
Vaska dengan mata merahnya kembali membuka kancing baju Judith satu per satu. Tak puas dengan hal itu, ia pun melepas baju Judith hingga tak ada satu pun baju yang menutupi tubuh molek Judith.
“Uh...” Judith mendesah saat Vaska menyentuh dua apel besarnya dan bermain-main di sana. “Ah...” Judith kembali mendesah saat Vaska membuat kiss mark di dadanya dan di sekujur tubuhnya.
Vaska kemudian menemukan satu bagian tubuh Judith yang paling seksi dan sensitif. Ia mengangkat kaki Judith dan membenamkan wajahnya di sana.
“Ohh....” Judith mengerang saat lidah Vaska bermain-main di sana. Dan ia pun membuka mata.
“Tuan Vaska ? Apakah aku sedang bermimpi ?” menatap mata merah Vaska yang meliriknya. “Ya pasti ini hanya mimpi saja. Bolehkah aku menikmati mimpi yang indah ini ?” Judith yang mengira itu hanya sebuah mimpi duduk menyentuh pipi Vaska.
“Judith...” Vaska berhenti dan membalas menyentuh pipi Judith dengan darah yang semakin bergejolak dan tak bisa ia tahan lagi.
Judith yang mengira itu mimpi bergerak aktif. Ia menarik tali baju Vaska dan membuatnya terbuka lalu melepasnya.
“Judith kau...” Judith naik ke pangkuan Vaska dan mencium bibir lelaki itu. Vaska pun tak bisa menahan diri lagi dan balas mencium bibir tipis Judith dengan kasar. Ia pun kemudian melepas celananya.
__ADS_1
Judith kemudian mengalungkan tangannya ke leher Vaska dan mencium lehernya yang membuat Vaska semakin panas dan tak bisa menahannya lagi.
Vaska kemudian mengunci Judith di bawah tubuhnya. Ia pun mengangkat kaki Judith dan meletakkan di bahunya kemudian membenamkan tubuhnya dalam-dalam.
“Argh... tuan Vaska.” Judith berteriak kencang merasakan perih dan sakit. “Pelankan suara mu. Aku akan lebih lembut pada mu.” Vaska membekap bibir tipis Judith dengan bibirnya sambil menggenggam tangan Judith erat.
“Ahh...” Judith kembali mendesah saat mulai merasakan kenikmatan yang tiada tara yang membuat seluruh tubuhnya geli hingga ke ujung jari.
“Apakah rasanya senikmat ini. Mimpi ini sungguh manis sekali dan terasa nyata.” Judith menurunkan kakinya lalu menarik tubuh Vaska dan memeluknya erat.
“Ahh...” satu jam kemudian Vaska mendesah panjang dan menurunkan kembali Judith ke tempat tidur lalu berbaring di sampingnya.
Dengan kaki yang masih gemetar, Judith kemudian kembali memeluk Vaska. “Sungguh mimpi yang indah.” ucapnya tersenyum dengan pipi yang memerah lalu kembali memejamkan mata dan tertidur pulas.
Vasja yang merasa lelah tertidur di samping Judith dan memeluknya setelah menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka. Tubuh Vaska kembali normal, matanya kembali merah dan suhu tubuhnya juga kembali normal seperti biasanya.
__ADS_1
Pagi harinya Judith membuka mata.
“Tuan Vaska ?” gumamnya terkejut saat melihat pria itu tertidur di sampingnya.
Deg
Judith semakin terkejut saat melihat mereka berdua sama sekali tidak mengenakan pakaian.
“Tenang ini pasti hanya mimpi. Aku hanya berhalusinasi semalam. Dan CEO pasti ke sini karena tak kuat menahan haus.” gumamnya menenangkan dirinya sendiri saat jantungnya berdebar tidak karuan.
Judith melihat tubuhnya yang penuh dengan kiss mark dan dia merasakan perih di sensitifnya.
“Argh... !” gadis itu berteriak saat menemukan darah merah yang sudah mengering di spreinya.
“Ini... ini... tidak mungkin aku sudah melakukannya dengan CEO.” terlihat takut dan seluruh tubuhnya gemetar.
__ADS_1
“Oh... Vaska kemudian membuka mata untuk mendengar jeritan Judith. Ia pun tak kalah terkejutnya dengan Judith saat menyadari dirinya benar-benar lepas kendali dan melakukan hal terlarang yang selalu ia hindari itu.