
“Awas jika kau bohong padaku ataupun kabur dariku !” Vaska kembali menatap tajam Matheos yang sudah ia lepaskan.
“Bagaimana dia bisa mempunyai kekuatan yang sama dengan Matheos dan melumpuhkan aku seperti ini.” Matheos itu diam dan menatap Vaska masih dengan gemetar setelah mengetahui kekuatan Vaska yang ternyata lebih besar daripada kekuatannya.
“Baik, aku akan mengantarmu pada raja kami.” Matheos itu kemudian kembali berubah dalam wujud burung agar lebih bebas bergerak.
Ia kemudian terbang masuk ke hutan dan Vaska segera mengikutinya.
Sontak saja Matheos yang lain seketika terlihat waspada saat merasakan ada aroma vampir lain yang datang mendekat ke arah mereka.
“Ada penyusup masuk ke wilayah kita. Cepat beritahu yang mulia raja.” ucap seorang Matheos pada rekannya. “Ya, aku akan pergi sekarang.” timpal Matheos yang lain dan segera menghilang dari sana menuju ke tempat sang raja untuk melaporkan hal itu.
__ADS_1
“Semuanya waspada dan lindungi wilayah ini jangan sampai penyusup itu masuk apalagi menemui raja Alfonso.” ucap Matheos tadi memberikan perintah pada yang lainnya.
Seketika semua yang ada di sana membentuk barisan untuk Menghadang penyusupnya akan masuk ke wilayah mereka tepat di saat Vaska tiba di sana bersama Matheos yang menjadi penunjuk jalannya.
“Joan kenapa kau membawa penyusup itu kemari ?” ucap Vicky, seorang Matheos yang lain saat melihat rekannya datang bersama Vaska. “Aku tidak membawanya kemari, tapi dia memaksaku untuk membawanya bertemu dengan Raja Alfonso.” Joan membela diri karena tak ingin dikira bersekutu dengan Vaska dan mengkhianati rasnya sendiri.
“Panggilkan raja kalian jika kalian semua mau selamat !” Vaska terlihat marah melihat mereka semua dan ingin menghajar mereka saja rasanya. “Langkahi kami dulu baru kau bisa menemui raja kami.” timpal seorang Matheos terlihat marah karena mengira Vaska ingin menyerang Raja mereka.
“Putri Lily ?!” para Matheos terkejut melihat kedatangan sang putri di hadapan mereka. “Tahan serangan kalian semua.” Putri Lily membentangkan kedua tangannya yang merupakan kode agar mereka membatalkan serangannya.
“Putri kenapa anda menghalangi kami semua untuk menyerang vampir itu ?” Vincent maju mewakili yang lainnya. “Dengar perintah ku dan tahan serangan kalian semua.” Putri Lily kembali menegaskan perintahnya. “Aku akan bicara padanya. Kalian semua mundur !” para Matheos pun tak berani melawan perintah putri dari sang raja.
__ADS_1
“Anak muda ada apa kau datang kemari mencari raja kami ?” Putri Lily berbalik dan menghampiri Vaska yang bersiap untuk menyerang.
“Aku kemari hanya ingin meminta raja kalian memberikan penawar pada warga yang ada di sini yang menjadi terinfeksi karena kalian semua.” Vaska membatalkan senangnya dan mencoba menyampaikan maksud kedatangannya dengan sang putri.
“Ernesto ... anak ini mirip dengan mu, begitu pedulinya ia pada yang lain.” Putri Lily diam menatap wajah Vaska.
“Kami tak bisa memberikan penawarnya padamu, kami tak punya itu.” Putri Lily menjelaskan. “Kalian bilang tak punya penawarnya ? Lalu bagaimana jika semua warga yang ada di tempat ini mati ? Apa kalian juga tidak akan mati ?” Vaska mencoba menyadarkan mereka semua.
“Hey kau jangan berkata kasar pada putri kami !” salah seorang Matheos tak terima pada perlakuan Vaska dan terlihat marah.
Perkataan Vaska itu memicu kemarahan warga Matheos yang ada di sana. Mereka pun kembali bergerak dan mengepung Vaska.
__ADS_1