
Setelah kepergian Judith, terlihat para staf lain yang ada di sana membicarakan dia.
“Menurut mu ada apa tuan Vaska memanggilnya ?”ucap salah satu staff, Kylie memancing dan mencari massa untuk mendukung dirinya.
“Mungkin karena dia datang terlambat dan tuan Vaska menegurnya atau memberinya hukuman.”jawab seorang staf menanggapi.
“Tapi tidakkah menurut kalian, tuan Vaska memberinya perhatian khusus ? Karena beberapa waktu terakhir ini CEO sering memanggilnya datang ke ruangannya.”balas Kylie mencoba memanas-manasi dan menyulut api permusuhan dari staf lainnya.
Staf lainnya dan berpikir memikirkan apa yang barusan diucapkan oleh temannya itu.
“Iya juga Jika dilihat memang beberapa waktu ini tuan Vaska memanggilnya datang ke ruangannya secara pribadi.”jawab staff lain menimpali.
“Menurut kalian mungkin tidak jika Judith menggoda tuan Vaska hingga membuatnya memberikan perhatian khusus padanya ?”ucap Kylie lagi setelah mengamati teman lainnya yang ada di ruangan sedikit tersulut.
“Padahal sebelumnya Judith bilang, jika dia sama sekali tak tertarik pada tuan Vaska. Tapi apa ? Dia rupanya mulai menggoda dan terus menggoda CEO.”jawab staf lain mengeluarkan pikirannya setelah tersulut oleh Kylie.
“Iya.... ternyata gadis lembut dan lugu serta polos seperti dia bisa menggoda CEO rupanya. Lantas Sebelumnya dia berpura-pura tidak tertarik pada CEO kenapa ? Sungguh naif sekali dia.”jawab staf lain menimpali dan sepertinya Kyile menarik pikiran mereka dan rasa kebencian di antara mereka.
“Iya munafik sekali dia ternyata. lebih baik terang-terangan saja dan mengakui jika sebenarnya tertarik daripada pura-pura tidak suka tapi di belakang menggoda. Murahan sekali dia.”ucap staf yang lain menimpali.
Kylie tersenyum lebar melihat opini para teman lainnya di ruangan dan puas berhasil menimbulkan percikan di antara staf yang ada di sana dengan Judith.
“Judith... jangan harap kau bisa mendekati CEO bahkan bermimpi untuk memilikinya. Kau sama sekali tak pantas dekat dengannya. Kau tidak jauh lebih baik dari ku. Dari fisik, IQ dan penampilan, kau hanyalah bugs !”batin Kylie tersenyum penuh makna dan tak bisa di deskripsikan.
Sementara itu di ruangan Vaska, terlihat Judith duduk di depan Vaska.
“Tuan Vaska... ada apa memintaku datang kemari ?”ucap Judith gugup karena takut lagi itu akan memberinya hukum karena dia terlambat masuk kerja.
“Bagaimana keadaan mu saat ini ?”tanya Vaska dengan mata tenang.
Judith terkejut dan tak menyangka saja ternyata lelaki itu tak memarahinya karena dia datang terlambat dan malah menanyakan kondisi kesehatannya.
__ADS_1
“Aku baik-baik saja tuan Vaska, hanya sedikit mengantuk dan kurang tidur saja.”jawab Judith berkata apa adanya dan menceritakan kondisinya saat ini.
Vaska mencondongkan tubuhnya ke depan dan memeriksanya sendiri karena tak percaya pada apa yang diucapkan oleh gadis kecil itu.
“Ya memang aliran darahnya sudah lancar dan wajahnya sudah tidak sepucat kemarin.”batinnya tersenyum kecil menatap Judith.
“Kenapa lelaki ini tersenyum seperti itu menatapku ? Apakah aku lucu dan pantas ditertawakan ?”batin Judith tak bisa mengartikan senyuman dari Vaska yang terlihat berbeda dari sebelumnya.
Tiba-tiba Vaska menarik salah satu tangan Judith dan dengan cepat dia mencium tangan gadis itu.
“Aargh... kenapa tuan menghisap darah ku di sini ?”ucap Judith sambil merintih kesakitan saat darahnya dihisap oleh Vaska sambil menarik tangannya secara refleks karena terkejut.
“Aku tak bisa menahan diriku lagi saat mencium aroma manis darahmu.”balas Vaska kemudian melepaskan tangan Judith.
