Bloody Marriage Contract

Bloody Marriage Contract
Eps. 98 Terus Menghindar


__ADS_3

Sore hari sebelum pulang, Judith kembali mendapatkan tugas dari Manajer Abel untuk menggandakan dokumen.


“Sepuluh menit lagi jam pulang.” Judith menatap jam dinding di sisi utara ruangan. “Tapi jika tidak ku gandakan sekarang, Manajer Abel pasti akan marah padaku.” menoleh ke arah sang manajer yang mempunyai gampang marah dan disiplin.


Judith pun membawa beberapa dokumen kemudian keluar dari ruangannya dan menuju ke ruang copy. Ruangan itu melewati kantor Vaska.


“Tak... tak...” Judith mempercepat langkah kakinya saat melewati kantor Vaska agar tidak bertemu dengan pria itu.


Namun tetap saja, maksud hati Judith tak ingin melihat pria itu bersama gadis lain karena terasa menyayat hatinya namun tatapannya mengarah juga ke ruangan Vaska.


“Aretha tolong kemari sebentar.” Vaska memanggil sekretaris barunya. “Baik tuan.” Aretha keluar dari ruangan dan menghampiri Vaska. Terlihat mereka berdua begitu dekat saat Aretha mengambil dokumen dari tangan Vaska.

__ADS_1


Dalam pandangan Judith, ia melihat Vaska menatap leher Aretha dan membuatnya berpikir pria itu akan menjadikan sekretaris barunya sebagai istri kontrak barunya.


“Astaga... !” Judith berhenti sebentar menatap mereka berdua dan menutup bibirnya karena terkejut. “Bugh...” Judith menjatuhkan dokumen yang ia bawa dengan tangan yang gemetar melihat kedekatan Vaska dengan Aretha.


“Siapa itu ?” Vaska seketika menoleh ke arah pintu setelah mendengar suara sesuatu yang jatuh di depan kantornya. “Judith dia... kenapa ada di sini ?” Vaska terkejut melihat gadisnya berdiri di depan kantornya dan menatap ke arah dirinya.


“Celaka aku harus segera pergi dari sini.” Judith menatap mata Vaska yang menatap tepat ke matanya. Ia segera memungut dokumen yang berserakan di lantai kemudian berjalan cepat pergi dari sana menuju ke ruang copy.


Sementara itu Vaska segera berdiri dari tempat tidurnya dan berjalan menuju keluar ruangan.


Di ruang foto kopi, Judith segera menggandakan dokumennya karena saat itu di sana sepi sekali tak ada siapapun di sana, selain dirinya.

__ADS_1


“Tuan Vaska kau sudah menemukan pengganti ku.” Judith tersenyum tipis dengan wajah sendu. Entah kenapa ia kembali merasakan perih saat kembali mengingat hal itu. “Semoga kau bahagia dengan nya.” tanpa ia sadari setetes air mata menetes dari pelupuk matanya. “Oh, ada apa dengan ku ? Aku bahagia untuknya.” menghapus air mata.


Tak lama kemudian Judith keluar dari ruang fotocopy dan kembali menuju ke ruangannya. Saat melewati kantor Vaska, ia sama sekali tidak menoleh ke arah ruangan pria itu dan terus berjalan menuju ke ruangannya.


Sore hari saat pulang kerja.


Judith kembali bertemu dengan Vaska di tempat parkir.


“Aku sebaiknya pergi mendahuluinya.” Judith yang duduk di motor dan melihat Vaska masuk ke mobil, segera mengendarai motornya keluar dari tempat kerja. Ia sama sekali tidak menoleh ke arah mobil Vaska saat melewatinya.


“Bukankah itu Judith ?” Vaska dari dalam mobil sampai membuka jendela mobil saat melihat Judith melewati mobilnya. “Kenapa dia sama sekali tidak melihat ke arah ku ?” terkejut dengan perubahan sikap Judith yang sedikit dingin padanya. “Mungkin hanya perasaanku saja. Pasti dia pergi karena terburu-buru untuk ke rumah ku.” berprasangka positif.

__ADS_1


Vaska pun kembali melajukan mobilnya keluar dari kantor dan menuju ke rumahnya.


“Apa... dia tidak mampir ke sini hari ini ?” tanya Vaska kecewa setelah melihat dan tidak menemukan keberadaan Judith di sana, seperti biasanya. Entah kenapa ia juga merasa sesuatu mengiris hatinya dan membuatnya terasa perih.


__ADS_2