Bloody Marriage Contract

Bloody Marriage Contract
Eps. 43 Menemukan Target


__ADS_3

Hingga siang hari pengawal belum menemukan target yang mereka cari meskipun mereka sudah menemui beberapa Hemisphere. Mereka pun berkumpul kembali di tempat yang sudah di tentukan.


“Bagaimana hasil pencarian kalian ?” tanya seorang pengawal pada rekan lainnya. “Belum, kami belum menemukan dan masih ada sebagian Hemisphere yang belum kami temukan.” jawab pengawal lain menanggapi.


“Baiklah kita akan melakukan pencarian lagi sampai sore hari dan kembali ke istana setelahnya. Apabila masih belum ketemu juga besok kita akan melakukan pencarian lagi.” ucap pengawal tadi menambahkan. “Baik kita lakukan pencarian lagi sekarang.”


Pengawal kembali bergerak dan melakukan pencarian lanjutan untuk menemukan target mereka dan kembali berpencar ke tempat yang belum diperiksa.


Beberapa Hemisphere yang sudah bertemu dengan para pengawal kerajaan menemui Hemisphere lainnya.


Di sebuah yayasan panti asuhan seorang lelaki datang mengunjungi temannya.


“Pangeran Pablo, aku kemari hanya untuk menyampaikan informasi saja. Pasukan kerajaan kemari untuk memeriksa Hemisphere.” ucap seorang lelaki memakai tuksedo coklat gelap dengan berbisik.


“Ada masalah apa mereka mencari kita ?” balas Pangeran Pablo balik berbisik lirih. “Salah satu dari kita melakukan dosa itu, dan Raja Ernesto mencarinya.”

__ADS_1


“Baiklah aku akan menyampaikan informasi ini pada Hemispehere lainnya agar mereka waspada. Dan kita sebagai Hemispehere adalah keluarga dan akan saling melindungi.”


Setelah resep menyampaikan informasi penting itu pria bertuksedo coklat kalau tadi menghilang dalam kedipan mata.


Para Hemispehere tahu di mana lokasi masing-masing anggota berada. Informasi itu pun menyebar dengan cepat ke seluruh Hemispehere yang ada di bumi manusia.


Peter, pelayan Vaska segera masuk ke rumah setelah bertemu dengan pelayan seorang Hemisphere.


“Tuan Vaska gawat !” Peter mencari keberadaan tuannya dan akhirnya menemukan pria itu di ruang baca. “Ada apa Peter, kenapa kau cemas sekali seperti itu ?” Vaska melipat koran yang dibacanya, beralih menatap pelayannya.


“Judith...! Aku harus ke sana sekarang.” pekik Vaska teringat pada Judith dan seketika menjadi panik.


Bagaimana tidak panik, jika Judith sampai ditemukan gadis tak bersalah itu akan di hukum mati.


“Tuan jangan pergi. Jika tuan ke sana mungkin mereka akan menemukan tuan.” Peter melarang Vaska menemui Judith.

__ADS_1


“Tidak Peter, gadis itu lemah tak punya kekuatan. Selain itu dalam hal ini akulah yang bersalah.” Vaska mendengar saran dari pelayannya dan menghilang seketika dari rumahnya.


Di rumah Judith gadis itu tiba-tiba merasakan suhu ruangan semakin dingin.


“Kenapa aku merasa merinding seperti ini ?” Judith duduk di kursi sambil memegang tengkuk lehernya yang merinding.


Ia menoleh ke samping dan terkejut melihat ada seseorang yang masuk ke kamarnya dengan tiba-tiba tanpa adanya suara dan gerakan yang jelas.


“S-siapa kau ?!” Judith ketakutan menatap seorang lelaki berpakaian seperti aparat pemerintah di negerinya. “Siapa kau ?!” ulangnya sambil melangkah mundur karena mengira lelaki itu adalah pria mesum seperti yang pernah ia temui sebelumnya.


Pria tadi tak menjawab. Ia menatap Judith dengan mata merahnya dan lebih mendekat lagi.


“Kau pendosa. Manusia rendahan dan hina.” jawab pria tadi setelah mencium aroma khas Hemisphere yang melekat di tubuh Judith. “Katakan siapa lelaki yang kau kencani terakhir kali ?”


“Aku tidak tahu maksud mu.” jawab Judith.

__ADS_1


“Kau harus ikut dengan kau dan mempertanggungjawabkan perbuatan kotor mu !” pria tadi mendekat dan menangkap Judith.


__ADS_2