
Teman Judith dalam satu ruangan tak tahu jika gadis itu pingsan. Mereka mengira gadis itu hanya ketiduran karena perlahan menunggu ibunya yang sedang sakit.
Satu jam berlalu dan Judith terlihat masih belum bangun juga. Maria yang duduk di sampingnya merasa curiga karena tak biasanya gadis itu tidur seperti itu di tempat kerja.
“Judith... bangun...”Maria menepuk-nepuk pelan pipinya untuk membangunkan Judith. Namun gadis itu sama sekali tak merespon ucapannya.
Maria menarik tubuh Judith ke belakang dan menyandarkannya ke kursi. Dia merasakan tubuh Judith dingin sekali sedingin es dan kulitnya pucat sekali.
“Astaga... dia pingsan !”pekik Maria setelah memeriksanya.
“Ashley.... tolong bantu aku hubungi ambulance sekarang juga.”ucap Maria meminta tolong pada temannya.
Ashley segera menghubungi ambulance dan tak lama setelahnya terlihat mobil ambulans datang. Maria dan yang lainnya membawa masuk tubuh Judith ke ambulans pengen dibantu petugas medis.
“broom...”mobil ambulans meluncur menuju ke rumah sakit terdekat.
Satu jam setelahnya Judith membuka matanya. Dia menoleh ke samping untuk mengetahui ada di mana dirinya sekarang.
“Kenapa aku bisa berada di rumah sakit ?”gumam Judith terkejut karena seingatnya dia masih berada di kantor.
“Kau sudah sadar ?”ucap Maria yang duduk di samping Judith dan menunggunya siuman.
Judith kemudian duduk dan berbalik menghadap Maria.
“Apa yang terjadi padaku bagaimana bisa aku di sini ?”ucap Judith menatap temannya itu.
Maria kemudian menjelaskan padanya jika dia pingsan di tempat kerja dan dokter menjelaskan jika dirinya terkena anemia akut.
“Anemia akut ? Bagaimana bisa aku terkena itu ?”balas Judith terkejut mendengar penjelasan temannya.
“Aku rasa kau kelelahan, kurang tidur dan kurang makan. Makanya jadi kurang gizi seperti ini.”jawab Maria menjelaskan.
“Terimakasih Maria sudah membawaku ke rumah sakit.”ucap Judith berdiri menghampiri temannya itu.
“Kau duduk saja dan istirahat agar lekas sembuh. Aku kembali ke tempat kerja dulu. Lebih baik kau masuk kerja saat kau benar-benar sehat.”balas Maria menyarankan dan dia pun segera pergi dari rumah sakit lalu kembali ke tempat kerja.
Sementara Judith kembali tempat tidur dan berbaring di sana.
__ADS_1
Siang hari di tempat kerja, Vaska kembali berkeliling dan masuk ke ruangan para staf yang ada di sana, sekedar untuk memantau mereka saja.
“tap... tap...”suara langkah kaki pasca masuk salah satu ruangan ditemani oleh stafnya.
Para staf yang ada di ruangan itu seketika terkejut dengan kedatangan CEO mereka yang mendadak.
“Selamat siang tuan Vaska.”ucap para stop yang ada di ruangan itu segera berdiri dan memberi hormat padanya.
“Ya... apa kalian ada masalah atau kendala tempat kerja ?”jawab Vaska berhenti dan menatap semua staf di ruangan.
“Tidak ada tuan, sampai sejauh ini semuanya berjalan dengan baik.”jawab salah satu staf mewakili.
Vaska kemudian keluar dari ruangan itu dan masuk ke ruangan lain. Hal yang sama terjadi pada setiap ada di ruangan itu terkejut dengan kedatangannya yang mendadak.
“Kenapa akhir-akhir ini tuan Vaska jadi sering memantau kami ?”gumam salah satu staf yang ada di ruangan itu sambil berdiri dan memberi hormat pada CEO nya.
Vaska melihat salah satu kursi yang kosong di sana dan berhenti.
“Kenapa kursi ini kosong ? Kemana staf yang bertugas ?”ucapnya bertanya pada tapi ada di ruangan itu.
“Maaf tuan Vaska, staf yang duduk di sebelahku tadi masuk ke rumah sakit setelah pingsan.”jawab Maria menjelaskan.
