
Vaska berpikir hanya Matheos saja yang mengetahui hal itu dan bisa menolong Judith.
“Tuan mau kemana ?” Peter bertanya saat melihat tuannya itu keluar dari rumah dengan terburu-buru. “Aku ada urusan sebentar. Aku mau mencari penawar untuk Judith.” Vaska berhenti dan berbalik menatap Peter. “Jaga Judith selama aku pergi.” Vaska berbalik kemudian melompat ke udara dan menghilang dari sana dengan cepat.
“Baik, tuan.” Peter berbalik dan berjaga sesuai dengan perintah dari Vaska.
Vaska alasan dengan cepat masuk ke hutan menuju ke markas Matheos yang berada jauh sekali di dalam hutan.
Sebelum ia sampai ke sana, di tengah jalan ada seekor Matheos yang berbulu keemasan di sebuah pohon yang terjaga dan mengawasi tempat sekitar mereka.
“Dia... kenapa dia kemari lagi ?” sosok itu pada saat melihat kedatangan Vaska. “Bukankah aku sudah melarangnya keras untuk kembali ke mari ?” melihat Vaska yang terus bergerak masuk ke dalam hutan. “Gawat ! Jika sampai dia bertemu lagi dengan ayah, maka ayah tak akan segan-segan lagi padanya dan dia pasti akan kalah melawan ayah.” terlihat khawatir.
__ADS_1
“Aku harus menghentikan dia sekarang.” sosok Matheos berbulu keemasan itu kemudian terbang dari pohon dan mengikuti Vaska. “Berhenti !” sosok tadi kemudian berhasil mendahului Vaska dan berhenti tepat di depan pria itu serta menghadang nya.
“Putri Lily ?!” Vaska berhenti saat melihat sosok tadi berubah menjadi sosok Putri Matheos. “Terima kasih sudah menyelamatkan aku beberapa waktu yang lalu.” teringat pada kebaikannya beberapa waktu yang lalu dan dia belum sempat berterima kasih padanya.
“Untuk apa lagi kau datang kemari ? Aku sudah bilang tadi jangan pernah kembali lagi untuk mencari mereka.” Putri Lily langsung menanyakan maksud kedatangan Vaska.
“Baiklah jika aku tak diperbolehkan menemui Raja Matheos, maka aku akan minta bantuan padamu saja.” Vaska menatap dan berharap sekali pada wanita itu bisa membantu dirinya kali ini sekali lagi. “Kekasih ku dia sekarat saat ini setelah tertular pasien yang lainnya. Aku ingin minta penawarnya.” menjelaskan kondisi Judith dan terlihat sedih setelah selesai menceritakannya.
“Apa kau benar-benar mencintai manusia itu ?” Putri Lily menatap Vaska untuk mengetahui kesungguhan hatinya.
Vaska mengangguk tanpa ragu menanggapinya karena ia benar-benar ingin menghabiskan sisa hidupnya bersama Judith.
__ADS_1
“Sebelum aku mengatakannya kau harus mengetahui terlebih dulu perbedaan kalian.” Putri Lily mencoba menyadarkan Vaska terkait perbedaan antara manusia dan juga vampir.
“Aku tahu usia kami berbeda. Dan aku juga tahu ada sebuah cara yang akan tetap bisa menyatukan kami berdua.” Vaska tetap bersi keras ingin bersama dengan Judith dan tak ingin meninggalkannya, apa pun yang terjadi.
“Oh, cara apa yang kau maksud itu ?”
“Bukankah vampir bisa menjadi manusia ? Atau manusia bisa berubah menjadi vampir ? Meskipun aku belum mengetahui caranya, aku akan mencari tahunya nanti.”jelas Vaska menatap Putri Lily.
“Dengar kedua hal itu sulit untuk dilakukan, sebaiknya kau pikirkan terlebih dahulu sebelum bertindak.” sambung sang putri. “Untuk penawar kekasih mu, kau bisa meminumkan setetes darah Matheos padanya dan itu akan menyembuhkannya dari infeksi yang dideritanya saat ini.” menjelaskan satu metode.
“Darah Matheos ?” Vaska terkejut mendengarnya. “Ya, darah Matheos adalah obat dari segala jenis penyakit, termasuk penyakit kronis sekalipun.” Putri Lily kembali menjelaskan. “Lalu darah siapa yang boleh ku minta ?” Vaska kembali bertanya dan berharap putri itu bisa membantunya lagi.
__ADS_1
“Berikan setetes darah mu padanya.” Putri Lily kemudian segera pergi dari sana setelah menjelaskannya pada Vaska.