Bloody Marriage Contract

Bloody Marriage Contract
Eps. 184 Membuat Penawar


__ADS_3

Satu minggu berlalu dan kondisi Judith ini benar-benar pulih namun Meskipun begitu tetap saja kondisi warga masih belum aman.


Pagi hari di saat Judith dan Vaska membuka tempat praktek pengobatan, terlihat banyak pasien sudah datang dan menunggu di luar.


“Pasien masih terlihat banyak seperti biasanya.” Judith menatap pasien di luar tempat praktek dan beralih menatap Vaska. “Sepertinya kasus terinfeksi jumlahnya belum menurun dan masih terus bertambah.” Vaska menimpali dan merasa khawatir melihat kondisi tersebut.


Mereka berdua pun kemudian berpisah di tengah jalan untuk membuka praktek pengobatan.


“Nona lama tak kelihatan, dokter Vaska bilang nona sakit. Bagaimana keadaan nona sekarang ?” seorang pasien bertanya pada Judith saat melihatnya membuka tempat praktek.


“Ya, nyonya aku sudah baikan berkat dokter Vaska.” Judith menempelnya dengan tersenyum kecil merasa senang karena pasiennya memberikan sedikit perhatiannya pada dirinya.


“Ini nyonya nomor antrian dan juga kartu periksa anda.” Judith menyerahkan dua kartu tersebut pada wanita tadi. “Baik nona, terima kasih.” wanita tadi kemudian menerima dua kartu tadi dan masuk ke ruang tunggu untuk menunggu.

__ADS_1


Judith kembali memberikan nomor antrian dan juga kartu periksa pada semua pasien yang ada di sana dan meminta mereka untuk menunggu di ruang tunggu.


Di ruang periksa


Seorang pasien masuk dan segera berbaring di tempat tidur setelah dokter Vaska memintanya berbaring.


“Dok... apakah penyakit ku bisa disembuhkan ?” pasien itu menanyakan keadaannya setelah dokter Vaska selesai memeriksa kondisinya.


“Ya...” Vaska terlihat berat untuk menjawabnya melihat kondisi pasien yang parah sekali dengan tubuh yang sudah kurus kering. “Tuan akan sembuh.” lanjut Vaska dengan menyembunyikan rasa ibanya melihat kondisi pasien yang berada di tahapan kritis.


Vaska berharap pasien yang masuk berikutnya bukanlah pasien yang terinfeksi.


“Oh... silahkan berbaring.” Vaska harus kecewa karena pasien yang datang lagi-lagi adalah pasien yang terinfeksi dan memintanya untuk segera berbaring agar ia bisa melakukan pemeriksaan.

__ADS_1


Hingga sore hari masih banyak pasien yang berdatangan akibat tertular dan terinfeksi oleh pasien lainnya dan itu membuat hati Vaska miris.


Malam hari di rumah Vaska


Terlihat pria itu sedang duduk menemani Judith makan malam.


“Kau sembuh setelah meminum darahku. Bagaimana aku jika melakukan hal yang sama pada para warga di sini ?” Vaska tiba-tiba membahas hal itu dan membicarakannya dengan Judith.


“Apa ?!” Judith seketika terkejut dan menaruh sendok yang ia pegang ke piring. “Aku tidak setuju. warga di sini banyak Bagaimana kau bisa memberikan darahmu sebanyak itu pada warga ?” menolak usulan Vaska. “Aku tak ingin terjadi apapun padamu, sayang.” ia tak ingin Paskah mengorbankan diri untuk semua warga di sana.


“Bukan kau yang melakukan ataupun menyebabkan hal itu pada semua warga di sini. Tapi kenapa kau mau memberikan darah mu pada mereka semua ? Harusnya para Matheos itu ya memberikan darah mereka bukan kau, sayang.” Judith kembali menolak dengan tegas karena itu bukanlah tanggung jawab Vaska sama Sekali sekali.


“Judith, dengarkan aku. sebagai dokter aku tidak tega melihat semua pasien dalam kondisi seperti itu tanpa bisa melakukan apapun pada mereka. Terlebih aku tahu batasanku kau tak perlu khawatir karena aku tidak akan memberikan banyak dari darah ku.” Vaska menjelaskan dan mencoba membuat Judith mengerti.

__ADS_1


Setelah berpikir lama akhirnya Judith pun bisa mengerti dan memahaminya, juga membiarkan Vaska memberikan darahnya.


“Setelah ini bantu aku untuk membuat obat penawar pada para pasien yang terinfeksi.” Vaska tersenyum lebar dan kembali menyantap hidangan menu makan malam mereka.


__ADS_2