Bloody Marriage Contract

Bloody Marriage Contract
Eps. 89 Berubah Pikiran


__ADS_3

Dua jam kemudian Vaska bangun dari tidurnya. Terlihat pria itu enggan untuk pergi dari sana dan masih ingin bersama Judith.


“Judith aku pergi dulu.” Vaska kemudian duduk dan menatap kembali Judith yang masih tidur pulas. “Kau adalah milik ku. Tak ada yang akan bisa menyentuhmu selain aku.” Vaska mencium bibir Judith lalu ia mengalirkan energi pelindung ke seluruh tubuh gadisnya agar tak ada vampir lain yang bisa mengganggu Judith.


Vaska mengakhiri ciuman kemudian segera pergi dari sana.


Satu jam kemudian Judith bangun dan membuka matanya.


“Setelah bangun tidur kenapa tubuhku rasanya pegal semua ?” Judith merasa lelah tanpa sebab terutama bagian pinggangnya.


Ia kemudian menatap kasur dan melihat banyak kelopak mawar merah di tengah kakinya.


“Kelopak mawar merah lagi ?” Terkejut melihat banyak kelopak mawar merah di sana. “Milik siapa ini sebenarnya ?” Judith mengambil semua kelopak mawar merah di sana dan menatap nya. “Aku benar-benar tidak tahu.” berdiri kemudian memasukkan semua kelopak mawar merah tadi pada sebuah botol kaca.

__ADS_1


Di saat Judith berjalan kembali ia merasakan ada sesuatu yang lembab dan jatuh dari area sensitifnya.


“Ohh.... cairan putih ini, apa kah aku mengalami keputihan karena kelelahan ?” pekiknya saat duduk dan memeriksanya. “Tapi ini seperti...” Judith berpikir itu bukanlah keputihan dan mengira Vaska melakukan hal itu padanya. “Ah tidak mungkin, apa yang ku pikirkan ini.” membantah pikirannya sendiri dengan muka merah membayangkan kejadian terlarang bersama Vaska.


Judith kemudian pergi ke kamar mandi untuk bersiap berangkat kerja.


“Uh... dadaku kembali terasa nyeri.” pekiknya saat menyentuh area dadanya. “Argh...” Judith merasakan area sensitifnya sedikit perih dan longgar saat membersihkannya. “Apa yang sebenarnya terjadi padaku ? Atau mungkin aku mau datang bulan ?” gumamnya setelah mengingat tanggal dan memang mendekati waktu datang bulannya.


Namun ada sesuatu yang aneh, ia merasakan sisa kenikmatan yang tak bisa ia lukiskan dengan kata-kata.


Di rumah Vaska


Pria itu masih tak bisa melupakan kemarahannya saat melihat bekas gigitan Violet di leher gadisnya.

__ADS_1


“Tuan apa ada sesuatu yang membuat tuan kesal ?” ucap Peter menghampiri pria itu saat melihatnya dalam kondisi marah.


“Peter... ada Violet di sini dan dia sudah bergerak.” Vaska berbalik kemudian menatap pelayannya itu. “Violet ? Jika dia datang maka mungkin saja seluruh ras manusia akan habis di tangannya.” Peter terkejut mendengar penuturan Vaska, karena memang violet jenis vampir serakah dan tak punya hati dalam memperlakukan blood successive nya.


“Aku tak akan membiarkan hal itu terjadi Peter.” Vaska mengepalkan tangannya dengan marah.


“Kenapa tuan Vaska semarah itu ? Baru kali ini aku melihatnya. Siapa yang violet itu singgung hingga membuat tuan terbakar amarah ?” Peter hanya mengangguk kecil menanggapi perkataan tuannya.


“Jika Judith mendapat gigitan di tempat kerja, maka violet itu pasti ada di sana.” Vaska kembali memikirkan Judith. “Peter siapkan baju kerja ku, aku akan ke kantor setelah ini.” tiba-tiba Vaska memberikan perintah pada pelayan.


“Tapi tuan, bukankah anda bilang sebelumnya sekarang belum saatnya muncul dan menunggu momen yang tepat ?” Peter kembali bertanya dan bermaksud mengingatkan kembali Vaska pada ucapan yang pernah ia ucapkan sebelumnya.


“Sekaranglah saat yang tepat untuk muncul kembali.” Vaska berbalik dan berjalan menuju ke belakang bersiap untuk berangkat kerja. “Peter sekalian kau urusi dan buat rumah ini kembali terlihat.” Vaska berhenti sebentar dan memberikan tambahan perintah.

__ADS_1


“Baik tuan.” jawab Peter sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal karena Vaska merubah sendiri apa yang pria itu ucapkan.


__ADS_2