
Terlihat warga keluar rumah dan berbondong-bondong pergi ke tempat Vaska untuk berobat.
Di rumah Vaska
Judith baru duduk setelah membuka tempat praktek pengobatan. Baru saja dua menit duduk, ia melihat banyak pasien di luar berdatangan.
“Nona, apa dokter Vaska ada ?” seorang pasien datang dengan muka yang merah dengan bintik merah berair. “Ada tuan, ini nomor antrian anda.” Judith memberikan kartu pasien dan juga nomor antrian.
“Kenapa pasien hari ini sudah banyak sekali di pagi hari ?” Judith memberikan nomor antrian pada pasien berikutnya. “Dan lagi kenapa mereka semua terlihat mengidap penyakit yang sama ?” melihat semua pasien yang datang tubuhnya berbintik merah serta berair.
Di dalam ruang periksa
Vaska sedang memeriksa pasien.
“Bagaimana awalnya anda bisa terkena penyakit ini ?” tanya Vaska setelah ia mencari bekas gigitan Matheos di tubuh pasien, namun tidak menemukannya.
__ADS_1
“Aku sendiri juga tidak tahu dokter. Salah satu putraku ada yang sakit seperti ini dan tiba-tiba saja saat bangun di pagi hari tubuhku sudah seperti ini.” pasien Itu menjelaskan kronologis awalnya.
“Jadi pasien ini tidak digigit oleh Matheos, tapi tertular dari pasien lain.” Vaska menyimpulkan sendiri penyebabnya karena sebelumnya ia mengira jika Matheos juga menghisap darah manusia dewasa.
“Apa tuan pernah menyentuh luka di tubuh putra anda ?” Vaska mencoba mencari penyebabnya. “Sebelumnya aku mengoleskan salep pada tangan putri ku, namun bintik merah itu pecah dan terkena sedikit cahaya dari lukanya.” pasien mengingat kembali kejadian semalam sebelum sakit.
“Jadi begitu rupanya. Jangan sampai keluarga yang tidak terinfeksi menyentuh bintik merah apalagi sampai terkena cairannya, tuan untuk menghindari penularan.” Vaska menemukan penyebabnya sekaligus memberikan arahan pada pasien. “Ini resep obatnya.” menyerahkan resep obat pada pasien.
“Terimakasih dokter.” pasien keluar dari ruang periksa untuk mengambil obatnya. Hingga beberapa hari banyak pasien yang datang dengan keluhan yang sama ke tempat pengobatan Vaska.
Pagi hari pria itu bangun dan melihat Judith masih tertidur.
“Mungkin jika sebentar saja, saat aku kembali barulah dia bangun.” Vaska turun dari tempat tidur sengaja tidak membangunkan gadisnya.
Ia kemudian keluar dari kamar dan menutup kembali pintunya dengan pelan.
__ADS_1
“Tuan mau kemana ?” tanya Peter yang berpapasan dengan Vaska di teras rumah. “Aku mau keluar sebentar.” Vaska menjawab singkat kemudian segera berlalu dari sana dan masuk ke hutan.
“Aku akan mencari tempat yang aman dan bagus untuk kami berdua menghabiskan liburan pagi ini.” Vaska terus berjalan masuk ke hutan.
Di rumah Vaska terlihat Judith baru bangun tidur. Ia melihat hanya ada dirinya saja di sana, kemudian keluar untuk mencari Vaska.
“Dimana tuan, apa kau melihatnya ?” Judith berpapasan dengan Peter saat keluar dari kamar. “Tuan Vaska baru saja keluar ke depan, nona.” Peter menjawab singkat kemudian berlalu.
Judith menuju ke teras mencari keberadaan Vaska.
“Sayang... kau dimana ?” Judith memanggil Vaska setelah ia tak menemukan keberadaan pria itu di manapun. “Apa dia masuk ke hutan ?” karena tak menemukan Vaska, maka ia pun masuk ke hutan.
Judith terus berjalan masuk ke hutan sambil menatap ke sekitar, namun tak menemukan keberadaan Vaska.
Dari sebuah pohon terlihat Matheos berada di dalam pohon dalam wujud burung menatap ke arah Judith.
__ADS_1