
Judith yang merasa sudah aman dari kejaran serigala berbulu perak berhenti sejenak sekedar untuk menata nafasnya yang tidak beraturan setelah lelah berlari.
“Aku istirahat sebentar di sini selama beberapa menit.” Judith duduk bersandar di bawah sebuah pohon besar dengan nafas yang masih tersengal.
Belum stabil nafasnya dari arah depan terdengar suara dalam langkah kaki.
“Oh suara apa itu...” Judith berdiri saat mendengar tak hanya satu derap langkah kaki tapi banyak derap langkah kaki, sekitar 7 sampai 10. “Tidak...” Ia melihat ada sepuluh serigala berbulu emas datang menghampirinya mengepung dari berbagai arah dengan mata merah menatapnya.
“Woof !” serigala yang mengepung Judith menyalak dan menatap tajam ke arahnya. “Apa mereka marah karena aku melukai salah satu dari mereka ?” Judith mundur, namun di belakangnya juga ada serigala berbulu perak yang akan menerkamnya.
“Aku tak bermaksud menyakiti salah satu teman kalian. Aku terpaksa melakukannya karena dia menyerang ku duluan. Tolong jangan sakiti aku. Aku kemari hanya untuk mencari batu kehidupan saja.” Judith menjelaskan panjang lebar.
__ADS_1
Namun serigala berbulu perak tak mendengar ucapan Judith dan mereka semua menerkam Judith secara bersamaan.
“Argh.... bagaimana ini ?” Judith tak tahu apa yang harus ia lakukan untuk mengalahkan 10 serigala berbulu perak yang menyerangnya. Ia pun kembali mengeluarkan pisau lipatnya untuk menyayat serigala berbulu perak yang bisa ia sayat.
“slash... !” satu serigala berbulu perak tersayat dan jatuh ke tanah. Judith pun segera berlari keluar dari kepungan serigala berbulu perak.
Meskipun Judith berlari dengan kecepatan penuh menjauh dari serigala berbulu perak, namun ternyata para serigala itu tetap bisa mengejarnya kembali dengan mudah.
“Argh....” seekor serigala menggigit tangannya, dan serigala lain menggigit kakinya. “Argh...” Judith kembali berteriak saat seekor serigala menggigit punggungnya.
“Hiss...” tiga serigala yang menggigit Judith jatuh terlempar ke tanah. Keenam serigala lainnya yang melihat temannya terluka mundur.
__ADS_1
“Aku harus pergi sekarang sebelum mereka kembali menyerang ku.” Judith terus berjalan dengan kaki yang terluka bekas gigitan serigala dan juga tangan dan punggung yang berdarah.
“Gawat... segala itu masih mengejar ku bahkan jumlahnya dua kali lipat lebih banyak dari tadi.” Judith menoleh ke belakang dan melihat ada 20 ekor serigala berbulu perak yang saat ini berlari cepat mengejarnya.
Lima meter di depannya terlihat ada sebuah sungai, entah sungai apa itu.
“Apakah ini Sungai Black Pearl ?” Judith berhenti di depan sebuah sungai yang airnya tidak berwarna bening melainkan terlihat berwarna biru gelap seperti sebuah lautan.
Dua puluh serigala berbulu perak dalam waktu cepat akhirnya berhasil menyusul dan berhenti di depan sungai tempat Judith berada saat ini.
“Tidak.... kenapa mereka cepat sekali mengejar ku ?” pekik Judith terkejut dan kembali terdesak karena kembali terkepung. “Kemana lagi aku menghindar ?” memejamkan mata saat serigala perak mulai melompat dan menerkam ke arahnya.
__ADS_1
“Tak ada jalan lain lagi.” Judith terbalik dan menatap sungai yang ada di belakangnya.
“Byurr...” bersamaan dengan melompatnya serigala berbulu perak, ia pun ikut melompat masuk ke sungai yang ada di belakangnya.