
Tentu saja Judith tidak mengetahui apa yang dibicarakan oleh pria itu. Perbuatan hina ? Teman kencan ? Apa yang dibicarakan oleh pria itu sama sekali tak dimengerti olehnya.
“Argh.... lepaskan aku !” Judith berteriak saat pria itu menangkapnya. Ia berontak dan berusaha melepaskan diri dengan menggigit tangan pria yang mencekik lehernya.
“Setan kecil berani kau kabur dariku !” teriak pria permata merah itu terlihat marah dan mengejar Judith yang berlari keluar kamar.
“Siapa sebenarnya pria itu ? meskipun dia bukan pria mesum tapi kenapa dia ingin menangkap ku ?” Judith berlari sambil menoleh ke belakang. “Sepertinya aku aman.” kembali menetap ke depan.
“Mau lari kemana kau setan kecil ?” pria bermata merah tadi tiba-tiba muncul di depan Judith. “Ahh...!” Judith terkejut dan mundur. “Kau *****, siapa anggota Hemisphere yang kau goda ?” maju menghampiri Judith.
“Aku tidak tahu maksud mu. Hemispehere apa ? Menggoda siapa ?” Judith mundur hingga dia tersudut ke dinding dan tak ada jalan baginya untuk kabur lagi. “Jika begitu menurut lah padaku jika kau tak ingin menderita !” pria permata merah tadi tersenyum menyeringai.
__ADS_1
“Tidak...tolong aku ! Tolong, siapa saja tolong aku !” teriak Judith sekencang-kencangnya saat pria itu kembali menangkapnya dan akan membawanya pergi.
“Berhenti ! Lepaskan dia !” Tepat di saat pria bermata merah akan keluar dari rumah Judith, Vaska tiba-tiba muncul di depan mereka berdua dan menghadang pria bermata merah tadi. “Pangeran Vaska ?!” ucap pria bermata merah berhenti dan terpaku menatap Vaska.
Pengawal kerajaan memberi hormat pada Vaska namun ia merasa aneh, kenapa ia ada di sini.
“Pangeran, apa yang pangeran lakukan di sini ?” pengawal kerajaan kembali bertanya untuk membuktikan kecurigaannya. “Lepaskan dia !” jawab Vaska tak memberi penjelasan apapun. “Tidak tuan gadis ini adalah tawanan kerajaan karena ulah pendosa.”
Judith hanya mendengarkan pembacaan mereka berdua dan sama sekali tak mengerti apa yang mereka bicarakan. Ia menatap Vaska dengan mata sendu dan tubuh yang gemetar.
Vaska segera merebut dan menarik Judith jadi tangan pengawal kerajaan dalam pelukannya.
__ADS_1
“Tuan Vaska terima kasih.” Judith tersenyum kecil menatap pria yang menyelamatkannya dan memeluknya dengan erat.
“Tuan serahkan gadis itu pada kami agar menjalani hukuman sesuai aturan yang berlaku.”
“Tidak !” Vaska terlihat marah dan matanya seketika menjadi merah. Udara di sekitar menjadi lebih dingin saat lelaki itu berteriak. “Pergi dari sini jika kau tak ingin nyawamu melayang di tanganku !” Vaska tak main-main dan membuka tangannya mengeluarkan kekuatan cahaya berwarna biru.
Pengawal tadi ketakutan melihat Vaska mengeluarkan kekuatan api es. Dimana kekuatan itu merupakan kekuatan yang sangat kuat dan bagi vampir yang terkena akan langsung mati di tempat.
“Ampun Pangeran, aku tidak berani melakukannya.” jawab pengawal tadi merinding dan kemudian segera pergi dari sana menghilang dalam sekejap mata.
Vaska menarik kembali kekuatannya dan emosinya mereda melihat pengawal kerajaan itu menghilang.
__ADS_1
“Kau tidak apa ?” Vaska melepas pelukannya sambil menatap intens Judith. “Aku baik - baik saja tuan.” Judith menggelengkan kepalanya. “Tuan siapa pria Tadi kenapa dia ingin menangkap ku dan memberiku hukuman ? Apa salah ku ?” tanya Judith.
“Di sini tidak aman. Sekarang sebaiknya kau tinggal bersamaku di rumahku.” jawab Vaska. “Aku akan jelaskan semuanya padamu nanti.” Vaska memegang tangan Judith dan segera pergi dari sana tanpa menunggu persetujuan dari gadis kecilnya.