
“Aku sudah yakin mereka semua pasti akan menatapku seperti ini setelah CEO memberitahu hubungan antara aku dan dia.”batin Judith menetap banyak pasang mata yang menatapnya tajam dan membuatnya tak nyaman.
“Hey itu dia gadis penggoda nya. Kenapa dia sangat tidak tahu malu sekali. Beraninya dia muncul setelah berbuat tidak senonoh di kantor dengan menggoda CEO.”ucap seorang staf mencibir judith.
“Ya... lihat itu tampang polosnya benar-benar memuakkan. Apanya yang bagus dari dia ? Kurasa CEO buta matanya.”kelakar staf lain yang menanggapi dan memandang sebelah mata.
“Huft... kurasa dinding di kantor ini semuanya punya mata dan bisa bicara. Mereka kira aku tak bisa mendengar yang mereka ucapkan ?”batin Judith hanya bisa mendesah kesal dan pura-pura tuli meskipun bisa mendengarnya dengan jelas.
Ia pun terus melangkah dan berusaha tegar karena sebelumnya dia sudah sering mendapatkan perlakuan seperti itu dan kali ini dia menjadi biasa.
Klak
Vaska sampai di mobilnya dan duduk di dalamnya. Lelaki itu entah kenapa dia masih gelisah memikirkan gadis kecilnya. Entah karena Judith adalah sumber kehidupannya ataukah ada alasan lainnya yang tidak dia mengerti dan pahami.
__ADS_1
“Bagaimana jika aku mengikutinya dari kejauhan saja.”Vaska tidak langsung pulang menuju ke rumahnya namun dia mengikuti rute jalan pulang menuju ke rumah Judith.
“Jadi... dia tinggal di sini.”batinnya menatap rumah kecil dan sederhana yang terletak diantara beberapa rumah mewah lainnya.
Klak
Judith sampai ke rumah. dia menutup kembali pintu rumahnya setelah berada di dalam. Ia pun kemudian masuk ke kamarnya dan segera berganti baju.
“Apa yang dilakukan gadis itu ?”gumam Vaska masih dalam mobil yang berada tak jauh dari rumah Judith melihat gadis itu sedang berganti baju dan terlihat dari luar, dari bayangannya yang tampak di korden. “Apa dia tidak tahu jika dari luar seseorang bisa melihatnya dan bisa saja berniat jahat padanya.” Vaska mengalihkan pandangannya dan beralih menatap jalanan.
“Siapa lelaki itu ? Dan Kenapa dia berhenti di sana ?” Vaska melihat gerak-gerik lelaki yang berhenti di depan rumah gadis kecilnya terlihat mencurigakan. “Apa dia mau berniat buruk pada Judith ?” mengawasi dan memperhatikan orang yang mencurigakan itu.
“Dari postur tubuhnya sepertinya wanita itu masih berusia belia. Siapa tahu dia masih virgin.”ucap lelaki itu dengan mata melebar juga tersenyum lebar dan air liur yang menetes.
__ADS_1
“Jalanan sepi. Tak akan ada yang tahu.” Lelaki itu menoleh ke samping kanan dan ke samping kiri di mana jalanan benar-benar sepi karena cuaca saat ini tengah mendung.
Karena Dewi Fortuna sedang menghampiri dirinya dan tak mungkin akan datang dua kali maka dia pun bergegas masuk ke rumah Judith.
Klak
Suara pintu kamar Judith terbuka.
Deg
Judith menoleh ke arah luar dan melihat seseorang pria asing yang tak dikenalnya dengan wajah mesum menatapnya.
“Siapa kau ?! Pergi dari sini !”teriaknya dengan gemetar ketakutan dan menutupi tubuhnya yang polos menggunakan selimut yang ia ambil dari tempat tidur.
__ADS_1
“Oh...gadis manis jangan takut. Kau yang mengundang ku ke sini. Tenang saja aku akan menghangatkan ranjang mu kali ini dan membuatmu senang hingga merasa menembus surga tingkat ketujuh”jawabnya masuk ke kamar Judith dan menghampirinya. Ia pun segera menarik selimut yang menutupi tubuh Judith dan mendorongnya dengan kasar ke tempat tidur.