Bloody Marriage Contract

Bloody Marriage Contract
Eps. 17 Menjadi Supplier Darah


__ADS_3

Keesokan paginya kabar mengenai pemecatan Judith terdengar oleh semua karyawan yang ada di perusahaan itu.


Di ruangan Judith terlihat satu kursi kosong dan semua barang yang ada di sana tak ada.


“Jadi kabar itu benar adanya, Judith benar-benar dikeluarkan dari perusahaan ini ?”batin Kylie yang menatap kursi kosong milik Judith. Gadis itu tersenyum lebar melihat kursi kosong di sana, dan merasa lega.


Maria menatap kursi kosong di sebelahnya dan terlihat sedih.


“Judith... malang sekali nasibmu, semoga kamu dapatkan pekerjaan yang lebih baik daripada di sini nanti.”batinnya sangat menyayangkan sekali pada pemecatan temannya yang mendadak.


Di luar kantor terlihat Judith berlari sambil melihat jam di tangannya menuju ke kantor.


“Gawat... tiga menit lagi masuk, aku harus cepat sebelum terlambat.”gumam Judith karena ia tahu sikap Vaska yang selalu on time dan tidak suka pada seseorang yang lewat dari jam yang telah ditentukan.


Judith berlari melewati beberapa staf lain yang berjalan.


“Lihat... bukankah dia gadis dari departemen administrasi ? Ada yang bilang manajer Abel sudah memberhentikannya, tapi Kenapa dia masih masuk ? apa info itu salah ?”ucap seorang gadis menatap Judith bicara pada temannya.


“Info itu sepertinya benar karena dari sumber terpercaya. Pasti gadis itu yang tak tahu malu. sudah jelas dipecat masih saja datang ke kantor ini. Ck-ck-ck....”jawab temannya tadi menimpali dan menatap Judith dengan sinis.


Judith terus berlari menuju ke kantor Vaska. beberapa staf lain yang melewatinya menatapnya dengan tatapan tajam.


“Kenapa mereka melihatku seperti itu ? Sudahlah, bagiku meskipun tatapan mereka menakutkan tapi lebih menakutkan amarah dari CEO Vaska.”batin Judith balas menatap orang-orang yang menatapnya dan mengajukannya.


Para staff lain yang melihatnya terlihat saling berbisik, memandang rendah padanya dengan tatapan menghina.


“Maaf CEO, apakah aku terlambat ?”ucap Judith masuk ke ruangan Vaska dengan apa sih masih terengah-engah.


Vaska melihat jam digital di tangannya menatap Judith.


“Ya kau tepat waktu. Tapi kau tahu kan kode etik seorang karyawan? Datanglah lebih awal dari jam masuk kerja. Besok kau harus datang lebih pagi lagi.”jawab mana lagi itu kemudian duduk di tempatnya.


“Baik CEO Vaska. Maaf... besok hal seperti ini tak akan terulang lagi.”jawab Judith sambil menunduk.

__ADS_1


Vaska kemudian memberitahunya di mana tempat duduk gadis itu dan juga apa saja yang harus dia kerjakan saat ini.


“Baik tuan Vaska... aku akan mengerjakannya sekarang juga.”ucap Judith menerima tugas pertamanya sebagai seorang sekretaris.


Gadis itu segera menatap monitor yang ada di depannya dan mengetik dengan cepat tugas yang barusan didapatnya.


“Aku tidak boleh mengecewakannya. Dan kesempatan tak akan datang dua kali, jadi aku harus bekerja sebaik mungkin.”batin Judith mengerjakan tugasnya dengan serius.


Vaska dari ruangan lain di ruangan yang bersebelahan dengan ruangan Judith, melihatnya dari dalam tanpa sepengetahuan gadis itu.


“Hmm... sepertinya gadis kecil itu rajin dan cepat dalam mengerjakan tugas. Jadi sudah benar aku mengangkatnya sebagai sekretaris ku. Dan yang lebih terpenting lagi aku bisa mendatanginya kapan saja saat aku merasa haus tanpa harus menahan lama.”batin Vaska tersenyum lebar kemudian kembali ke tempat duduknya dan memeriksa beberapa dokumen yang ada di mejanya.


