Bloody Marriage Contract

Bloody Marriage Contract
Eps. 37 Tak Bisa Menahan Haus


__ADS_3

Vaska duduk di ruang tamu. Sedari tadi ia memperhatikan jam yang tergantung di dinding di depannya. Meskipun ia tahu malam ini Judith tak akan datang menemuinya karena masih dalam suasana berduka, ia tetap duduk di sana karena sudah terbiasa.


“tik-tok” pria itu masih memperhatikan jam dan waktu terus berlalu.


Satu jam berlalu. Sudah lewat dari waktu biasanya ia menghisap darah Judith dan kondisinya masih baik-baik saja.


Dua jam berlalu, pria itu mulai merasa tubuhnya mulai memanas hingga tenggorokannya mulai terasa sedikit kering.


“Aku pasti bisa menahannya mungkin untuk sehari ini saja.” Vaska mengambil air es yang sudah ia siapkan dari tadi untuk mendinginkan tubuhnya yang panas di saat ia haus darah.


Itu hanya dugaan Vaska saja menyiapkan air dingin untuk mengembalikan suhu tubuhnya yang menjadi panas saat ia haus darah. Ini juga pertama kalinya ia berpuasa seperti ini. Dan ia berharap percobaan ini akan berhasil.


“Argh.... !” Vaska berteriak setelah tiga jam kemudian. Ia merasakan suatu punya semakin panas membara bagai bara api. “Panas.” mengambil air es di depannya dan segera meminumnya. Pria ini sudah minum 10 gelas air es di tambah satu gelas ini genap menjadi 11 gelas.

__ADS_1


“Argh... !” Vaska berteriak lebih kencang daripada sebelumnya. ternyata 11 gelas air gelas tak bisa memadamkan bara api di tubuhnya. Bahkan kini matanya berubah warna menjadi merah.


“Bagaimana ini.” Vaska melihat jari tangannya yang sedikit meruncing di ujungnya serta taring nya yang sudah keluar. Ia pun berdiri dan mengeluarkan kekuatan untuk mengunci dirinya sendiri.


“Argh !” ternyata kekuatannya tetap tak mampu menahan dirinya. Ia pun benar-benar sudah tak bisa menahannya lagi.


“Judith...” ucapnya berjalan keluar dari rumah dan seketika hilang dalam hitungan detik dari tempatnya berdiri saat ini.


“klak.” ia membuka pintu rumah Judith yang sudah dikunci dengan mudahnya. Pria itu kemudian berjalan menuju ke kamar Judith.


“Bagus jika dia sudah tidur. Karena sebelumnya aku bilang akan menahan diri padanya.” Vaska melihat Judith yang terpejam matanya di atas ranjang.


Ya, gadis itu baru tidur 30 menit yang lalu tepat pukul 02.00 dini hari setelah lelah menangis semalaman hingga tak ada lagi air mata yang bisa ia keluarkan dari pelupuk matanya.

__ADS_1


“Judith... kau tidur sambil menangis.” Vaska melihat setitik air mata yang menetes di sudut mata Judith dan menghapusnya dengan jari tangannya. “Maaf aku menemui mu malam ini. Aku benar-benar tak bisa menahan haus ku meski aku sudah menahannya.” menyentuh lembut pipi Judith.


Vaska naik ke ranjang. Ia naik ke atas tubuh Judith lalu menyibak rambut panjang yang menutupi leher dan mencium leher itu kemudian mulai menghisap darahnya.


“Argh... tuan Vaska.” ucap Judith merintih seperti biasanya saat pria itu mulai menghisap darahnya.


Vaska berhenti menghisap dan menatap Judith. “Ternyata dia hanya mengigau saja.” kembali menghisap darah Judith hingga rasa dahaganya hilang.


Selesai menghisap darah Judith. Pria itu tak juga turun dari ranjang. Ia menatap intens gadis kecilnya itu. Entah kenapa dia sendiri juga merasa aneh dan kembali merasa haus.


Vaska menyentuh bibir tipis merah milik Judith dengan jemarinya lalu ia mengecup bibir itu. Dan setelahnya ia masih merasa tak puas juga.


“Judith...” Vaska membuka baju Judith dan membuat beberapa kiss mark di sana.

__ADS_1


__ADS_2