Bloody Marriage Contract

Bloody Marriage Contract
Eps. 161 Serangan Di Malam Hari


__ADS_3

Malam harinya di saat semua warga sudah terlelap terlihat beberapa sosok burung putih bertanduk ada di atas atap rumah warga.


“Mereka semua sudah terlelap rupanya. Saatnya bagi kita untuk beraksi.” Matheos kembali ke wujud aslinya. Ia bicara pada temannya yang ada di sampingnya dan memberikan kode untuk segera bergerak. “Jika begitu kita masuk sekarang.”timpal Matheos lain.


“zap...” Matheos seketika hilang dari atas rumah warga dan dalam sekejap berpindah dalam rumah warga. Matheos yang lain pun ikut menghilang dari atas atap setelah melihat temannya sudah masuk duluan ke rumah warga.


Di dalam rumah warga, seorang Matheos berjalan mencari letak kamar di mana di sana ada seorang anak kecil.


“Dari aromanya, pasti anak kecil itu ada di kamar sana.” seorang Matheos bisa mengenali dengan mudah targetnya melalui aroma tubuh anak-anak yang terasa manis bagi mereka, menuju ke sebuah kamar.


“Srak.” Matheos membuka pintu dan masuk ke kamar. Benar saja, ada seorang anak perempuan berusia 9 tahun yang sedang tidur bersama adiknya yang masih berusia lima tahun.


“Brody aku gadis kecil berusia 5 tahun, dan bagian mu kakaknya.” ucap seorang Matheos berbagi target.

__ADS_1


Korban Matheos adalah anak kecil dengan rentang usia berkisar dari 2 - 13 tahun. Dan semakin kecil darah anak yang mereka hisap maka rasanya akan semakin manis dan tentunya memberikan kekuatan power yang lebih besar pula.


“Mike, kau enak saja memilih target yang bagus dan memberikan yang buruk pada ku.” Brody menimpali temannya. “Jika kau tidak mau maka kedua anak ini untuk ku saja dan kau cari sendiri korban mu.” Mike menimpali dan tak merubah keputusannya karena berprinsip siapa cepat dia yang dapat.


“Hyah... kali ini aku membiarkanmu memilih korban, tapi lain kali jika aku yang menemukannya lebih dulu maka aku yang akan memilih korbannya.” Brody yang sebenarnya menolak keputusan Mike, terpaksa menyetujuinya daripada ia tidak minum dan harus mencari lagi.


Mereka berdua kemudian kembali berjalan dan menghampiri dua anak perempuan yang sedang tertidur.


“Hiiss...” anak kecil berusia 5 tahun merintih sakit saat Matheos mulai menghisap darahnya di leher. “Nyamuk malam ini ganas sekali.” anak itu bergumam merasakan seperti digigit nyamuk dan kali gigitannya terasa sangat dalam.


Mereka pun segera pergi dari sana setelah puas menghisap darah anak-anak dan sebelum korban mereka sadar, bangun dari tidur mereka.


Di rumah warga yang lain, hal yang sama juga terjadi. Anak-anak yang sedang tertidur pulas terlihat menepuk lehernya saat merasakan ada sesuatu yang menggigit lehernya dan mengiranya itu nyamuk.

__ADS_1


“Cepat pergi dari sini, sebelum mereka bangun.” ucap seorang Matheos mengajak temannya segera pergi dari sana. Mereka pun segera menghilang dari rumah warga dan mengakhiri sesi minum kali ini.


Di rumah Vaska


Pria itu yang terbaring di samping Judith berniat untuk keluar di malam hari dan melakukan pemeriksaan untuk mencari keberadaan vampir di sana.


“Sayang kau mau kemana ?” Judith yang merasa Vaska bangun, ikut bangun dan menariknya kembali ke ranjang untuk menemaninya tidur. “Aku hanya ingin cari udara segar di malam hari.” balasnya sambil mengusap lembut pipi gadisnya.


“Jangan, kau tidak boleh keluar di malam hari.” Judith menahannya dan menarik tali celana Vaska yang membuatnya terlepas.


“Ahh... Vaska mendesah saat Judith membenamkan kepalanya di antara kedua kakinya sambil bermain-main di sana.


Setelah puas bermain-main di sana hingga membuat Vaksa tak tahan lagi, Judith pun naik ke atas tubuh Vaska dan mulai membenamkan dirinya. Ia berjongkok sambil bergoyang di sana yang membuatnya melayang merasakan kenikmatan 5 kali lipat daripada biasanya.

__ADS_1


Vaska pun tak jadi keluar malam dan memilih untuk menghabiskan malamnya bersama gadisnya yang membuatnya menggapai puncak kenikmatan.


__ADS_2