Beberapa staff yang tadi melihat kedatangan Judith menyertakan hal itu pada temannya dalam waktu singkat berita itu menyebar ke seluruh kantor hingga terdengar ke telinga Kylie.


“Aku tak percaya dengan berita itu. Mana mungkin Judith bisa kembali dengan mudah ke kantor ini setelah dipecat ?”batin Kylie mendengar para temannya yang bergosip ria di tempat kerja.


Siang hari Vaska keluar dari ruangan kerjanya dengan membawa setumpuk dokumen, menghampiri Judith.


“Baik tuan Vaska.”jawab gadis itu singkat.


Judith berdiri kemudian berjalan menuju ke ruangan direktur Garry. selama di jalan dia kembali bertemu dengan beberapa staf yang melewati dirinya, dan kembali berbisik padanya. Mereka terlihat berbisik menatap ke arah Judith.


“Mereka kira aku tidak bisa mendengar apa yang mereka ucapkan apa, membicarakan ku dengan suara keras seperti itu.”batin Judith menoleh menatap para staf yang melewatinya itu.


Sebelum sampai ke ruangan direktur Garry, dari kejauhan Maria berjalan bersama Kylie keluar dari mesin fotocopy dengan membawa beberapa berkas dokumen.


“Bukankah itu Judith ?”ucap Maria yang hafal dengan sosok temannya itu sambil menunjuknya.


Kylie seketika terkejut melihat sosok Judith yang berada 4 meter dari arah depannya.


“Kenapa gadis itu masih ada di sini ?”batin Kylie terkejut dan menatapnya.


Berbeda dengan Maria yang segera berjalan cepat dan menghampiri gadis itu setelah tahu.

__ADS_1


“Judith.... kau ke mana ? Aku tidak melihatmu di ruangan dan kursi mu kosong.”ucap Maria berhenti di depan Judith dan terlihat cemas.


“Maria... aku tahu kau pasti mencemaskan diriku. Dan kau tak perlu khawatir sekarang. Aku tidak keluar dari kantor ini aku hanya pindah saja ke ruangan lain, di kantor CEO Vaska dan membantunya.”jawab Judith panjang lebar sambil tersenyum kecil.


Maria tersenyum senang mendengar cerita dari Judith dan merasa lega ternyata temannya itu tidak dikeluarkan dari kantor, bahkan sekarang membantu CEO Vaska.


Dari jarak satu meter Kylie mendengar semua percakapan mereka berdua.


“Apa... Judith sekarang membantu tuan Vaska ? Jangan bilang itu artinya dia menjadi sekretarisnya ?”batin Kylie terkejut bercampur syok mendengar percakapan mereka berdua, juga terlihat sangat kesal sekali pada Judith.


“Maria... maaf aku harus pergi dulu karena tuan Vaska menunggu dokumen ini.”ucap Judith sambil menunjukkan dokumen urgent yang dibawanya pada Maria.


“Ya baiklah, sebenarnya aku juga terburu-buru.”balas Maria.


Maria kembali berjalan bersama Kylie setelah Judith masuk ke ruangan direktur Garry.


“Direktur Garry, ini dokumen urgent dari CEO Vaska.”ucap Judith kemudian menyerahkan dokumen yang di bawanya pada sang direktur.


Gadis itu menunggu sambil berdiri hingga direktur Garry selesai menandatangani semua dokumen.


Dua puluh menit kemudian gadis itu keluar dari ruangan direktur Garry kembali ke ruangan CEO Vaska.


“CEO Vaska ini dokumennya.”ucap Judith masuk ke ruangan Vaska dan menyerahkan dokumen yang di bawanya ke meja lelaki itu.


Vaska tidak menjawab dia pun berdiri dan berbalik menghadap Judith. Dengan cepat dia memegang tangan Judith dan menciumnya kemudian menghisap darahnya.


“Argh... tuan Vaska apa yang anda lakukan ?”ucap Judith menjerit saat merasakan sakit dan perih.


“Jadi karena alasan Ini dia memintaku menjadi sekretarisnya ? Menjadikanku sebagai supplier darahnya ?”batin Judith dengan gemetar.


Vaska melepaskan kembali tangan Judith dan senyum lebar padanya sambil mengusap bibirnya dengan sapu tangan.


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2