
Dua hari berlalu, di kantor terlihat Kyle yang duduk di ruangannya di sebelah ruangan CEO Marvell.
“Hiss... kenapa kepalaku sedikit pusing ?” Kyle yang sedang mengerjakan banyak tugas menghentikan sejenak pekerjaannya dan memijat kepalanya yang terasa pusing. “Aneh... tangan ku jadi dingin sekali ?” pekiknya terkejut saat merasakan tangannya yang dingin seperti es.
Ia menatap kedua tangannya kemudian membalik nya.
“Kenapa kuku jari tangan ku yang cantik menjadi sedikit ungu seperti ini ?” melihat warna kukunya yang berubah menjadi pucat. “Oh apa mungkin aku sudah waktunya untuk manicure pedicure ?”
Sejak Kyle menjadi istri kontrak CEO Marvell semua keperluan hidupnya ditanggung oleh pria itu, termasuk biaya perawatan kecantikan. Gadis itu yang biasanya biasa saja dan kurang lebih hampir sama dengan Judith, ini terlihat berkilau.
“Klak.” CEO Marvell membuka pintu ruangan sekretarisnya.
“Kyle ada apa ?” CEO Marvell menghampiri Kyle dan melihat gadis itu diam termenung. “Oh, CEO...” Kyle berbalik dan menatap ke belakang. “Tidak CEO, hanya saja kepalaku sedikit pusing dan tangan ku sedikit dingin.”
__ADS_1
CEO Marvell memegang tangan Kyle yang memang ia rasakan dingin. Ia beralih menatap wajah Judith yang terlihat lebih pucat dari sebelumnya.
“Ku rasa kau hanya kurang istirahat.” CEO Marvell melepas tangan Kyle kemudian mengusap rambutnya. “Aku haus sekarang. Ini sudah saatnya untuk...” pria itu menjentikkan jarinya dan seketika Kyle tak sadarkan diri.
“Kyle aku haus, aku tak peduli bagaimana kesehatan mu, yang penting aku kenyang.” CEO Marvell menangkap tubuh Kyle yang hampir roboh kemudian membawanya dalam pelukannya dan ia mulai mencium lehernya kemudian menghisap darahnya hingga puas.
“Tac.” CEO Marvell menyandarkan kembali tubuh Kyle ke kursi setelah puas menghisap darahnya. Namun gadis itu tetap belum sadarkan diri meski CEO sudah selesai menghisap darah.
Pria itu kemudian keluar dari ruangan Kyle begitu saja dan meninggalkan Kyle dalam keadaan pingsan.
“Oh apa yang terjadi padaku ?” segera menoleh ke samping setelah membuka mata. “Astaga aku tidur sudah dua jam ?” pekiknya terkejut saat lihat waktu sekarang.
Kyle segera berdiri namun kepalanya semakin terasa pusing. Hingga ia sampai berpegangan pada dinding untuk menahan tubuhnya.
__ADS_1
“Dimana CEO ?” Kyle berjalan dengan pelan sambil terus berpegangan pada dinding dan tebal di ruangan di mana di sana ternyata kosong. “Mungkin ada meeting mendadak.”
Ia kemudian keluar dari ruangan karena hampir mendekati jam istirahat.
“Apa yang sebenarnya terjadi padaku ? Kenapa aku merasa semakin pusing ?” Kyle berjalan menuju ke kantin sambil memegang kepalanya.
Tiba-tiba ia teringat pada apa yang diucapkan oleh Judith sebelumnya.
“Tadi CEO masuk ke ruangan ku dan mengusap rambutku tapi setelah itu aku tidak tahu apa yang terjadi, dan ternyata aku ketiduran.” Kyle berusaha mengingat kembali dengan keras namun hanya itu yang bisa diingatnya. “Aneh sekali...”
Di sepanjang koridor beberapa staff lain yang berjalan melewati Kyle menatap ke arahnya kemudian berbisik-bisik seperti biasanya.
“Lihat itu Kyle, dia Emang sekarang terawat sejak menjadi istri kontrak CEO Marvell, tapi lihat mukanya pucat sekali seperti mayat hidup.” ucap seorang gadis pada temannya. “Ya kasihan sekali dia, mungkin salah cream.” balas gadis lain dengan tertawa lebar.
__ADS_1
Kyle yang masih bisa mendengar apa yang mereka ucapkan, menghampiri dua gadis tadi.
“Hey kalian berdua ! Kalian pikir aku tidak mendengar semua yang kalian ucapkan ?” bicara dengan nada marah. “Jaga mulut kalian atau CEO akan memberikan pelajaran pada kalian !”