
Tubuh Judith kali ini terlihat pucat hanya dalam hitungan menit saja. Sedangkan Selachimorpha terlihat terus meneguk darah manis Judith tanpa henti.
“Sayang... sakit.” Judith, menatap Vaska sambil mengulurkan tangannya karena tak tahan menahan rasa sakitnya dengan mata yang kini berubah menjadi merah. “Judith kau harus berjuang dan terus menahannya, agar kita bisa bersama selamanya.” Vaska yang sebenarnya tak tega melihat penderitaan Judith berusaha menyemangatinya demi kebaikan mereka berdua.
Selachimorpha terus menghisap darah Judith hingga membuat tubuh gadis itu saat ini menjadi kusut dan keriput.
“Semoga saja ritual ini berhasil.” Vaska berapa kali memejamkan mata saat melihat kondisi Judith yang mengenaskan dan terpaksa melihat penderitaan kekasihnya.
“whhaah....” Selachimorpha berdecak senang karena merasakan energi di tubuhnya menjadi berlimpah-limpah dan membuatnya penuh energi. “Sepertinya darah gadis ini berbeda dari darah manusia yang pernah ku hisap sebelumnya. Jika dia bisa menahannya sampai akhir maka dia akan menjadi jenis vampir baru yang kuat.” terus menghisap darah manis Judith.
__ADS_1
Semakin lama tubuh Judith terlihat seperti kacang tanah yang kering dan menyusut yang obat tumbuhnya seperti kehilangan daging dan menyisakan tulang dan kulit saja. Ia pun terlihat lemah sekali.
“Argh...”Judith berusaha terus menahan rasa sakit yang dideritanya namun sepertinya ia tak kuat lagi untuk menahannya. “Sayang... aku berharap akan ada kehidupan kedua dan kita bisa kembali bertemu di kehidupan selanjutnya. Mungkin sampai di sini saja kebersamaan kita.” Judith menatap Vaska yang ada di dekatnya sambil tersenyum tipis.
“Tidak... jangan bilang begitu.” Vaska memegang tangan Judith dan tak tahan melihat penderitaan gadisnya. “Hentikan ! Kumohon hentikan.” Vaska tiba-tiba menyala ritual tepat di saat kurang setetes darah lagi yang yang harus di teguk oleh Selachimorpha. “Hentikan sekarang juga !” Vaska khawatir sekali jika sampai Judith meninggal dan ia akan benar-benar menyesalinya. Dan sebelum hal itu terlambat maka ia pun menghentikan ritual nya.
“Ya... ?” Selachimorpha melepaskan Judith dan menatap Vaska. “Apa kau yakin ? Ini tinggal sedikit lagi dan ritualnya akan selesai.” wanita itu menegaskan kembali sebelum ia benar-benar mengakhiri ritual yang belum selesai.
“Kau bodoh !” Selachimorpha kemudian menyerahkan Judith yang sudah tak sadarkan diri pada Vaska. Tinggal selangkah lagi dan kau membatalkan ritual ini. Baiklah terserah kau saja yang penting aku sudah mendapatkan cukup banyak darah dari gadismu ini yang cukup untuk satu bulan ke depan.” tersenyum lebar menatap Vaska sambil mengusap sudut bibirnya dimana di sana terdapat sisa darah Judith dengan jemarinya kemudian menjilat jemari itu.
__ADS_1
Selachimorpha kemudian kembali merapal sebuah mantra dan membuat petir semakin intens menyambar dan dalam hitungan menit kelihatan petir tadi meledak bersamaan dengan hilangnya bulan purnama yang juga membuat malam menjadi sore kembali.
“Sampai jumpa ! Terimakasih sudah membawakan darah yang luar biasa segar bagiku.” Selachimorpha kemudian berlalu pergi meninggalkan mereka berdua menuju ke Laut Tisza.
“byur... !” ia pun kembali merubah dirinya menjadi sosok mermaid dan melompat ke dalam lautan.
“Judith sadarlah.” Vaska duduk dengan membawa Judith dalam pangkuannya.
Terlihat tubuh Judith masih kurus kering seperti mayat hidup dan seluruh tubuh yang masih penuh dengan huruf-huruf roma.
__ADS_1
“Judith aku belum terlambat bukan ?” Vaska terlihat syok saat melihat Judith sama sekali tak merespon dirinya saat dia berulang kali membangunkannya.