
Judith terkejut saat melihat perubahan itu dan terus mengamatinya.
“Bukankah Peter dia sudah berhasil menjalankan ritual membalikkan menjadi manusia ? Tapi kenapa sekarang ia malah berada dalam wujud vampir lain ?” Judith mengira Vaksa gagal berubah menjadi manusia dan dia bermaksud untuk menanyakan hal itu pada Peter.
Tepat di saat ia berdiri dan akan berjalan menuju ke pintu, Judith kembali menoleh ke samping dan mendapati kondisi kekasihnya itu sudah kembali ke wujud normal lagi.
“Sayang... aku benar-benar mengkhawatirkan dirimu.” Judith mengurungkan niatnya untuk bertanya pada Peter dan lebih untuk memilih menemani Vaska saja. “Jika kau tahu sebenarnya aku sudah tidak mempermasalahkan perbedaan kita dan aku sudah bisa menerimanya jika suatu saat aku harus berpisah darimu.” Judith menyentuh lembut pipi Vaska lalu mencium bibirnya yang terasa dingin namun tidak sedingin biasanya yang seperti es.
Ia pun dan beralih ke tempat tidur dan berbaring sebentar di sampingnya sambil memeluk Vaska.
“Karena kau menjadi manusia sama sepertiku maka tak ada lagi yang perlu kita khawatirkan. Semoga kita bisa bersama selamanya.” Judith mempererat peluk-pelukannya meskipun pria itu masih belum juga membuka matanya.
Siang harinya terlihat Judith barusan keluar dari ruang makan setelah makan siang.
__ADS_1
“Aku akan membawakan makan siang untuknya. Mungkin saja ia sudah sadar.” Judith membawakan seporsi makan siang untuk Vaska.
Judith tiba di kamar Vaska kemudian menaruh nampan berisi menu makan siang ke meja.
“Dia masih belum sadarkan diri rupanya.” Judith mengira kekasihnya itu sudah bangun namun ternyata matanya masih terpejam. “Sayang, bangunlah.” mencoba membangunkan Vaska dengan mengusap-ngusap lembut pipi lelaki itu.
Tak ada respons sama sekali. Judith beralih menepuk-nepuk kecil bahu Vaska untuk membangunkannya, namun tetap saja pria itu belum juga membuka matanya.
“mmm....” Judith pun mencoba jalan terakhir untuk membangunkannya dengan mencium bibir Vaska yang ini terasa hangat.
“Judith ?” Vaska tak menyangka saja gadis itu membangun tanya dengan cara seperti itu. “Sayang akhirnya kau sadar juga.” Judith nanti jangan mereka dan tersenyum lebar lalu memeluk Vaska. “Kau benar-benar membuatku khawatir.”
“Judith aku sudah menjadi manusia sekarang, sama dengan mu.” Vaska tersenyum lebar kemudian mengusap lembut pipi Judith dan mencium bibir tipis gadisnya itu.
__ADS_1
Beberapa hari berlalu dan kondisi Vaska saat ini sudah benar-benar pulih. Ia kembali membuka praktek pengobatannya setelah beberapa hari menutupnya untuk pemulihan sekaligus beristirahat.
Dalam wujud manusia rupanya pria itu mengalami beberapa masalah dan masih beradaptasi dalam wujud manusia yang membuatnya gampang kelelahan.
Di ruang periksa
Terlihat banyak pasien keluar masuk setelah beberapa hari dia tutup.
“Pasien hari ini banyak sekali.” Vaska melihat dari jendela jika di ruang tunggu masih ada sekitar 50 pasien yang masih menunggu antrian. “Rasanya aku hampir kehabisan tenaga padahal baru sedikit yang ku periksa.” beristirahat sebentar selama 5 menit setelah memeriksa 70 pasien.
“Judith kemari sebentar.” panggil nya setelah seorang pasien keluar. “Ya sayang, ada apa ?” balas Judith setelah masuk ke ruang periksa. “Aku merasa sudah lelah tidak seperti biasanya sedangkan pasien di luar masih banyak.” Vaksa menyampaikan keluh kesahnya jika ia merasa capek.
“Sayang kau sudah jadi manusia sekarang jadi kekuatanmu ada batasnya dan tidak seperti dulu yang tiada batas. Jadi tidak usah terlalu memaksakan diri. Jika lelah maka kita tutup lebih awal saja praktek ini.” Judith memberikan saran panjang lebar pada kekasihnya.
__ADS_1
Hingga sore hari saat pasien yang ada ruang tunggu sudah habis dan sebelum dan berdatangan pasien baru lainnya, maka Judith segera menutup tempat praktek pengobatan itu.
“Yah... sayang sekali hari ini dokter Vaska tutup lebih awal daripada biasanya.” seorang pasien datang untuk berobat dan terpaksa harus kembali setelah membaca tulisan "tutup" di sana.