Bloody Marriage Contract

Bloody Marriage Contract
Eps. 173 Tutup


__ADS_3

Hingga bulan purnama tenggelam, barulah Vaska berhenti berkeliling karena sudah merasa di ujung lelahnya.


“bugh.” ia pun mendarat ke tanah dan berjalan dengan pelan kembali ke rumah. Wujudnya pelan-pelan kemudian berubah hingga kembali menjadi manusia.


“klak.” Vaska tiba di depan rumah dan menarik gagang pintu.


“Tuan ?” Peter yang kebetulan berada di ruang depan seketika menoleh saat mendengar suara pintu terbuka. “Tuan, kenapa ?” Peter segera menghampiri Vaska yang masuk ke rumah dan terlihat lemas.


“Antar aku ke kamar.” Vaska memberi perintah pada pelayannya. “Baik tuan.” Peter membantu Vaska berjalan menuju ke kamar.


Pintu kamar Vaska masih tertutup dan terkunci rapat saat mereka tiba di sana.


“Nona, tuan kembali.” ucap Peter di depan pintu. “Ya, tunggu sebentar.” Judith yang masih tidur seketika bangun dan menuju ke pintu.

__ADS_1


“Sayang... kau kenapa seperti ini...” Judith terkejut saat menghampiri Vaska dan melihat kondisinya yang lemas dan terlihat kacau yang sudah kembali ke wujud aslinya.


“Aku tidak apa-apa.” Vaska tersenyum kecil menatap Judith. “Aku akan membaringkan mu di tempat tidur.” Judith menggantikan Peter dan membantu Vaska berjalan kemudian membaringkannya ke tempat tidur.


“Peter kau boleh pergi. Biar Judith yang merawat ku.” Vaska menoleh ke samping menatap pelayannya yang masih berdiri di samping tempat tidur. “Baik tuan, jika membutuhkan sesuatu panggil saja aku.” Peter kemudian keluar dari kamar dan menutup pintunya.


Judith terlihat miris melihat kondisi Vaska saat ini. Tubuh pria itu terlihat pucat, lemas dan juga sedingin es Antartika.


“Sayang...” Judith memeluk tubuh lelakinya. “Apa kau haus ?” beralih mengusap lembut pipi Vaska.


“Sayang, minumlah.” Judith berikan lehernya sambil memeluk Vaska. “Tapi...” Vaska mengusap pipi Judith. “Aku tak ingin kau terluka.” Judith memegang kepala Vaska dan memenangkannya ke lehernya.


“hiss....” Judith hanya merintih menahan rasa sakitnya saat Vaska mulai menghisap darahnya. “Argh...” ternyata kali ini Vaska menghisap darah Judith agak banyak dari biasanya.

__ADS_1


“Sayang, terimakasih.” Vaska selesai meminum darah Judith. Seketika tubuhnya yang lemas tak bertenaga kini pulih seperti sedia kala dan tak terlihat pucat lagi. “Aku senang kau sudah pulih kembali.” Judith terlihat pucat dan tersenyum lebar menatap intens Vaska.


Judith merasa pandangannya mulai kabur dan terasa gelap. Tanpa bisa ia kendalikan, ia pun pingsan dalam pelukan Vaska.


“Judith... bangun Judith.” Vaska yang tidak merasakan gerakan sedikit pun dari gadisnya memeriksanya. “Oh, tidak. Aku terlalu banyak menghisap darahmu kali ini.” melihat Judith yang tak sadarkan diri segera membaringkan gadisnya ke tempat tidur lalu pergi mengambil obat untuknya.


Vaska kembali dengan membawa jarum suntik yang berisikan cairan booster penambah darah juga pembuka kesadaran.


“Bangunlah Judith.” Vaska menyuntikkan jarum suntik secara bergantian di lengan Judith. “Sayang... apa yang terjadi padaku ?” Judith sadar beberapa saat setelahnya setelah cairan itu merasuk dalam tubuhnya.


Vaska yang senang karena gadisnya sudah siuman, segera memeluknya dengan erat.


Hari ini mereka menutup tempat praktek pengobatan ingin memulihkan kondisi mereka.

__ADS_1


Di luar tempat praktek Vaska


“Sayang sekali hari ini dokter Vaska tutup padahal aku sudah tak tahan dengan sakit yang ku derita ini.” seorang pasien dengan wajah pucat dan tulang pipi yang menonjol terlihat kecewa saat melihat tulisan "tutup" di depan pintu.


__ADS_2