatap pelayannya itu saat ia sudah sampai di kamarnya.
Mereka berdua kemudian kembali bercakap-cakap darimana Vaska selama ini dan hal lainnya.
Sore hari sepulang kerja
Judith seperti biasa gadis itu tak pernah absen berkunjung ke rumah Vaska setiap hari.
“Hari ini cerah, sama sekali tidak mendung.” Judith berada di tempat parkir dan menatap ke atas melihat langit yang berwarna biru cerah dengan tersenyum lebar. “Aku akan ke sana sekarang.” menyalakan motor dan mengendarainya.
Tak lama kemudian ia tiba di tanah kosong tempat rumah Vaska berdiri.
Judith segera memarkir sepeda motornya di tepi jalan kemudian masuk ke tanah kosong. Seperti biasa ia berhenti tepat di bagian kamar Vaska berada.
“Tuan aku datang.” Judith membuka pintu dan masuk ke kamar.
__ADS_1
“Judith kau...” Vaska yang saat itu sedang berbaring di tempat tidur terkejut saat mendengar suara khas Judith yang tiba-tiba sudah berada di kamarnya.