
Sore harinya di tempat kerja.
Judith sedang berjalan di lorong setelah keluar dari ruang fotocopy. Tak sengaja ia bertemu dengan CEO Marvell yang juga melewati ruangan tersebut.
“Judith... kau mau kemana ?” CEO Marvell berusaha menghentikan langkah Judith untuk mengajaknya bicara sebentar. “CEO Marvell, aku mau kembali ke ruangan ku. Apa ada yang bisa ku bantu ?” Judith berhenti sebentar menatap pria itu karena memang saat ini ia memang tidak bisa menghindar darinya dan terpaksa bicara begitu.
“Aku butuh kopian data ini. Tapi kau tahu sendiri aku belum punya sekretaris.” CEO Marvell menunjukkan dokumen yang di bawanya pada Judith. “Maukah kau bantu aku menggandakan nya ?” menatap mata Judith dan menjentikkan jarinya pelan.
“Emm... ya baik tuan.” Judith sebenarnya enggan membantu pria itu. Namun saat ia melihat jalanan yang ramai dia pun bersedia membantunya karena tak mungkin pria itu akan berani berbuat macam-macam padanya di tengah keramaian seperti ini.
“Baik tuan. Berikan dokumennya padaku dan aku akan menggandakan nya.” Judith meminta dokumen itu dan bermaksud menggandakannya dengan cepat agar ia bisa segera menghindar dari pria itu.
__ADS_1
“Ini.” CEO Marvell menyerahkan dokumennya pada Judith dengan tersenyum kecil.
Saat Judith masuk ke ruangan fotocopy, CEO Marvell menunggu di luar dan terus menatap Judith dari belakang.
“Sebentar lagi kekuatan ku akan bekerja padamu. Dan kau tak bisa lagi menolak semua perkataan ku.” CEO Marvell kembali menjentikkan jarinya ke arah Judith tanpa sepengetahuan gadis itu.
Tak lama kemudian Judith keluar dari ruang fotocopy.
“CEO Marvell ini sudah selesai.” Judith menyerahkan data asli berikut kopiannya pada pria itu. “Maaf CEO Marvell aku kembali dulu.” Judith berpamitan agar bisa menghindari pria itu.
“Baiklah ayo jalan.” ajak CEO Marvell dan mulai berjalan.
__ADS_1
Seperti ada yang mengontrol gerakannya, Judith pun segera berjalan di samping pria itu tanpa bisa menolak dan mengendalikan sendiri langkah kakinya.
“Apa yang sebenarnya terjadi padaku ? Kenapa aku tak bisa mengendalikan tubuhku sendiri ?” Judith tiba-tiba merasa takut dan tubuhnya sedikit gemetar di saat ia tak bisa mengontrol dirinya sendiri. “Apa CEO Marvell melakukan sesuatu padaku ?” semakin gemetar dan hanya bisa menatap pria itu tanpa bisa berbuat apapun.
Mereka berdua terus berjalan hingga di depan kantor CEO Marvell.
Judith yang sedari tadi berusaha untuk bicara dan melawan sesuatu kekuatan yang seolah menahan dan mengunci pergerakannya, akhirnya bisa bicara.
“CEO Marvell, kita sudah sampai di depan kantor mu. Dan sebaiknya aku kembali ke ruangan ku.” ucap Judith dengan lancar setelah akhirnya ia bisa bicara tanpa hambatan dengan keringat yang bercucuran.
“Aneh sekali... bagaimana dia bisa lepas dari pengaruh kekuatanku ?” CEO Marvell terkejut melihat Judith bisa lepas dari pengaruhnya. “Ya, terimakasih sudah membantuku.”
__ADS_1
Judith pun segera berjalan dan menuju ke ruangannya.
“Mungkin itu hanya kebetulan saja. Dan selanjutnya kau tak akan bisa lolos dari ku lagi, Judith.” menatap punggung Judith dengan tersenyum lebar kemudian masuk ke kantornya.