Bloody Marriage Contract

Bloody Marriage Contract
Eps. 124 Pindah Rumah


__ADS_3

Percikan api permusuhan terlihat memancar dari mata Vaska dan Marvell.


“Aku sudah memperingatkan mu berulang kali jangan sekali-sekali kau pernah menyentuh wanitaku lagi ! Tapi sepertinya memang kau menantang ku !” Vaska terlihat marah sekali pada Marvell. “Aku akan merebut wanita mu itu dari tanganmu !” Marvell tersenyum dengan menyeringai dan sama sekali tidak takut dengan gertakan dari Vaska.


Sesaat setelahnya pertikaian tak bisa dihindarkan lagi. Mereka berdua bertarung hebat dan mengeluarkan kekuatan mereka masing-masing.


“Jika kau terus mengganggu Judith, maka aku tak akan segan-segan lagi untuk menghabisi mu !” Vaska kembali mengeluarkan kekuatannya setelah sedari tadi posisi mereka seri. “blaast !” Vaska mengeluarkan kekuatan es nya yang membuat kamar Judith membeku seperti es, termasuk Marvell.


Vaska tak menyia-nyiakan kesempatan yang ada dan tak lagi memberi ampun pada Marvell. “blast...” Vaska kembali melancarkan serangan dan memberikan pukulan terakhir nya yang membuat Marvell tumbang dalam sekali pukulan.


“Judith di sini sudah tidak aman lagi.” Vaska berbalik kemudian menghampiri Judith. “Marvell bisa sewaktu-waktu mendatangimu lagi seperti ini. Dan aku tidak bisa setiap hari berada di sini. Sebaiknya kau pindah ke rumahku.” memegang tangan Judith. “Ya, tuan.” Judith mengangguk, setuju saja pada perkataan Vaska karena ia benar-benar takut jika Marvell sampai datang lagi dan mengganggunya.

__ADS_1


“Ayo kita pergi sekarang.” Vaska menarik tangan Judith lalu dalam sekejap mereka berdua menghilang dari kamar mandi Judith yang masih membeku.


“zaap !” Tak lama kemudian mereka berdua tiba di kamar Vaska. “Terima kasih, tuan sudah menyelamatkan aku dari CEO Marvell.” Judith menatap Vaska yang matanya masih merah karena marah.


“Judith sekarang kau adalah wanitaku.” Vaska menyentuh dagu Judith. “Dan kau jangan panggil aku dengan sebutan tuan lagi. Setidaknya jika kita berdua saja kau harus


membiasakan diri memanggil ku dengan namaku atau panggilan lain.” mata merah Vaska kemudian berangsur-angsur udara hingga kembali ke warna normal.


Pipi Judith kembali bersemu merah pipinya. Ia tidak tahu harus memanggil apa pria di depannya itu.


Satu jam setelahnya mereka berdua berbaring di tempat tidur yang sama di kamar Vaska.

__ADS_1


Pria itu sudah tidur duluan sedangkan Judith masih terjaga. Ia menatap Intens pria yang saat ini menjadi kekasihnya itu.


“Rasanya aneh tidur berdua seperti ini di sini.” Judith merasa belum terbiasa dan masih beradaptasi karena biasanya ia jadi seorang diri di kamarnya, apalagi Vaska tidur dengan memeluknya seperti ini.


Judith berulang kali menatap intens Vaska. Ia pun kemudian mengusap lembut pipi pria itu yang membuatnya terbangun.


“Judith... ada apa ?” tanya Vaska setelah ia membuka mata. “Aku tak bisa tidur.” Judith berkata jujur. “Baiklah aku membuatmu tertidur setelah ini.” Vaska tersenyum kecil. Ia kemudian mencium leher Judith dengan tangannya bergerak menjamah setiap tubuh Judith hingga membuatnya terlepas dari tubuhnya.


“Sayang...” Judith memeluk Vaska yang kini berada di atas tubuhnya setelah pria itu melepas piama tipis yang ia pakai.


“Aaaaaah....” Judith mendesah panjang saat Vaska mulai membenamkan tubuhnya dan bergerak berirama memberikan kenikmatan untuk nya.

__ADS_1


Di kamar Judith kekuatan es Vaska akhirnya menghilang dan Marvell bebas dari kekuatannya.


“Uhh.... Pangeran ke-21, ingat ini belum berakhir. Aku akan membalas mu !” Marvell mengepalkan tangannya dengan erat dan tatapan marah sambil memegang bagian dadanya yang terluka. Dalam sekejap ia pun menghilang dari sana.


__ADS_2