
Para pelayan dan Vaska masuk ke rumah. Mereka menuju ke lokasi tempat Judith berada.
“Nona Judith silahkan ikut kami.” ucap salah satu pengawal menghampiri gadis itu untuk mengajaknya ke tempat yang aman sesuai dengan perintah tuannya. “Oh baiklah. Bagaimana dengan tuan Vaska ? Apa dia baik-baik saja ?” tanya Judith karena tak melihat pria itu kembali bersama pengawal.
“Tuan masih menghadapi pengaruh kerajaan di luar, nona.”
Judith terlihat khawatir mendengar penjelasan dari pelayan itu.
“Nona ayo pergi dari sini. Tuan Vaska meminta kami membawamu ke tempat yang aman.” ucap pengawal mengulangi kalimatnya karena tak ada respon. “Tidak, aku di sini saja menunggunya kembali.” tolaknya karena ia ingat perkataan pria itu sebelumnya agar tetap menunggunya di sana apapun yang terjadi.
“Bagaimana ini ? Nona ini tidak mau beranjak dari sini.” pelayan bingung saat melihat Judith yang meragukan mereka. “Nona kami mendapatkan perintah itu dari tuan Vaska barusan, percayalah pada kami.
Belum sempat gadis itu menjawab tiba-tiba Vaska datang dan menghampiri mereka semua.
__ADS_1
“Tuan Vaska, apakah di luar sudah selesai ?” tanya pengawal menatapnya. “Belum, aku masak sebentar untuk memastikan saja kondisinya.
“Kalian pergi saja, biar dia bersamaku.” Vaska menghampiri Judith setelah pelayan pergi dari sana.
“Tuan, apakah tuan baik-baik saja ?” Judith menatap Vaska sambil menyentuh pipinya dengan lembut. “Aku baik-baik saja, seperti yang kau lihat.” menyingkirkan tangan Judith dengan kasar dari mukanya. “Tak biasanya tuan kasar seperti ini padaku. Ada apa dengannya ?” merasa aneh dengan sikap barusan Vaska. “Ayo ikut jangan kau sebelum ada yang menangkap mu.”
Vaska memegang tangan Judith dengan kasar dan juga erat. “Aneh sekali, kenapa aku merasa tuan sedikit aneh ? Dia memperlakukan aku seperti seorang tawanan saja.” menatap intens Vaska saat pria itu menariknya dengan kasar keluar dari rumah.
“Apa mungkin dia bukan tuan Vaska ?” Judith menarik tangan Vaska saat mereka sudah berada di luar. Dan foto-foto terkejutnya dia saat melihat pria yang memegangnya bukankah Vaska.
Pengawal kerjaan itu membawa Judith ke depan Vaska masih bertempur melawan para pengawal kerajaan.
“Pangeran ke-21 menyerahlah. Lihatlah siapa yang ku bawa ini ?”
__ADS_1
Vaska berbalik dan terkejut sekali saat melihat Judith sudah tertangkap oleh pengawal kerajaan. “Bukankah aku sudah berpesan pada pelayan tadi untuk membawanya dan mengamankannya tapi kenapa Judith malah tertangkap ?”
Vaska dengan cepat menghampiri pengawal kerajaan tadi untuk membebaskan Judith.
“Lepaskan dia !” bentak Vaska dengan penuh amarah. “Tuan jangan ke sini, pergilah. Biarkan saja mereka membawaku, aku juga tak ingin hidup lebih lama lagi di dunia ini.”
“Judith apa yang kau bicarakan itu ? Aku tak akan membiarkanmu mati begitu saja, bagaimana dengan ku nanti ?”
“ck... ck... sungguh mengharukan sekali hubungan terlarang ini.” timpal pelayan yang menyaksikan pertunjukan bagus yang menyentuh dari keduanya.
“Tuan awas.... !!” teriak Judith saat melihat banyak pengawal mengepung Vaska. Seketika Vaska terbalik dan menghajar para pengawal yang mengepungnya.
Pengawal yang menyandera Judith tak kehabisan akal dan menyediakan kesempatan yang ada.
__ADS_1
“Argh... !” Judith berteriak saat pengawal tadi menggores lehernya dengan kuku tajam.
“Pangeran, jika anda mau bekerja sama dan menaruh dengan kami maka kami tak akan melukai gadismu ini.” ucap pengawal mengancam dengan tersenyum menyeringai.