
“Oh tuan....” Judith terkejut saat Vaska membawanya berteleportasi. Ia merasa takut terbang di ketinggian selain itu baru pertama kali ini ia melihat kekuatan Vaska. “Aku takut tuan.” Judith menatap ke bawah dan rasanya mau jatuh. “Jangan lihat ke bawah.” Judith pun memeluk erat Vaska.
Tak lama kemudian mereka tiba di rumah Vaska. Ia menurunkan Judith yang memeluk lehernya dengan erat. “Sudah sampai tak perlu takut lagi.”
Peter keluar dari rumah setelah mengetahui kedatangan tuannya.
“Tuan... untunglah mereka tidak membawa tuan.” ucap pelayan itu khawatir sembari menghampiri Vaska.
“Judith cepat masuk ke rumah. Jangan sampai ada yang melihatmu.” Vaska menatap Judith di sampingnya. “Tapi tuan...” ingin bertanya apa sebenarnya alasannya ia harus tinggal di sana. “Nanti aku jelaskan di dalam. Aku masih ada urusan.”
“Ya tuan.” Judith pun tidak bertanya lagi dan segera berlari masuk ke rumah Vaska.
Pria itu beralih menatap Peter.
“Kita amankan tempat ini agar tidak mudah ditembus oleh pengawal kerajaan.” Karena menurutnya setelah pengawal kerjaan mengetahui pendosa itu adalah dirinya maka hanya masalah waktu saja mereka akan menangkap nya.
__ADS_1
“Baik tuan.” Peter dan Vaska kemudian terbang di udara. Mereka memasang selubung pelindung yang melindungi rumah Vaska untuk menghambat pergerakan para pengawal istana kerajaan.
Di Versailles semua pengawal sudah kembali berada di sana. Satu pengawal yang tadi menangkap Judith masuk ke istana dan menemui raja mereka.
“Hormat yang mulia Raja Ernesto.” pengawal memberi salam sebelum melapor. “Ya apa ada informasi penting ?” tanya Raja Ernesto dengan tak sabar. Pria itu menata pengawalnya dengan serius.
“Raja Ernesto kami sudah menemukan pendosa itu.” terlihat gugup untuk mengatakannya.
“Ya sebutkan saja siapa dia.”
Deg
Bagai disambar petir di siang bolong. Raja Ernesto syok sekali mendengar laporan dari pengawal nya. Betapa tidak, pangeran ke-21 merupakan kandidat terkuat dari total empat puluh pangeran yang ada yang digadang-gadang akan menjadi penerus Raja Ernesto kelak. Selain itu ia juga pangeran terkuat di antara putra lainnya.
“Apa kau yakin Vaska yang melakukan hal kotor itu ?” tanya sang raja masih tak percaya dengan laporan yang diberikan oleh pengawal nya. “ Benar yang mulia.”
__ADS_1
“huft...” Raja Ernesto menarik nafas panjang dan dalam. “Vaska Kenapa kau begitu bodoh dan melanggar hukum ? Apa dari ras vampir tak ada gadis yang menarik bagimu hingga kau mencampuri ras rendah seperti itu.” menyesalkan tindakan yang dilakukan oleh putranya.
Raja Ernesto terlihat dilema. Di satu sisi ia tak ingin putranya menjalani hukuman mati, di sisi lain ia harus mengikuti aturan yang berlaku di sana dan menghukum pendosa sesuai hukuman yang disepakati.
“Tangkap pangeran ke-21 beserta gadis hina itu dan bawa mereka kemari secepatnya.”
“Baik yang mulia.” pengawal menerima perintah lanjutan dan segera pergi dari sana.
Setelah kepergian pengawal nya, terlihat Raja Ernesto duduk di singgasana sambil memegang kepalanya yang terasa berat.
“Vaska... bagaimana kau bisa bertindak bodoh seperti itu.” Raja Ernesto kembali menyayangkan tindakan putra yang selama ini dibanggakannya.
Kembali ke dunia manusia.
Dengan di laporkan nya Vaska sebagai pendosa, maka berita itu pun juga tersebar sampai ke telinga Hemisphere dengan cepat.
__ADS_1
“Mungkin dalam waktu dekat ini para pengawal kerajaan akan kembali ke mari dan menangkap pangeran ke-21. Kita harus membantu saudara kita.” ucap seorang Hemisphere pada rekannya saat berkumpul di suatu tempat.