Bloody Marriage Contract

Bloody Marriage Contract
Eps. 16 Menjadi Sekretaris


__ADS_3

Manajer Abel terlihat muka dan terus-terusan mengomel melampiaskan amarahnya pada Judith.


“Judith kau ini bisa kerja atau tidak ? mengerjakan seperti ini saja tidak bisa !”ucap manajer Abel sambil menggebrak meja.


Judith terkejut dan gemetar melihat kemarahan manajer Abel yang biasanya setahunya lelaki itu lembut dan tenang, kini berubah seperti lelaki lain.


“Ma-maaf manajer Abel. Sebenarnya aku sudah selesai mengerjakan tugas itu tapi saat aku mau menyerahkannya, tugas itu tiba-tiba rusak.”jawab Judith menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi pada saat manajer.


Sang manajer menganggap semua perkataan Judith hanya pembelaan diri saja dan tak mau disalahkan.


“Judith kau sudah salah masih menyangkal juga ! Jadi maksudmu ada seseorang yang merusak pekerjaanmu ? Begitu ?!”ucap manajer Abel makin emosi.


“Bu-bukan begitu maksudku manajer Abel. Aku tidak bilang menuduh seseorang merusak pekerjaanku.”balas Judith menjelaskan agar tidak terjadi kesalahpahaman.


Tapi sang manajer tetap tak mau mendengar perkataan Judith. Dan baginya gadis itu tetaplah salah.


“Plak... !”Manajer Abel melempar dokumen yang barusan diberikan oleh gadis itu ke muka Judith.


“Ahh... !”ucap Judith terkejut sambil memungut dokumen yang jatuh di kakinya.


“Sekarang keluar dari sini dan kerjakan kembali dokumen itu. dalam waktu 30 menit kita harus kembali lagi menyerahkannya padaku !”ucap manajer Abel dengan tatapan tajam.


“Ba-baik manajer Abel !”jawab Judith masih dengan tubuh yang gemetar keluar dari ruangan itu dan berjalan masuk ke ruangannya.


Di luar ruangan manajer Abel, banyak staf lainnya yang lewat dan mendengar juga melihat sang manajer marah pada Judith.


“ck-ck-ck... kasihan sekali gadis itu kena marah manajer Abel.”ucap seorang staf lainnya berbisik pada temannya saat melihat Judith berjalan.


Tak hanya satu dua orang yang membicarakan Judith. Beberapa staf lainnya yang lewat dan mengetahui hal itu juga ikut membicarakannya.


“Hey lihat itu, itu kan gadis yang barusan dimarahi oleh manager Abel. Dari departemen apa dia ?”ucap seorang staf berbisik pada temannya yang ada di sebelahnya sambil menunjuk ke arah Judith.


Judith menoleh menatap gadis yang membicarakan itu dan seketika Mereka terlihat sangat tingkah dan berjalan cepat meninggalkan dia.


“Ada apa dengan mereka, kenapa mereka menatapku dan berbisik-bisik ? Apa mereka sedang membicarakan aku ?”batin Judith kembali melihat tatapan aneh dari orang yang melewati dirinya.


Banyak pasang mata menatap ke arah Judith dan setiap kali gadis itu menatap mereka, mereka terlihat salah tingkah.

__ADS_1


Ternyata berita mengenai Judith yang kena marah tersebar dengan cepat ke seluruh perusahaan.


Judith kembali dan masuk ke ruangan. Di saat dia masuk, semua staf yang ada di sana menatap ke arahnya, termasuk Kylie.


“Rasakan kau Judith, salah sendiri kau menggoda CEO Vaska.”batin Kylie tersenyum lebar menatap dari situ dari kejauhan dan kemudian pura-pura menunduk mengerjakan tugas walaupun sebenarnya semua pekerjaannya sudah selesai.


“Ada apa... apa ada yang salah denganku ?”ucap Judith merasa tidak nyaman dengan tatapan para staf yang ada di ruangannya, bertanya pada para staf yang menatapnya itu.


“Ahh... tidak ada.”jawab salah satu staf salah tingkah dan segera duduk.


Namun ada stop lainnya yang berani mengucapkan apa yang ada dalam pikirannya.


“Em... Judith... apa benar barusan kau kena marah oleh manajer Axa ?”ucap seorang gadis yang duduk di samping Maria.


Judith terlihat terkejut bagaimana semuanya bisa mengetahui tempat itu dengan cepat bahkan saat dia baru kembali masuk ke ruangan sedangkan mereka tidak beranjak dari ruangan itu.


