Bloody Marriage Contract

Bloody Marriage Contract
Eps. 82 Di Pemakaman


__ADS_3

CEO Marvell menatap tubuh Kyle yang mengering dan memberikannya kembali di tempat tidur.


“Haah...” Pria itu menghela nafas panjang dan berat menatap Kyle. “Sepertinya aku harus segera mencari pengganti blood successive.” menatap Kyle yang sudah menghembuskan nafas terakhirnya dalam pelukannya. “Aku harus segera pergi dari sini sebelum ada petugas medis yang datang.” melihat ke sekitar dan mendengar suara derap langkah kaki dari kejauhan.


“zaap.” CEO Marvell hilang dari ruangan tempat Kyle dirawat tepat di saat petugas medis datang.


Petugas medis datang untuk melakukan pemeriksaan rutin.


“Astaga pasien ini sudah tidak bernyawa lagi.” pekik seorang petugas medis setelah memeriksa kondisi Kyle.


Petugas medis lainnya segera ikut memeriksanya.

__ADS_1


“Benar pasien ini sudah meninggal dunia tiga menit yang lalu.” ucap petugas medis lainnya. “Tapi kenapa kondisi pasien sangat mengenaskan sekali seperti ini ?” melihat wajah Kyle yang ketakutan dan mata terbelalak lebar. “Kita bawa pasien ini segera ke ruang jenazah.” petugas medis menutup kedua mata Kyle lalu segera membawa jenazahnya ke ruang jenazah.


Keesokan paginya berita duka itu tersebar ke seluruh kantor dan membuat gempar seisi kantor.


Para staf sedang berada di ruang absensi untuk absen. seperti biasa mereka ramai dan gaduh saat berada di sana sambil menunggu antrian.


“Permisi...apa benar nona Kyle bekerja di sini ?” seorang petugas medis dari rumah sakit tiba-tiba masuk ke ruangan absensi. “Ya benar, ada apa ?” timpal petugas absen terkejut melihat kedatangan petugas medis itu. “Karena tak ada nomor keluarga yang bisa dihubungi maka kami menghubungi alamat kantor tempatnya bekerja. Pasien atas nama Kyle telah meninggal dunia semalam pada pukul 21.00.” petugas medis menyerahkan surat kematian dan berkas lainnya yang menyangkut Kyle.


Setelah petugas medis dari rumah sakit pergi, para staf yang ada di ruangan itu pun segera masuk ke ruangan mereka masing-masing dan menyebarkan berita yang barusan mereka dengar tentang kematian Kyle.


“Astaga Kyle...” Judith tidak begitu terkejut mendengar berita kematian tentang Kyle dari beberapa staf yang ia temui di lorong saat ia akan menuju ke ruang copy. “Bagaimana dia bisa sakit dalam waktu begitu cepat dan meninggal dalam waktu yang cepat pula ?” ucap staf lain meminta pendapat Judith. “Aku juga tidak tahu padahal beberapa waktu yang lalu dia terlihat baik-baik saja.” timpal Judith terlihat sedih dengan kematian temannya. “Ku rasa kantor ini akan kembali tenang dan damai setelah kematian Kyle.” timpalnya dengan tersenyum lebar karena itu artinya tak akan ada lagi yang pengganggu di kantor ini yang menyebalkan seperti Kyle.

__ADS_1


Siang hari nya para staf kantor yang ikut berduka cita mendatangi tempat pemakaman Kyle, termasuk Judith.


“Semoga kau tenang di sana.” Judith menabur bunga di makam Kyle dengan pakaian serba hitam yang dipakainya.


“zrash...” tiba-tiba hujan turun di area pemakaman tanpa ada yang memintanya.


Beberapa staf yang ada di sana segera berlari keluar dari area makam.


“Celaka, aku harus berteduh dulu jika begitu.” Judith namun dia seketika berhenti di saat ada seseorang di depannya dan membawakan payung untuknya.


“CEO Marvell ?” Judith terkejut melihat pria itu tersenyum menatapnya dan melindunginya dari guyuran hujan.

__ADS_1


__ADS_2