
Vaska kemudian menuju ke batas pelindung yang dibuatnya bersama para pelayannya.
“Oh tidak... jumlah mereka sebanyak ini.” Vaska melihat pelindungnya tertutup oleh para pengawal kerajaan. “Aku tidak tahu berapa lama pelindung itu akan bisa bertahan.” kembali menatap para pelayannya yang ada di belakangnya.
“Apapun yang terjadi kami akan selalu setia pada tuan. Dan kami akan melindungi tuan sampai titik darah penghabisan.” balas pelayan serempak tanpa keraguan sedikitpun di wajah mereka.
Vaska kembali menatap ke atas. Ia kemudian berpikir bagaimana caranya menghadapi pasukan pengawal kerajaan serta menumbangkan mereka.
“Kalian semua menyebar di posisi sudah aku tentukan kemarin dan serang langsung jika pelindung ini rusak.” Vaska berbalik dan menatap para pelayannya yang ada di sana. “Aku akan berjaga di poros.”
Vaska kemudian segera bergerak menuju ke poros perisai yang ia buat. Semetara para pengawal pasukan kerajaan terus menggempur perisai dari luar.
“Lihat itu Pangeran ke-21. Kita harus bisa membawanya ke Versailles.” ucap seorang pengawal kerajaan yang melihat kedatangan Vaska di sisi bagian barat perisai yang transparan. “Tentu saja kita akan berhasil jika kita gagal Raja akan memberikan hukuman kepada kita.” timpal pengawal lain yang juga ikut menatap kedatangan Vaska.
“krak.... !” setelah beberapa waktu lamanya akhirnya perisai pelindung buatan Vaska retak juga.
__ADS_1
“Terus hancurkan !” teriak pengawal kerajaan memberi semangat rekannya.
Para pelayan Vaska yang melihat dinding pelindung mulai retak segera bersiaga di posisi masing-masing.
“Kita semua harus siap ! Jangan sampai mereka membawa pergi tua kita.”
Di tempat Vaska berada, pria itu menahan lapisan pelindung yang hampir pecah.
“prang... !” Namun sayang Sekuat apapun ia menahan perisai badannya pun pecah juga.
“Kita berhasil !” Teriak pengawal kerajaan setelah usaha mereka berhasil dan melihat semua perisai yang ada di sana hancur. Dan mereka semua segera masuk dan mengapung pelayan Vaska dan melakukan serangan.
“Argh.... !” beberapa pengawal kerajaan berhasil di lumpuhkan oleh pelayan Vaska.
“Pangeran menyerah dan menurutlah maka kami tidak akan berlaku kasar pada anda.” ucap salah satu pengawal menghampiri Vaska.
__ADS_1
“Tidak. Bermimpi saja kalian !” Vaska mengeluarkan kekuatannya. “whoosh !” dengan sekali serangan menggunakan angin es semua pengawal kerajaan terpental. Tentu saja itu dikarenakan Vaska merupakan satu-satunya Pangeran terkuat di antara empat puluh pangeran lainnya.
Pengawal kerajaan tak menyerah begitu saja dan mereka optimis Jika mereka bisa membawa Vaska meskipun pria itu berkali-kali lebih kuat dari mereka.
“Dash... !” setelah beberapa saat kemudian, Vaska terlihat kelelahan menghadapi banyaknya pengawal kerajaan yang menyerang mereka.
“Gawat tenaga ku tinggal separuh. Apa yang harus kulakukan ?” Vaska mundur untuk mengulur waktu dan memulihkan tenaganya yang terkuras.
Ia menatap ke arah para pelayannya juga terdesak seperti dirinya. Beberapa dari mereka ada yang mati.
“Kalian mundurlah ! Pergi ke dalam dan lindungi Judith.” ucapnya memberi perintah pada pelayannya kalau mengkhawatirkan kondisi Judith yang merupakan manusia dan tak bisa berbuat apa-apa. Selain itu ia tak Ingin jatuh korban lagi dari pihaknya karena dirinya.
“Tapi tuan--”
“Tak ada tapi-tapian. Pergi sekarang !” teriak Vaska sambil menahan selalu para pegawai kerajaan yang terus menyerangnya.
__ADS_1
“Baik tuan.” beberapa pengawas segera masuk ke rumah untuk melindungi Judith, dan beberapa masih stand by di sana karena mengkhawatirkan kondisi tuannya.
Seorang pengawal kerajaan yang melihat hal itu mengikuti pelayan Vaska masuk ke rumah.