“Ya... tak apa.”jawab Judith singkat dan kemudian segera duduk lalu mengerjakan kembali dokumen yang rusak itu dengan cepat sebelum dia kena marah untuk yang kedua kalinya.


Dua puluh menit kemudian Judith Selesai mengerjakan tugas itu dan dia pun segera keluar dari ruangan menuju ke ruangan manajer Abel.


Manajer Abel melihat ke arah pintu kemudian memintanya untuk masuk.


“Manajer Abel... ini dokumennya.”ucap Judith menyerahkan dokumen itu pada sang manajer.


Manajer Abel menerima dokumen itu. Dia hanya membacanya sekilas kemudian menaruhnya ke meja dengan membanting.


“Judith dokumen yang diberikan memang sudah benar. Tapi semua ini sudah terlambat. Dan karena kecerobohan mu itu kita kehilangan satu klien penting untuk perusahaan ini.”ucap manajer Abel menjelaskan panjang lebar juga dengan tatapan tajam.


“Bukankah tadi dia dia memberi ku waktu 30 menit ? sedangkan aku sudah menyelesaikannya dalam waktu 20 menit, kenapa masih salah juga ?”batin Judith merasa dipermainkan oleh manajernya itu dan berpikiran jika lelaki itu memang mencari-cari masalah dengannya.


“Ma-maaf manajer Abel.”ucap Judith meminta maaf meskipun dia sebenarnya sama sekali tak merasa bersalah dan melakukan kesalahan.


“Judith, apa yang kau lakukan ini adalah suatu kesalahan fatal dan tak bisa dimaafkan. Aku tak bisa mentolerir kesalahanmu ini. Dan sebaiknya kau mengamati semua barang mu hari ini dan kau tak perlu ke kantor mulai besok !”ucap manajer Abel panjang lebar dan akhirnya memintanya keluar kerja.


“Ma-manajer Abel... tolong jangan seperti itu jangan berhentikan aku dan pekerjaan ini aku mohon.”jawab Judith dengan muka yang pucat mengetahui hukuman yang harus di terimanya.


“Pergi sekarang dari sini !”ucap lagi itu kemudian mengalihkan pandangan pada yang lain.

__ADS_1


Judith pun segera keluar dari ruangan itu dan terlihat sedih. Tanpa terasa air matanya menitik.


“Dimana lagi aku harus mencari pekerjaan ?”batin Judith sambil berjalan dengan terburu-buru dan tak begitu memperhatikan jalanan yang dia lewati.


“bugh... !”Judith tak sengaja menabrak seseorang yang berjalan berlawanan arah dengannya.


“Maaf...”ucapnya singkat.


Judith menegakkan kepalanya dan terkejut ternyata yang ditabraknya tak lain tak bukan adalah tuan Vaska.


“Oh... tuan Vaska... maaf aku tidak sengaja menabrak mu.”ucapnya sambil menunduk dan menghapus sisa air matanya.


Judith kembali berjalan setelah meminta maaf dan meninggalkan lelaki itu.


“Ada apa dengannya, kenapa dia menangis seperti itu ? Tak biasanya dia begitu.”gumam CEO Vaska yang sempat melihat air mata Judith saat gadis itu berjalan keluar dari ruangan manajer Abel.


CEO Vaska kemudian kembali melanjutkan langkahnya dan masuk ke ruangan manajer Abel.


“Abel... kau tahu Kenapa gadis kecil itu tadi menangis saat keluar dari sini ?”tanyanya penasaran setelah menghampiri rekannya itu.


“Oh Judith maksud mu. Dia merusak dokumen penting dan karena itu kita kehilangan satu klien penting, maka aku memberhentikan dia dari perusahaan ini.”jawabnya.


“Apa... kenapa kau memecatnya begitu saja tanpa meminta persetujuanku terlebih dulu ?”balas Vaska terkejut.


Lelaki itu kemudian keluar dari ruangan dan mengejar Judith yang belum jauh.


“Judith !”panggilnya, dan gadis itu berhenti juga berbalik.


“Ada apa tuan Vaska ?”balasnya singkat.


“Mulai besok kau Aku bekerja kan di kantorku menjabat sebagai sekretaris ku.”ucap Vaska tiba-tiba dan membuat Judith Syok mendengarnya.


“Ta-tapi tuan Vaska... manajer Abel sudah memecatku.”jawabnya singkat.


Vaska menegaskan kembali ucapannya dan meyakinkan jika dia tidak main-main dengan apa yang barusan dia ucapkan. Judith pun tersenyum lebar dan berterima kasih pada lelaki itu karena sudah membantunya.


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2