
Vaska berulang kali membangunkan Judith namun gadis itu tetap belum sadarkan diri dan tak meresponnya sama sekali.
“Judith ini yang kedua kalinya aku membuatmu seperti ini.” Vaska terlihat sedih melihat kondisi kekasihnya yang mengenaskan. “Harusnya aku melarang mu dari awal untuk melakukan ini dan mencegah mu bukan malah mendukungmu.” merasa menyesal kembali membuat gadisnya terluka untuk yang kesekian kalinya.
“Judith, bangunlah...kau harus bangun untuk ku.” Vaska menepuk-nepuk pipi gadisnya namun masih tak ada respon juga. “Judith...” Vaska pun akhirnya kembali mencium bibir tipis Judith yang kini terasa kering sekali dan kasar untuk mengalirkan energi.
“Ternyata tubuhnya masih mau menerima kekuatan dariku.” Vaska melihat tubuh Judith yang awalnya kering dan layu sedikit berubah menjadi segar. “Aku harus memulihkannya lagi.” kembali mengalirkan energi ke tubuh Judith dan terlihat kembali membaik.
“Untung lah aku belum terlambat menyelamatkan dirimu. Jika tidak, aku tak tahu apa yang akan terjadi...” Vaska kembali mengalirkan energinya berulang kali hingga kondisi tubuhnya kembali seperti sedia kala, barulah dia berhenti.
“Haaf... aku sudah mencapai pada batas kekuatanku.” Vaska terengah-engah dan berhenti mengalirkan energi pada Judith. “Judith bangunlah...” kembali menepuk-nepuk lembut pipi gadisnya yang masih penuh dengan tulisan mantera yang tadi di baca oleh Selachimorpha.
__ADS_1
“Sayang...” Judith membuka mata pelan setelah sepuluh menit Vaska membangunkan dirinya. “Aku senang bisa melihat mu kembali.” Vaska tersenyum lebar karena usahanya tidak sia-sia.
Judith kemudian duduk lalu menatap intens Vaska.
“Apakah soalnya sudah selesai dan ini berhasil ?” Judith melihat simbol huruf-huruf di tangannya yang belum hilang. “Ehm... tidak.” Vaska menggelengkan kepalanya menatap Judith. “Kau tidak kuat di saat terakhir dan aku meminta Selachimorpha untuk membatalkan ritualnya.” melanjutkan penjelasannya.
“Jadi... aku masih manusia...” Judith tertunduk dan terlihat kecewa karena gagal berubah menjadi vampir.
“Masih ada jalan lain. Aku akan mencobanya juga.” Vaska menanggapi sambil mengangkat dagu Judith ke atas menatapnya. “Maksud mu kau akan mencoba berubah menjadi manusia ?” Judith menanggapi.
“Ayo kita kembali sekarang.” Vaska berdiri untuk kembali pulang. “Ohh... hiss...” Judith ikut berdiri namun seluruh tubuhnya dan kakinya terasa lemas sekali.
__ADS_1
“Tetaplah di situ.” Vaska berjalan mundur kemudian berjongkok di depan Judith. “Naiklah...” meminta Judith naik ke punggungnya. “Tapi sayang... kau sendiri terlihat lelah lalu jika membawa ku seperti ini maka kau akan semakin bertambah lelah.” Judith menolak. “Aku bisa hanya menggendong mu saja tak akan menghabiskan tenaga ku.” Vaska bersikeras memaksa gadisnya.
Judith pun naik ke punggung Vaska.
“Pegangan yang erat.” Vaska mengingatkan kemudian segera melompat setelahnya ke udara dan menghilang dari Laut Tisza.
Karena kondisinya saat ini sudah kehilangan banyak tenaga untuk memulihkan kondisi Judith, maka kan waktu yang lama sekali untuk sampai ke rumah dan berulang kali dia pun mendarat dan berjalan beberapa saat baru kemudian melompat lagi ke udara.
“Akhirnya kita tiba juga di rumah.” setelah melalui perjalanan panjang Mereka pun akhirnya tiba di rumah pada malam hari pukul 23.00.
“Tuan, apa yang terjadi pada anda ?” Peter yang melihat kedatangan mereka berdua segera menghampiri Vaska dan Judith. “Bawa Judith ke kamar.” menyerah kan Judith pada Peter.
__ADS_1
“Apa yang terjadi pada nona ?” Peter terkejut melihat seluruh tubuh Judith yang masih dipenuhi oleh mantra ritual. “Nanti aku akan menceritakannya padamu.”
Peter masuk ke rumah dan membawa Judith sesuai dengan perintah tuannya. Sedangkan Vaska masuk ke ruangan praktiknya.