Bloody Marriage Contract

Bloody Marriage Contract
Eps. 162 Menyebar Virus


__ADS_3

Vaska merasakan nikmat tiga kali lipat nikmat dari biasanya. Ia pun bergerak mengangkat tubuh Judith naik turun saat gadis itu berhenti karena kelelahan.


“Aah... sayang aku tidak tahan lagi.” Judith merasakan puncak kenikmatan dan geli tiada tara yang membuatnya ******* bibir Vaska saat mencium nya saking tidak tahan dengan rasanya. “Ahh... karena Judith sudah mencapai ******* maka ia pun menyusul nya tak lama setelah nya dengan mengeluarkan semburan semen kebahagian.


Judith turun dari tubuh Vaska dan berbaring di sampingnya sambil memeluknya erat dengan seluruh tubuh yang masih bergetar hebat.


“Kau luar biasa sekali, Judith.” Vaska balas memeluk Judith serta kembali mencium bibirnya. “Sekarang kita tidur.” mengakhiri ciuman setelah luas berciuman kemudian menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka agar terhindar dari dingin.


Pagi harinya di rumah warga.


Semua orang yang ada di tiap rumah bangun seperti biasa. Bahkan mereka beraktivitas seperti biasanya.


“Semalam rasanya aku tak bisa tidur pulas.” ucap seorang anak lelaki setelah bangun dan turun dari tempat tidur. Ia merasakan nyamuk menggigitnya berulang kali di bagian leher yang terasa gatal, sakit dan perih.

__ADS_1


Anak itu kemudian berjalan menuju ke cermin untuk melihat lehernya yang terasa gatal dan perih.


“Nyamuk jenis apa ini yang menggigit leherku hingga seperti ini.” melihat bekas gigitan nyamuk yang tidak bisa di lehernya. Lehernya terlihat berlubang seperti bekas ditusuk oleh sesuatu yang tajam seperti jarum.


Namun meskipun anak itu merasakan lehernya perih dan gatal, ia tak merasakan hal lain yang Mengganggunya.


“Sebaiknya aku seberapa siap untuk berangkat sekolah sekarang.” anak itu pun segera keluar dari kamar dan masuk ke kamar mandi dan tak ingin membuang waktunya berlama-lama di depan cermin.


Hal yang sama jika terjadi pada anak-anak yang lain.


Karena penasaran Ia pun segera turun dari tempat tidur dan menuju ke depan cermin.


“Gigitan apa ini ?” anak itu melihat bekas gigitan saat ia bercermin. “Mungkinkah ini serangga lain yang menggigit ku ? Karena tidurku pulas semalam sampai aku tidak mengetahui dan merasakan apapun.” lanjutnya merasa kesal pada serangga yang menggigitnya sembarangan.

__ADS_1


“Jika begitu nanti malam sebelum tidur aku harus menyemprot gambar ini dulu dengan obat anti serangga agar tak ada lagi tetangga yang menggigitku saat aku tidur.” anak kecil itu kemudian mengambil lotion anti serangga dan mengolesnya ke bagian leher yang menurutnya adalah bekas gigitan serangga.


Beberapa hari berlalu.


Saat ini Albert dan anak-anak lainnya yang sebelumnya sakit sehabis digigit Matheos, kini mereka sudah sembuh total dan kembali ke sekolah.


Di kelas saat pelajaran masih berlangsung dan hampir selesai.


Terlihat Kenny yang duduk di belakang kursi Buddy sedang menyalin soal yang di tulis oleh guru di papan tulis.


“Hey Buddy bagaimana jika nanti sepulang sekolah kita kembali main ke hutan seperti dulu ?” bisik anak itu dengan pelan setelah meletakkan penanya sebentar ke meja.


“Bermain ke hutan ?” Buddy menoleh ke belakang dan menatap Kenny. “Tidak-tidak aku tidak akan pergi ke sana lagi. Ayah akan marah pada ku nanti tak akan memberikan uang saku padaku selama satu bulan ke depan.”Buddy menolak dengan tegas ajakan temannya itu.

__ADS_1


Sementara di kelas lain kini terlihat anak-anak yang menjadi korban baru gigitan Matheos kini mulai merasakan gerah.


__ADS_2