Bloody Marriage Contract

Bloody Marriage Contract
Eps. 131 Membangun Rumah


__ADS_3

“Albert... ini ibu nak, bertahanlah. Ayah mu masih mencari dokter di kota dan sebentar lagi akan kembali untuk memeriksa mu dan mengobati mu.” wanita tadi menganggap erat tangan putranya sambil beberapa kali mencium keningnya sambil memberikan semangat.


Beberapa waktu yang lalu tempat ini meskipun sepi namun terlihat banyak anak-anak kecil yang selalu bermain di siang hari hingga sore di sekitar rumah mereka. Satu minggu sebelumnya tiba-tiba seorang anak pulang dengan kondisi badan tiba-tiba panas setelah pulang bermain. Tidak diketahui dengan jelas apa penyebabnya dan hingga sekarang anak itu masih sakit. Bahkan anak kecil lain yang sebelumnya menemuinya tertular dan mengalami gejala yang sama.


Vaska dan Judith melanjutkan perjalanan untuk mencari sesuatu yang bisa dimakan sekaligus mencari lahan yang pas untuk di bangun rumah di atasnya.


“Tidak ada apa pun di sini.” Vaska berhenti setelah beberapa saat berjalan dan tidak mendapati binatang liar yang lewat di sekitarnya. “Jika begitu kita bisa mencari jamur atau sejenisnya untuk dimakan.” Judith memberikan masukan pada Vaska. “Ya jika kau suka, maka carilah.” mereka berdua kembali berjalan.

__ADS_1


Baru beberapa langkah berjalan Judith berhenti.


“Sayang di sini tumbuh banyak sekali jamur.” Judith menunjuk beberapa jamur yang tumbuh di beberapa pohon besar yang sudah mati. “Ya kau petik dan bawa jamurnya. Aku akan berkeliling sebentar untuk mencari lahan yang pas untuk dibangun sebuah rumah.” Vaska meminta izin pada Judith untuk meninggalkannya sebentar. “Judith jangan pergi ke manapun sebelum aku kembali dan tetaplah di sini. Jika ada sesuatu berteriaklah aku pasti akan bisa mendengar mu sejauh apapun aku berada.” tambah Vaska sebelum pria itu benar-benar pergi dari sana.


“Ya, sayang.” Judith mengangguk dan menatap Vaska berjalan meninggalkannya. Ia pun segera memetik jamur yang ada di sana.


Sementara Vaska berjalan dengan cepat dan saat ini terlihat melambang di udara sambil melihat kesakitan untuk mencari lahan pertanian yang layak untuk ditinggali.

__ADS_1


“kuuuk... kuuuk...” Judith tertegun saat mendengar suara seperti kicauan burung namun suaranya benar-benar aneh dan tidak lazim seperti kebanyakan suara kicauan burung pada umumnya.


Ia pun menoleh ke arah sumber suara itu berasal.


“Apa itu burung ?” Judith berbalik dan mendapati seekor hewan yang mirip dengan burung hantu berwarna putih namun mempunyai dua tanduk di kepalanya dan bermata putih. “Kuuuk...” namun burung itu segera terbang dan menghilang dengan tiba-tiba dari sana saat Judith mencoba untuk melihatnya lebih dekat. “Cepat sekali hewan itu terbangnya. Judith kembali ke tempat semula setelah burung itu benar-benar hilang dari sana, melanjutkan memetik jamur yang masih banyak.


“Peter kemari lah.” panggil Vaska dengan suara infrasoniknya. “Phaak.” dalam hitungan menit seekor kelelawar hitam besar muncul di depan Vaska. “Ya tuan, apa tuan membutuhkan sesuatu dariku ?” kelelawar tadi kemudian berubah wujud menjadi Peter.

__ADS_1


“Peter, aku sudah putuskan untuk membangun rumah di sini. Kau bangun sekarang.” Vaska menunjukkan lokasi tepatnya pada Peter berikut ukuran bangunan dan modal seperti apa yang harus dikerjakan oleh pelayannya itu. “Baik tuan.”


Peter mengeluarkan tabung kaca dari balik jubahnya setelah kepergian Vaska. Dari dalam tabung kaca keluar gelembung yang kemudian berubah menjadi pasukan vampir.


__ADS_2