
Pangeran Vaska bangkit berdiri kembali untuk melawan Raja Napoléon yang masih belum menyerah juga.
“Masih berani melawanku rupanya kau.” ucap Raja Napoléon melihat Pangeran Vaska yang tak mau menyerah juga meskipun sudah kehabisan banyak tenaga.
“Tentu saja aku tak akan menyerah padamu sampai ada salah satu dari kita yang mati.”
“Oh kau memang cari mati. Aku yang akan mengantarmu ke neraka !” Raja Napoléon sudah tak sabar lagi ingin segera menghabisi Pangeran Vaska.
Pertarungan kembali terjadi. Adu kekuatan di antara keduanya mulai membuat sekitar mereka hancur. Muncul lubang besar menganga di dekat mereka gitu pertarungan terjadi. Tak hanya itu saja, bahkan terlihat beberapa pohon juga bangunan yang ada di sana hancur terkena dahsyatnya kekuatan mereka.
“Aku benar-benar merasa kekuatanku sudah pada batasnya.” Pangeran Vaska bertahan dari Raja Napoléon.
“clang.” bahkan Pangeran Vaska sampai menggunakan pedangnya untuk menahan serangan kekuatan angin dari Raja violet untuk menahan tubuhnya.
“Jika aku tak bisa memulihkan diriku dan terus seperti ini maka aku akan berakhir di sini.” Pangeran Vaska mencoba memulihkan dirinya namun ia butuh waktu sampai dirinya pulih.
Raja Napoléon tahu persis jika lawannya saat ini sedang memulihkan diri. “Jangan harap kau bisa memulihkan dirimu !”
__ADS_1
Raja Napoléon yang sebenarnya juga hampir di ujung batas kekuatannya kembali maju dan menyerang Pangeran Vaska. Ia yakin pada kemampuan dan keberuntungan yang menaungi dirinya.
Pangeran Vaska melihat lawan kembali menghampiri dirinya dan mengarahkan kekuatan angin ke arahnya.
“Aku harap ini akan mematahkan serangan mu.” Pangeran Vaska kemudian menarik pedangnya di tanah dan melemparkan pedang itu tepat ke arah jantung lawannya. Karena seorang vampir akan benar-benar binasa jika jantungnya ditikam.
“Kurang ajar !” Raja Napoléon melihat sebuah pedang mengarah ke arahnya dan ia pun membalikkan pedang itu.
“Argh.... !” pedang berbalik arah menuju ke Pangeran Vaska. Dengan keadaannya saat ini pria itu tidak bisa maksimal menghindarinya.
Meskipun ia menghindari pedang itu namun ternyata pedang itu menancap di dada kanannya.
“bugh... !” Pangeran Vaska ambruk ke tanah dan tak bisa bangkit lagi.
Raja Napoléon menarik kembali kekuatan angin nya dan tertawa membahana yang terdengar hingga ke dalam istana yang berjarak radius satu kilo meter dari arena pertarungan mereka dan tanah sempat berguncang karenanya.
“Oh tidak.... !” Judith terlihat cemas dan khawatir sekali melihat suaminya yang belum bangkit juga setelah beberapa menit.
__ADS_1
“Sayang.... !” ia pun berlari menghampiri Pangeran Vaska.
“Judith maafkan aku, aku tidak bisa menepati janjiku padamu.” ucap Pangeran Vaska dengan suara lemah. “Tidak sayang, jangan bicara dulu aku akan mencoba memulihkan mu.”
Judith membawa Pangeran Vaska dalam pangkuannya dan segera mengalirkan energi penyembuhan. “Sayang, bertahanlah. Kau harus janji padaku kali ini dan menepatinya.”
Pangeran Vaska hanya mengangguk saja dan menatap istrinya dengan intens sambil memegang tangannya dengan erat.
“Hey... kau kenapa ikut campur pertarungan kami !” protes Raja Napoléon karena Judith tiba-tiba saja menyembuhkan lawannya.
“Kau... jika kau berani menyentuhnya maka akulah lawanmu !” balas Judith menatap tajam ke arah Raja Napoléon sambil terus mengeluarkan energi penyembuhan.
“Kau mengganggu saja ! Kau sendiri yang meminta maka jangan menyesal jika aku melawan mu !” Raja Napoléon menyambut ucapan Judith.
Ia pun langsung menyerangnya seketika dan tak membedakan lawan dari jenis gendernya.
“Sayang tunggu di sini.” Judith bangkit dan mencoba menghadapi Raja violet meskipun ia sendiri tak tahu apakah dia bisa mengalahkannya.
__ADS_1