
Judith berlari menuju ke tempat ia memarkir motornya. Ia pun segera naik ke motornya dan mengendarai motornya dengan cepat menuju ke rumah.
“klik.” Judith masuk ke rumah dan menutupnya dengan keras kemudian membanting tubuhnya ke kursi yang ada di ruang tamu.
“Jadi itu kesibukan barunya saat ini ?” Judith tak habis pikir jika seorang istri kontrak baru membuat pria itu sibuk hingga lupa waktu dan membuatnya lupa waktu untuk ke kantor. “Pantas saja ia betah berada di rumah.” tersenyum kecut dan terlihat tidak senang.
“Oh... bodohnya aku berpikir dan mengira dia sedang terluka atau mengira terjadi sesuatu padanya. Ternyata dia sedang bersenang-senang dengan gadis lain.” Judith terlihat makin kesal dan berdiri dari tempat duduknya. “Kenapa aku masih saja memikirkannya ? Hubungan di antara kami sudah berakhir.” berjalan menuju ke kamar dan tak ingin memikirkan pria itu lagi yang membuat dadanya serasa semakin sesak seperti dihantam batu ribuan ton beratnya saat teringat Vaska memeluk gadis lain.
Di kamar Judith pun mencoba memejamkan matanya meskipun susah.
“Semoga kau bahagia tuan Vaska.” Judith akhirnya tertidur dua jam setelahnya hingga ia mengigau dan memanggil kembali nama Vaska dalam tidurnya.
Pagi harinya Judith bangun seperti biasanya. Ia duduk dan menatap ke arah tempat tidurnya.
__ADS_1
“Tak ada kelopak mawar merah di sini.” Judith mencari kelopak mawar merah yang biasanya ada di tempat tidurnya saat ia bangun pagi, namun kali ini tak ada. “Aneh sekali.” Judith menyentuh dadanya dan kali ini sama sekali tidak terasa nyeri seperti hari-hari sebelumnya.
Gadis itu berpikir sejenak, namun tak menemukan jawabannya.
“Astaga... sebaiknya aku cepat bersiap untuk berangkat sekarang.” Judith terkejut saat kembali melihat jam dinding yang menunjukkan waktu sudah siang dan ternyata ia sudah lama merenung di sana.
Ia pun segera bersiap untuk masuk kerja.
Di kantor hingga siang hari, Judith masih tak melihat sosok Vaska di sana.
Tanpa sadar karena melamun dan terus memikirkan Vaska, ia pun sudah berjalan jauh dan berhenti di depan kantor CEO Marvell.
“Ini kan kantor CEO Marvell...” Judit berhenti sebentar dan melihat ke arah pintu ruangan yang terbuka. “Kosong ? Berarti CEO Marvell juga tidak masuk ?” melihat ruangan itu kosong dan hanya ada setumpuk dokumen di meja pria itu.
__ADS_1
Judith berjalan kembali menuju ke ruangannya.
“Aneh sekali... kenapa mereka berdua tidak masuk di saat yang bersamaan ? Apa mereka meeting bersama ?” Judith masih terpikirkan. “Tapi mereka berdua tidak sedivisi.” kembali merasa aneh.
Hari ke tiga di kantor.
Judith berulang kali melewati ruangan Vaska meskipun ia tak ada tujuan ke sana, hanya untuk mengeceknya saja.
“Hingga hari ini tuan Vaska masih belum masuk kantor.” Judith menoleh sebentar ke arah ruangan Vaska dan mendapati kursi pria itu masih kosong dan hanya ada Aretha saja di ruangan.
Ia pun terpikirkan dengan Marvell dan segera menuju ke ruangan pria itu.
“kriek.” Judith membuka sedikit pintu ruangan CEO Marvell dan ruangan itu masih kosong sama seperti kemarin.
__ADS_1
“Aneh sekali ? Mereka berdoa tidak masuk kantor hari ini.” Judith segera berjalan dan pergi dari sana. “Ada apa di antara mereka berdua ?” berpikir dan merasa aneh pada kejadian yang kebetulan itu.