Judith terlihat sedikit kesal mendengar apa yang barusan diucapkan oleh Vaska.
“Memangnya aku ayam apa ? Apa bedanya aku dengan mereka ? Kau seenaknya saja menghisap darahku setiap hari.”batin Judith kesal namun tak berani mengungkapkan kesalahannya itu.
“Tetap saja kau harus tetap datang ke rumahku setiap hari meskipun aku sudah menghisap darahmu di sini. Kontrak kita belum berakhir ingat itu.”jawab Vaska mengingatkan dengan lembut namun benar-benar menohok dan tepat sasaran.
“Kontrak terkutuk !”batin Judith mendengus kesal dalam hati.
“Baik tuan Vaska.”jawab Judith singkat sambil menahan kekesalannya.
Judith berdiri dan akan keluar dari ruangan lelaki itu, namun Vaska menarik tangannya dan merengkuhnya dalam pelukannya.
“Ah... tuan Vaska apa yang tuan lakukan padaku ?”ucap Judith terkejut dan pipinya memerah saat lelaki itu menyentuh kedua pipinya dengan lembut.
Vaska tidak menjawab dan hanya tersenyum kecil menatapnya dia kemudian beralih menyentuh bahu Judith dan mencium lehernya.
“Argh... tuan Vaska... apa lagi yang kau lakukan pada ku ? Ini di kantor, bagaimana jika ada orang lain yang melihat kita ?”ucap Judith saat lelaki itu kembali menghisap darahnya.
__ADS_1
Vaska belajar menahan dan mengendalikan dirinya, dia melepaskan Judith sebelum dia benar-benar kenyang mengambil darahnya.
Judith setelah berjalan cepat dan keluar dari ruangan Vaska begitu lelaki itu melepaskannya.
“Oh... aku merasa sedikit pusing sekarang. Lelaki itu benar-benar... aku harus segera minum teh penambah darah sebelum aku pingsan kembali.”gumam Judith sambil memegang kepalanya yang mulai terasa sedikit pusing setelah darahnya dihisap oleh Vaska. Dia tak tahu lagi bagaimana dengan dirinya nanti jika malam hari juga harus memberikan darahnya pada Vaska.
Di ruangan tempat Judith, terlihat para staf lainnya masih mengobrol dan bergosip ria membicarakan Judith.
“tap... tap... tap...”terdengar suara langkah kaki masuk ke ruangan.
Maria mengangkat kepalanya dan menatap ke arah pintu. Dia melihat temannya kembali.
“Judith... kau sudah kembali ?”ucap Maria dengan keras dan memang dia sengaja mengerasnya suaranya agar yang lain mendengarnya.
Seketika para staf yang sedang bergosip ria di sana berhenti bicara dan terlihat salah tingkah saat Judith masuk ke ruangan dan menatap mereka satu persatu.
Mereka yang berdiri dan bergerombol segera kembali ke tempat duduk masing-masing dan mulai mengerjakan tugas mereka. Sementara yang lain masih menatap Judith.
“Apa yang terjadi, kenapa mereka menatapku dengan tatapan aneh seperti itu ?”batin Judith saat melihat banyak bahasa mata yang mengarah pada dirinya dengan tatapan yang mengintimidasi.
“Apakah aku melakukan kesalahan ?”pikir Judith mengira-ngira sendiri, namun dia tidak merasa melakukan kesalahan pada mereka.
“Judith bagaimana apakah tuan Vaska memberimu hukuman ?”tanya Maria penasaran dan juga melihat wajah temannya itu pucat setelah kembali dari sana.
“Em... sebenarnya... tuan Vaska memberiku peringatan, karena hari ini aku terlambat. Dia bilang aku tidak boleh terlambat lagi besok meskipun itu hanya satu detik.”jawab Judith terpaksa mengarang cerita bohong.
Maria kemudian kembali bekerja, sedangkan Judith mengeluarkan obat penambah darah dari dalam tasnya dan meminumnya dua butir sambil meminum segelas air mineral dan mulai bekerja.
Sesekali dia menetap ke arah teman yang lainnya asal ruangan karena merasa para staf lainnya itu memperhatikan dirinya.
“Mungkin hanya perasaan ku saja.”batin Judith kemudian menetap kembali pekerjaan yang harus segera diselesaikan.
__ADS_1
BERSAMBUNG...