Bloody Marriage Contract

Bloody Marriage Contract
Eps. 136 Kunjungan Dokter


__ADS_3

Pagi harinya Vaska dan Judith masih tertidur dalam satu selimut setelah semalam memadu kasih bersama Judith hingga tiga kali putaran menggapai puncak kenikmatan bersama dan baru tidur sekitar dua jaman.


“Tuan sarapan pagi anda sudah siap.” Peter bangun pagi dan kali ini ia menyiapkan sarapan pagi seperti sebelumnya saat masih tinggal di tempat yang lama. “Tuan...” karena tak ada respon maka ia pun berjalan menuju ke tenda Vaska dan menyingkap sedikit tenda untuk melihatnya. “Ohh... aku sebaiknya tidak mengganggu waktu tuan.” segera menutup tenda kembali setelah melihat Vaska yang masih tidur pulas dengan memeluk Judith di balik selimut yang menutupi tubuh polos mereka.


Dua jam setelahnya Judith bangun duluan.


“Sepertinya sudah agak siang.” Judith membuka mata dan meningkat sedikit tenda melirik ke arah luar yang ternyata hari sudah hampir siang. “Oh... pinggang ku pegal sekali.” duduk dan memegang pinggangnya yang terasa nyeri kemudian segera memakai bajunya.


Tak lama setelahnya Vaska ikut membuka matanya karena mendengar suara Judith yang menata beberapa barang yang sedikit berantakan.

__ADS_1


“Kita bangun kesiangan.” Vaska duduk dan menyingkap sedikit tenda dan mendapati sinar matahari yang bersinar terang dan menyilaukan mata. Ia pun segera memakai pakaiannya setelah merapikan selimut. “Aku akan masak sarapan pagi sekarang.” Judith keluar dan termasuk untuk memasak sarapan untuk mereka semua.


Ia sudah mengambil beberapa bahan untuk memasak dan menyiapkan peralatan masak.


“Nona, tak perlu memasak. aku sudah menyiapkan sarapan pagi untuk mu dan tuan.” tiba-tiba Peter datang menghampirinya dan menghentikannya untuk memasak sambil membawa sarapan pagi yang sudah siap. “Oh, baiklah terimakasih. Aku akan mengantarkannya pada tuan sekarang.” Judith batal memasak dan menerima masakan Peter.


“Sayang, Peter membawakan sarapan pagi untuk kita.” Judith duduk di samping Vaska yang baru selesai memakai baju. “Kebetulan sekali aku lapar karena merasa tenagaku terkuras setelah semalam.” Vaska mengambil sarapan pagi dari tangan Judith dan mulai memakannya. “Makanlah yang banyak jika kurang aku akan mengambilkannya lagi untukmu.” Judith tersenyum kecil kemudian mengambilkan Vaska satu piring lagi.


Di rumah warga seorang dokter datang bersama seorang lelaki berusia paruh baya yang juga merupakan warga sana.

__ADS_1


“Ibu... ayah sudah kembali bersama dokter !” teriak seorang gadis pada ibunya saat melihat kedatangan ayahnya bersama dokter yang sudah dua hari pergi dari rumah untuk mencari dokter di luar daerah Rolling stone, karena di tempat ini tak ada dokter ataupun petugas medis.


“Benarkah ?” sang ibu segera keluar dari kamar dan berlari dengan cepat karena saking senangnya melihat bantuan yang datang. “Dokter, tolong periksa anak kami.” sang ibu itu segera menghampiri dokter dan mengajaknya masuk ke kamar putranya yang saat ini sedang sakit selama satu minggu lamanya.


Dokter kemudian melihat kondisi pasien, seorang anak lelaki berusia 10 tahun yang terlihat lemas dan suhu badan tinggi di sertai kejang serta keringat dingin yang keluar.


“Aku belum pernah menemui penyakit jenis seperti ini.” Dokter juga melihat bintik merah berair di sekujur tubuh pasien. “Mungkin ini penyakit cacar air jenis baru.” Dokter menjelaskan diagnosanya setelah selesai memeriksa meskipun ia sendiri sebenarnya tidak tahu pasti jenis penyakit itu.


Dokter pun memberikan ramuan obat yang harus diminum beserta salep untuk dioles di kulit pasien dan meminta pasien untuk tidak keluar rumah dulu sampai sakitnya benar-benar sembuh dan bintik merah di sekujur tubuhnya mengering.

__ADS_1


__ADS_2