Bloody Marriage Contract

Bloody Marriage Contract
Eps. 213 Sampai Di Rumah


__ADS_3

Vaska dan Peter akhirnya tiba di luar kastil. Mereka berdua terus berjalan sampai keluar lokasi.


“Tuan, anda baik-baik saja ?” Peter berhenti sebentar saat melihat tuannya yang ternyata hanya berjalan beberapa meter saja. “Seperti yang kau lihat Peter, mungkin karena aku sudah jadi manusia jadi aku merasakan lelah sekarang.” Vaska ikut berhenti untuk mengambil nafas panjang.


Dalam keadaan tuannya yang seperti ini dan setelah menjalani ritual pembalikan tak mungkin bagi Vaska untuk melakukan perjalanan panjang ke rumah dengan berjalan kaki, akan dibutuhkan waktu berapa lama akan tiba di rumahnya ?


“Tuan bagaimana jika kita kembali dengan berteleportasi saja ?” Peter menawarkan karena benar-benar merasa tak tega melihat kondisi tuannya yang lemah dan rapuh seperti itu. “Aku setuju dengan saran mu.” Vaska menjawab singkat.


Namun tiba-tiba pria itu ambruk.


“brukk...” suara Vaska jatuh ke tanah sebelum sempat berteleportasi dengan Peter. “Tuan... !” Peter dengan siaga segera menangkap Vaska sebelum pria itu benar-benar jatuh ke tanah. “Bagaimana jika Raja Ernesto sampai mengetahui hal ini melihat putranya yang paling dibanggakan, memilih berubah menjadi manusia ? Beliau pasti sedih sekali.” merasa miris melihat kondisi tuannya saat ini juga terpikirkan pada Raja Ernesto yang pasti akan sangat kecewa sekali jika mengetahuinya.

__ADS_1


“Tuan tak sadarkan diri jadi aku sebaiknya segera bergegas sekarang.” Peter memeriksa kondisi Vaska yang ternyata memang kelelahan dan kehabisan tenaga hingga membuatnya pingsan. “zap.” Peter membawa tubuh Vaska dan berteleportasi menghilang dari sana.


Beberapa kali pelayan itu terlihat menjejakkan kakinya ke tanah untuk mengisi tenaga kembali sebelum melompat ke udara dan melakukan teleportasi.


“zap.” meskipun sekarang sudah lewat tengah malam, Peter tetap memutuskan untuk pulang. Ia kembali melewati kawasan hutan lebat sebanyak tiga kali. “huft...” Peter terlihat mengambil nafas sejenak sambil beristirahat beberapa menit barulah ia kembali lagi berteleportasi.


Setelah perjalanan panjang akhirnya akhirnya saat fajar menyingsing mereka berdua baru tiba di rumah.


“Peter ?” Judith tersenyum kecil melihat pelayan itu kembali. “Apa yang terjadi pada tuan ?” beralih menatap Vaska yang tak sadarkan diri dan seketika terlihat khawatir. “Sayang... apa kau baik-baik saja ?” menghampiri Vaska yang belum sadarkan diri sambil mengusap pipinya.


“Nona, tuan kehabisan tenaga setelah berhasil menjalani ritual pembalikan menjadi manusia.” Peter menjelaskan kondisi tuannya saat ini pada Judith. “Sebaiknya aku baringkan tuan di kamar dulu.” kembali berjalan dan masuk ke rumah menuju ke kamar Vaska.

__ADS_1


“Jadi sayang, kau berhasil berubah menjadi manusia sama seperti diriku ?” Judith berjalan masuk mengikuti Peter masuk ke kamar dan terlihat senang meskipun ada rasa sedih melihat kondisi kekasihnya seperti itu.


Di dalam kamar Judith duduk di samping Vaska yang sudah berbaring. Terlihat Peter mengalirkan energi penyembuhan pada Vaska.


“Nona mungkin beberapa jam ke depan baru tuan akan sadar.” Peter mengakhiri sesi pengaliran energi pada Vaska. “Ya, Peter kau pasti lelah sekali. Sebaiknya kamu beristirahat dulu. Terimakasih sudah menjaga dan membantu tuan.” Judith berterima kasih sekali pada pelayan itu.


Setelah kepergian Peter, terlihat Judith masih duduk menunggu kekasihnya untuk sadar.


“Sayang... pengorbanan mu begitu besar. Aku tidak tahu harus menggantinya dengan apa.” Judith mengusap lembut pipi Vaska. “Aku sangat menghargai usaha kerasmu dan pengorbanan mu ini.” mencium dahi Vaska.


Ada sesuatu yang aneh. Selama beberapa menit Judith sempat melihat perubahan wujud Vaska kembali menjadi Matheos namun segera kembali ke wujud aslinya beberapa menit setelahnya.

__ADS_1


__ADS_2