Bloody Marriage Contract

Bloody Marriage Contract
Eps. 171 Malam Bulan Purnama


__ADS_3

Satu jam setelahnya Judith turun dari tubuh Vaska setelah pria itu menyemburkan cairan semen hangat yang membuatnya sangat mengantuk sekali.


Judith berbaring di samping Vaska dan memeluknya.


“Judith, kau tidur dulu aku akan memeriksa sebentar di luar.” Vaska duduk dan memakai bajunya setelah menyelimuti tubuh polos Judith dengan selimut putih.


Judith yang merasa lemas dan mengantuk berat setelah beraktivitas hanya mengangguk saja menatap Vaska.


“klak.” Vaska membuka jendela dan keluar dari sana. Ia pun memeriksa kesakitan hingga naik ke atap rumah. “Ada seorang, tempat nya seorang Matheos di sini.” melihat ada satu genting rumah yang sedikit bergeser.


Ia pun turun kembali ke tanah dan menyisir lokasi sekitar.


“Dia sudah kabur.” Vaska tidak menemukan penyusup itu. “Apa yang di lakukan penyusup itu kemari ? Apa dia ingin menjadikan Judith sebagai target berikutnya ?” Vaska berdiri di depan jendela dan menatap ke arah kamar. “Aku tak akan membiarkan siapapun menyentuh mu dan melukaimu.” Vaska kembali masuk ke kamar setelah memastikan keadaan aman dan kunci rapat jendela kamarnya.

__ADS_1


Ia pun kembali berbaring di samping Judith dan memeluknya sembari memejamkan matanya.


Satu minggu berlalu dan hari ini adalah tanggal 15. Akan ada bulan purnama saat malam hari nanti.


Di pagi hari terlihat Vaska dan Judith yang terlihat segar dan berseri-seri sudah mengenakan pakaian serba putih.


“Ayo kita buka sekarang.” Vaska kalian bersemangat sekali. “Tentu sayang.” Judith berjalan ke depan dan membuka tempat praktek pengobatan, sementara Vaska masuk lewat pintu belakang seperti biasanya.


Lima menit kemudian setelah tempat praktek dibuka pasien berdatangan.


Hingga sore menjelang malam, tiba-tiba Vaska merasa tubuhnya sedikit tidak enak.


“Kenapa aku merasa sedikit demam ?” Vaska memeriksa suhu tubuhnya sendiri dengan termometer yang menunjukkan suhu 38 derajat. “Judith kemari sebentar.” Vaska memanggil gadisnya agar masuk ke dalam.

__ADS_1


“Ada apa sayang ?” Judith masuk ke dalam dan menghampiri Vaska. “Aku tiba-tiba saja tak enak badan. Hari ini kita tutup lebih awal saja.” Vaska duduk di kursi sambil bersandar. “Sayang kau kenapa ?” Judith menyentuh dahi Vaska yang panas. “Astaga, aku akan mengantarmu ke dalam untuk beristirahat setelah menutup praktik pengobatan ini.” Judith terkejut pria itu tiba-tiba sakit padahal tadi pagi baik-baik saja.


Ia pun kembali keluar dan segera menutup tempat praktek sebelum ada pasien yang datang lagi, kebetulan pasien di ruang tunggu sudah habis.


“Kau tak apa, sayang ?” Judith kembali masuk ke ruangan kemudian memapah Vaska berjalan masuk ke dalam.


“Sayang sekali dokter Vaska tutup lebih awal hari ini.” ucap seorang pasien yang datang saat melihat tempat itu tutup lebih awal dari biasanya. “Mungkin dokter Vaska ada keperluan penting.” timpal pasien lain yang datang dan terlihat kecewa.


Beberapa pasien itupun kemudian kembali ke rumah mereka dengan tangan hampa.


“Sayang, ini obatnya minumlah.” Judith mengambilkan obat dan memberikannya pada Vaska.


Pria itu pun kemudian berbaring setelah minum obat.

__ADS_1


Tepat di tengah malam di saat bulan penuh, Vaska yang tertidur bangun dari tidurnya karena merasakan tubuhnya mulai berkeringat dingin dan suhu tubuhnya semakin panas.


“Hiss...” Vaska turun dari tempat tidur dan tepat menghadap Sebuah cermin yang menampilkan pantulan dirinya saat ini. “Apa yang terjadi padaku ?” Vaska terkejut melihat pantulan dirinya saat ini dalam cermin.


__ADS_2