Setelah berbicara sebentar dengan staf lainnya yang ada di sana dan menanyakan kesulitan atau kendala yang mereka hadapi dia pun keluar dari ruangan itu dan kembali ke ruangannya.
Vaska cocok dan mengangkat telepon di mejanya dan memutar sebuah nomer.
“Darell datanglah ke ruangan ku sebentar.”ucap Vaska setelah setelah panggilan tersambung.
Tepat dua menit setelah lelaki itu menaruh telepon kembali ke tempatnya seorang lelaki masuk ke ruangannya.
“Ya tuan Vaska apa ada yang bisa ku bantu ?”tanya sekretaris Vaska itu saat menghadap.
“Ya...cari tahu di rumah sakit mana Judith di rawat dan satu lagi kirim dia makanan yang ada di daftar ini sekarang juga.”balas Vaska sambil menyerahkan list tabel makanan yang harus dia siapkan untuk Judith.
“Baik tuan.”jawab Vaska singkat dan segera keluar dari ruangan atasannya itu lalu mencari informasi tempat Judith dirawat dan malesan semua menu makanan yang ada di di daftar list.
Sore hari sepulang kerja Vaska masuk ke mobil mewahnya.
__ADS_1
“Antar aku ke rumah sakit medical centre sekarang juga.”ucap Vaska pada drivernya saat duduk dalam mobil.
“Baik tuan.”jawab driver itu dan segera mengarahkan mobil menuju ke rumah sakit yang disebutkan.
“klak...”Vaska turun dari mobil dan menutup kembali pintunya. Dia kemudian langsung menuju ke ruangan tempat Judith dirawat.
“kriek...”Vaska masuk ke ruangan dan melihat Judith sedang tidur.
Dia pun hanya berdiri di sampingnya menunggu gadis itu bangun. Dia melihat tubuh Judith yang masih pucat dan terlihat lemas.
“Apa aku harus memberikan itu untuknya ?”batin Vaska merasa indah dan merasa sedikit bersalah.
Lelaki itu kemudian mendekat dan membungkukkan badannya. Dia menyentuh bibir Judith dan menciumnya. Dia mentransfer sedikit energinya untuk menolong gadis itu.
“Hangat... cairan apa ini yang mengalir ke tubuhku ?”batin Judith merasakan ada kehangatan masuk ke tubuhnya di tengah kesadarannya.
Vaska mengakhiri ciumannya sebelum gadis itu sadar. Baru pertama kali ini dia memberikan energi kehidupan pada wanita yang di hisapnya. Dan semua itu dia lakukan karena merasa iba dan kasihan padanya.
Satu menit kemudian Judith membuka matanya. Dia terkejut sekali saat melihat Vaska ada depannya.
“T-tuan Vaska... bagaimana kau bisa tahu aku ada di sini ?”ucap Judith terkejut dengan kedatangannya yang mendadak dan segera duduk. Gadis itu tidak terlihat pucat lagi setelah mendapatkan energi kehidupan dari Vaska.
“Ya itu mudah saja bagiku. Bagaimana apa kau sudah memakan semua makanan yang ku bawakan ke sini ?”tanya Vaska.
“Ja-jadi... makanan itu tuan yang memesannya untukku ?”jawab Judith kembali terkejut dibuatnya.
“Bingo... ! Kau harus menghabiskan makanan yang aku pesan untukmu hari ini agar kau lekas pulih. Selama tiga hari ke depan aku akan mengirim makanan seperti itu untukmu. Dan satu lagi malam ini kau tak perlu datang ke rumahku. Lima hari ke depan, setelah kondisi mu pulih datanglah ke rumahku.”ucap Vaska menjelaskan panjang lebar.
“Baik tuan Vaska... terima kasih atas kebaikannya dan pengertiannya padaku.”jawab Judith menatap lelaki itu dengan mata yang berbinar.
Vaska kemudian keluar dari rumah sakit dan kembali masuk ke mobil yang masih menunggunya. Di dalam mobil dia baru tak sadar kenapa tadi dia memberikan energi kehidupannya pada gadis itu.
“Ah sudahlah... hanya sedikit energi kehidupan saja tak berarti apa-apa bagi ku.”batin Vaska.
“Cepat jalan !”ucap Vaska.
Mobil pun segera meluncur keluar dari rumah sakit menuju ke rumah mewah Vaska.
__ADS_1
BERSAMBUNG.....