Bloody Marriage Contract

Bloody Marriage Contract
Eps. 139 Gerah


__ADS_3

Malam hari di rumah Vaska.


Judith berkeliling melihat ke seisi rumah dengan Vaska yang menemaninya.


“Rumah ini, semua ruangan, desain maupun ukurannya serta bentuknya sangat mirip sekali dengan rumah lama mu, sayang.” Judith selesai berkeliling dan melihat seisi rumah yang penataan dan lain sebagainya tak ada bedanya dengan rumah sebelumnya.


“Ya, aku memang sengaja membangun dan membuatnya seperti rumah lama karena aku melihatmu sebelumnya terlihat enggan pindah dari sana.” timpal Vaska hanya tersenyum kecil karena senang melihat kekasihnya itu betah tinggal di sana.


“Lalu bagaimana dengan kamarnya apakah juga sama dengan rumah yang sebelumnya ?” Judith masuk ke kamar Vaska yang berarti adalah kamar yang juga. “Astaga ini benar-benar sama persis dengan rumah yang lama. Dan aku merasa seolah tinggal di tempat yang lama saja.” beralih duduk di tempat tidur melihat tata letak dan sebagainya yang benar-benar mirip.


“Apa kau senang ?” Vaska ikut duduk di samping Judith. “Ya, tentu saja.” Judith tersenyum lebar. “Mmm...” Vaska tiba-tiba mencium bibir tipis Judith. “Pintunya... masih terbuka.” Judith melirik dan menunjuk garap pintu kamar yang memang masih terbuka. “klak.” masih mencium bibir gadisnya, Vaska hanya menggerakkan jarinya saja dan membuat pintu kamarnya tertutup.

__ADS_1


“Ahhh...” Judith mendesah saat Vaska mencium lehernya dan menghisap sedikit darahnya. “Apa kau lelah ?” tanya Vaska membaringkan Judith ke tempat tidur. “Tidak.” jawabnya singkat sambil menggelengkan kepala.


“Aaah....” Judith mendesah panjang saat Vaska membuka lebar kedua kakinya dan membenamkan kepalanya di sana. Tak lama setelah nya pun baju yang mereka pakai sudah tanggal dari tubuh mereka. “Aaaaah... sayang.” Judith kembali mendesah panjang saat Vaska kembali melakukan penyatuan dengan dirinya.


Di rumah salah satu warga.


Kevin yang siang tadi kena patuk burung putih bertanduk terlihat merah badannya.


“Mungkin kau kebanyakan main. Sana cepat istirahat, besok kau masuk sekolah.” perintah sang ibu setelah mendengar penjelasan dari Kevin yang menyatakan jika dirinya baik-baik saja. “Ya ibu.” Kevin pun menurut dan segera masuk ke kamarnya meskipun ia tidak merasa ngantuk, daripada ibunya nanti mengomel panjang padanya.


Kevin berdiri di depan cermin yang ada di dalam kamarnya.

__ADS_1


“Aneh... benar kata ibu, kenapa kulitku terlihat sedikit lebih merah ?” Kevin menyentuh wajahnya yang memerah. “Mungkin hanya karena cuaca saat ini gerah, sehingga kulitku bawang merah karena banyak berkeringat.” menyeka keringat yang menetes dari dahinya.


Ia pun meminum banyak air mineral yang ada di meja dekat pintu karena merasa gerah kemudian duduk di tempat tidur.


Di rumah warga lainnya .


Terlihat Albert yang duduk di tempat tidur dan bersandar ke dinding. Anak lagi itu sekarang sudah bisa duduk setelah meminum obat dari dokter yang dibawa oleh ayahnya beberapa hari yang lalu.


“Sepertinya obat dari dokter itu mulai bereaksi dan kondisimu semakin membaik.” sang ibu yang menunggu putranya melihat kondisi Albert yang ada perkembangan positif. “Semoga saja kau segera sembuh, nak.” sang ibu kembali mengambilkan obat dan meminumkannya pada Albert.


Kembali ke Kevin yang saat ini sudah tidur. “Kenapa rasanya semakin lama semakin gerah saja ?” anak itu berulang kali bangun dari tidurnya karena merasa sangat gerah hingga dia mengajarkan suhu ac di ruangan sedingin mungkin untuk mengusir rasa gerahnya.

__ADS_1


__ADS_2